Saya melihat sejak duduk di kursi Ketua MPR, Amien Rais tak melakukan kerja
lain. Dia nyaris tak pernah menjalani jabatan Ketua MPR, kecuali jika ada
sidang, dia menjadi pimpinan sidang. Tak lebih dari itu.  Waktunya tersita
habis dng setiap hari melakukan berbagai manuver dan menebarkan pernyataan2
berbisanya. Pernyataan2 AR sering memancing emosi bagi yg membacanya, dan
membuat suasana semakin memanas.  Apa yg dilakukan AR sampai sekarang, saya
sinyalir sebagai lanjutan dari skenario besarnya u/ menjadi Presiden, atau
mencegah kekuatan2 yg akan merugikan kekuatan2 Orde Baru menguasai
pemerintahan.

Pernyataan2 AR penuh dng nuansa2 destruktif.

Lihat saja, kemarin, dia lagi2 mengeluarkan pernyataan seperti itu. AR
memastikan bahwa Gus Dur punya waktu hanya 4 bulan. Sesudah itu sbg Ketua
MPR dia akan memberhentikan GD. Seolah-olah MPR itu sebuah perusahaan
swasta, yg segala keputusannya tergantung pd sang direktur. AR nyaris
mengidentikkan dirinya dng institusi MPR!

Pernyataan2 AR sering membuat stabilitas negara terganggu. Pernyataannya ini
jelas akan semakin merusak upaya pembangunan ekonomi. Betapa tidak,
investor, apalgi investor asing, akan semakin ragu u/ melakukan investasi di
negara ini. Dan, inilah rupanya yg diingini AR. Karena semakin buruk ekonomi
bangsa, semakin senanglah ia. Karena dng demikian GD akan semakin lemah.



 Amien: Gus Dur tinggal 4 bulan

Surya, Senin, 26 Feb. 2001

Solo: Makin keras saja pernyataan Amien Rais. Ketua Umum Partai Amanat
Nasional (PAN) yang juga Ketua MPR ini mengatakan umur pemerintahan Presiden
Gus Dur tinggal empat bulan. Alasannya, fraksi-fraksi di DPR kecuali Fraksi
Kebangkitan Bangsa (FKB) sudah sepakat menjatuhkan Memorandum II kepada Gus
Dur pada 1 Mei 2001 mendatang.


----------------------------------------------------------------------------
----

"Umur politik Gus Dur paling lama empat bulan lagi bisa bertahan. Semua
tokoh partai politik sudah sepakat menggulirkan Memorandum II, kecuali PKB.
Tapi, tanpa PKB pun akan terjadi Memorandum II, karena suara PKB tidak
begitu berarti," kata Amien Rais saat berbicara dalam tablig akbar
anti-komunis yang digelar FAK (Front Anti Komunis) Surakarta di Gelora
Manahan, Solo, Minggu (25/2).

Amien melanjutkan, "Nanti setelah (usulan) SI diserahkan pada saya, selaku
Ketua MPR saya akan gelar SI untuk memberhentikan Gus Dur demi kebaikan
bangsa dan negara."

Sebetulnya, lanjut Amien, pada 1 Februari lalu -- saat DPR menjatuhkan
Memorandum I karena Gus Dur terlibat Buloggate-Bruneigate-- secara politis
umur pemerintahan Gus Dur sudah habis. "Seharusnya, pagi harinya Gus Dur
sudah tampil di depan media dan meminta maaf pada seluruh rakyat Indonesia
dan mengatakan bahwa karena sudah tak dipercaya lagi maka saat itu juga
mengundurkan diri," kata Amien.

"Tapi yang terjadi justru aneh. Dia malah melakukan banyak usaha untuk
mempertahankan kekuasaannya dengan berbagai cara," tambah Amien. Meski
demikian, kata Amien, pada 1 Mei 2001 nanti akan digelar Sidang Paripurna
DPR yang akan menjatuhkan Memorandum II bagi Gus Dur. Rencana itu sudah
disepakati semua fraksi kecuali FKB.

Amien kemudian menjelaskan, mengapa dirinya dulu mencalonkan Gus Dur sebagai
presiden. "Karena dulu Gus Dur kelihatannya bagus. Dia kelihatan sederhana,
ke mana-mana pakai sepatu sandal, merakyat dan kelihatan tidak senang duit.
Tapi, ternyata..... (tidak meneruskan ucapannya, red)," kata Amien.

Dalam acara tablig akbar itu selain Amien Rais juga dihadiri para tokoh
Solo. Tampak Ketua DPD Golkar Solo Yusuf Hidayat, Ketua DPD PAN Solo Umar
Hasyim, Mudrick Sangidoe dan Ketua MPP PAN Solo Suwardi serta beberapa tokoh
lainnya.

