----- Original Message -----
From: åç <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, February 27, 2001 7:10 PM
Subject: Re: [Kuli Tinta] Senggolan Berita 270201


> Hal yang sama dengan istilah yang ia gunakan yaitu
> character assassination. Lawa politik tidak boleh
> menggunakan istilah itu.
>
> Sudahlah Mas, semakin dia banyak erbicara maka
> semakin kehilanga dia kadar inteletualitasnya.
> Pertama dia lupa kalau dia adalah Ketua MPR, dan
> ke dua dia lupa bahwa dia adalah seorang Profesor
> Doktor. Bayangkan saja kalau Mas Daniel menjadi
> salah satu mhs nya.
>
>
>

Ngomong2 soal gelar guru besar yg professor dan doktor. Kalau tak salah di
bidang hukum internasional? Ini suatu ironi. Betapa tidak, tempo hari sempat
begitu bersemangat mengkampanyekan Indonesia harus menjadi negara federal.
"Kalau tak begitu, negara ini akan mengalami disintegrasi! Kalau kita tidak
mau mengalami perpecahan seperti Uni Soviet dan Yugoslavia, negara ini harus
menjadi negara federal" Katanya waktu itu. Lucunya, justru Yusgoslavia dan
Uni Soviet itu berbentuk federal, sebelum pecah menjadi beberapa negara.
Bagaimana bisa seorang profesor doktor tidak tahu ini? Begitu ada yg
mengingatkannya ttg hal itu. AR langsung diam seribu bahasa dng kampanye
dengara federalnya itu.




...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<-- 
















Kirim email ke