Mhs mestinya menjadi contoh bagaimana demokrasi harus
diperjuangkan dan konstitusi harus ditegakkan. Tidak mungkin
demokrasi terwujud tanpa  konstitusi sebagai malaikatnya.

Apakah berita dibawah ini tidak mencerminkan lahirnya embrio
fasisme baru? Nanti kalau MW naik lalu tekanan seperti itu
dilakukan lagi. Apakah parlemen jalanan semacam ini yang akan
mewujudkan Indonesia Baru tanpa kekerasan? Siapa yang bisa
menjamin?


===============================
Akan terus Digoyang jika Gus Dur tak Mundur

Jumat, 2 Maret 2001
Jakarta (Bali Post) -

Tiga organisasi mahasiswa Islam yang terdiri atas Himpunan
Mahasiswa Islam
(HMI) Dipo, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), dan
Ikatan
Muda Muhammadiyah (IMM) mengancam akan turun ke jalan 7 Maret
mendatang jika
Presiden Abdurrahman Wahid tak mengundurkan diri secara sukarela.
Ancaman
itu diungkapkan dalam pernyataan bersama  di kantor Dewan Dakwah
Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (1/3) kemarin.

''Jika Gus Dur tak mau mundur setelah pulang naik haji nanti, kami
akan
terus berjuang sampai dia mengundurkan diri,'' tegas Ketua Umum
KAMMI Andi
Rahmat.

Dalam pernyataan sikapnya itu, mereka menyesali tiga poin dari
pemerintahan
Gus Dur. Pertama, mereka menyesal dan merasa prihatin atas
terjadinya
tragedi Sampit. Konflik itu, menurut Ketua Umum HMI M. Fakhruddin,
disebabkan ketidakmampuan Gus Dur menangani tiap konflik yang
terjadi di
daerah.

''Celakanya lagi, TNI/Polri yang seharusnya mampu melerai dan
melindungi
kedua pihak yang sedang bertikai malah ikut-ikutan bentrok dan
baku tembak.
Realitas ini justru menimbulkan teror baru di sana,'' ujarnya
prihatin. Hal
itu, tambah Fakhruddin, juga membuktikan bahwa Gus Dur tak mampu
mengontrol
instrumen keamanan di daerah-daerah.

Kedua, melancongnya Gus Dur ke luar negeri saat daerah Sampit
bergejolak
menunjukkan mantan Ketua Umum PBNU itu tak memiliki sense of
crisis. Oleh
karena itu, ia berharap, setibanya Gus Dur di Jakarta tanpa
didesak pun Gus
Dur bersedia meletakkan jabatan. ''Tanggal 7 Maret nanti Gus Dur
lebih baik
tak usah ngantor lagi di Istana. Lebih baik dia pulang saja ke
Ciganjur,''
tandas Fakhruddin dengan nada keras.

Ketiga, Gus Dur telah melakukan kebohongan publik terkait dengan
janjinya
yang akan menangkap 10 pejabat korup, yang  hingga saat ini masih
belum
dikongkretkan.

Dari ketiga pernyataan bersama itu, Ketua Umum IMM Gunawan Hidayat
menegaskan, ketiga elemen mahasiswa Islam sudah tak memberikan
kesempatan
dan toleransi lagi kepada Gus Dur. ''Selama ini kita kan telah
memberikan
kesempatan kepadanya untuk memperbaiki kinerjanya. Kalau dia tak
bisa
memperbaikinya, tak ada alasan lain selain mundur,'' tegasnya.[gp]







...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<-- 
















Kirim email ke