Tak ada kesepakatan

Secara terpisah, Ketua Fraksi Partai Golkar (FPG) DPR Syamsul Muarif
menegaskan, seharusnya Amien Rais sebagai ketua MPR tidak membuat statemen
seperti itu. Ia juga membantah telah ada kesepakatan fraksi-fraksi untuk
meluncurkan Memorandum II.

"Saya kira kesepakatan fraksi-fraksi yang bakal menggolkan Memorandum II itu
penafsiran pribadi Amien Rais. Sebagai ketua MPR tidak boleh membikin
statemen. Dia boleh saja memprediksi, tapi tak bisa memprediksi atau menduga
partai lain bersikap seperti apa," ujarnya menjawab Surya, Minggu (25/2).

Prediksi Amien tersebut, menurut Syamsul, berangkat dari Memorandum I. Sebab
dalam konteks hasil keputusan DPR 1 Februari lalu, angka yang setuju
memorandum lebih dari 393, minus FKB.

Dikatakan, Golkar sekarang ini baru pada tahapan mencermati respon dari
presiden dan belum mengambil keputusan. "Penilaian lebih jauh terhadap
presiden berjangka waktu tiga bulan," imbuhnya.

Sedang Zulvan Lindan dari Fraksi PDIP mengatakan mungkin Amien Rais sudah
melakukan koordinasi tersendiri dengan tokoh-tokoh tertentu di fraksi-fraksi
sehingga mengatakan telah ada kesepakatan soal Memorandum II. "Mungkin dia
punya link khusus, punya koordinasi tersendiri. Kalau sudah jadi, ya jadilah
Memorandum II," katanya.

Bahkan mmenurut Zulfan, masalah Memorandum II bukan hal yang sulit jika yang
dikehendaki memang SI MPR. "Tetapi saya kira, yang jadi pertimbangan
sekarang hanya jangan sampai terjadi konflik arus bawah," katanya.

Sementara Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (FPPP) DPR Alimarwan
Hanan sepakat dengan pernyataan Amien Rais, karena secara fatsun politik
sebenarnya Gus Dur sudah harus tahu apa yang harus dilakukan. "Sudah
sepatutnya dia (Gus Dur) mengambil langkah terhormat selaras dengan sikap
anggota dewan. Sikap anggota dewan itu sama seperti mosi tidak percaya pada
Gus Dur," tandas Alimarwan menjawab Surya, Minggu (25/2).

Hanya saja, kata Alimarwan, soal kesepakatan fraksi-fraksi yang disebut
Amien itu, Alimarwan mengaku belum tahu. Dikatakan, PPP sejak 1 Februari
sudah berpendapat, tak perlu melalui tahapan memorandum.

"Tapi karena DPR melihat pasal-pasal yang positif, lalu (DPR) mengacu pada
memorandum," tambahnya. Sedangkan jika nantinya ada bentuk memorandum
berikutnya, konsekuensinya harus dipertanggungjawabkan (presiden) di hadapan
MPR.

Sosial demokrat

Dalam tablig akbar anti-komunis di Solo dihadiri sekitar 900 orang.
Umbul-umbul anti-Gus Dur terlihat mencolok dalam acara tersebut. Begitu tiba
di Stadion Manahan, pukul 13.50 wib, Amien Rais disambut reog Ponorogo.
Tablig akbar itu diadakan Front Anti-Komunis (FAK) Surakarta pimpinan
Mudrick Sangidoe.

Semula FAK berjanji mendatangkan 3.000 orang, namun hingga Amien Rais
datang, hanya sekitar 900 orang yang muncul. Tablig akbar diisi tiga
pembicara, yaitu Amien Rais, KH Mansyur Sanusi dari Darut Tauhid Alawiyah
Demak dan Mudrick Sangidoe. Juga dibacakan pernyataan sikap FAK oleh salah
seorang anggota DPPRD PPP Solo, Hasan Mulachela.

Ada tiga poin pernyataan sikap FAK, yakni: * Meminta kepada presiden atau
wapres, pimpinan dan anggota DPR dan seluruh komponen bangsa untuk
mewaspadai kelompok yang membawa bendera dengan asas sosial demokrat, namun
melakukan tindakan mengacu pada sistem Machiavelis. Ini terbukti dengan
munculnya gerakan anarkis di Jatim. * Meminta DPR/MPR menuntaskan
pemberantasan KKN seperti Buloggate dan Bruneigate yang muaranya menimbulkan
kesengsaraan baru dan menjadi lahan subur bagi ajaran komunis. * Menuntut
pelaksanaan agenda reformasi secara tepat dan cepat demi keadilan hukum
ekonomi sosial dan politik di Indonesia.

Pernyataan sikap itu kemudian diserahkan kepada Amien Rais. Dalam
ceramahnya, Amien Rais menjelaskan 5 alasan komunis tak boleh hidup di
Indonesia. Antara lain alasan keagamaan, ideologis dan kemanusiaan.(sji/ant)







...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<-- 
















Kirim email ke