> ---------------------------------------------------------------------
>
> WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
> Edisi: Bahasa Indonesia
>
> Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
> Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.
>
> ---------------------------------------------------------------------
>
> Edisi ini diterbitkan pada:
>
> Senin 05 Maret 2001 14:30 UTC
>
>
>
>
> * AMIEN RAIS TIDAK LAGI BERSUARA LANTANG TERHADAP CENDANA, APA
> SEBABNYA?
>
> Mantan Presiden Soeharto dicekal untuk menjenguk makam istrinya di
> Solo, karena, demikian pihak Kejaksaan, setelah operasi usus buntu,
> kondisi mantan penguasa mutlak ini dinilai masih lemah. Pengacara
> Soeharto Juan Felix Tampubolon segera memprotes pelarangan ini. Yang
> lebih menarik sebenarnya adalah ketua MPR Amien Rais. Dulu, kalau ada
> sesuatu dengan Soeharto pasti Amien Rais berkomentar. Sekarang, Ketua
> Umum PAN ini diam saja. Ada apakah gerangan? Koresponden Syahrir
> mengirim laporan berikut dari Jakarta:
>
> Ketua Umum Golkar Akbar Tandjung kemarin mengatakan, ketidakhadiran
> PKB dalam  pertemuan tokoh-tokoh partai di Mesjid Al Azhar baru-baru
> ini disebabkan perbedaan persepsi PKB dengan partai-partai lain.
> Sementara itu para pengamat berharap Megawati tidak akan serta-merta
> merespons dukungan politik, yang dihasilkan dari silaturahmi elite
> politik kelompok Poros Tengah ditambah Partai Golkar di Al Azhar,
> Jumat siang itu. "Kalau tidak hati-hati, Megawati bisa bernasib sama
> dengan Johny Lumintang, yang menjabat sebagai Pangkostrad hanya 17
> jam, lalu diganti lagi". Demikian dikatakan oleh Ikrar Nusa Bhakti,
> pengamat politik dari LIPI di Jakarta.
>
> Poros Tengah, memang dengan dibantu Din Syamsuddin, politisi Orde
> Baru yang kini berada di P.P. Muhammadiyah, sedang berupaya
> menggoyang kursi kepresidenan. Untuk itu mereka perlu merangkul
> Megawati dan PDIP. Tidak tanggung-tanggung, untuk tujuan itu mereka
> menjilat ludah sendiri. Maklum dulu mereka "mengharamkan" seorang
> wanita untuk menjadi presiden. Ini tentu saja dalam rangka menjegal
> Megawati supaya tidak menjadi orang Nomor Satu di Republik ini.
> "Sungguh suatu akrobat politik dengan jurus bajing luncat yang luar
> biasa", ujar seorang tokoh muda tamatan Gontor.
>
> Untuk keperluan menjilat ludah ini, seperti ada pembagian tugas. PP
> Muhammadiyah menemui Megawati, sementara Amien Rais berupaya melalui
> jalur sang suami, Taufik Kiemas. Permadi SH dari PDIP langsung
> bereaksi terhadap manuver Amien-Taufik ini, dengan menuntut agar
> Taufik segera memberikan klarfikasi atas kesepakatan yang dicapainya
> itu. Karena menurut Permadi, massa PDIP di bawah jadi bingung dan
> resah. Bahkan Permadi meyakinkan tidak perlu lagi ada deal-dealan
> dengan mereka yang pernah menjegal Megawati menjadi presiden. "Bola
> sekarang berada di tangan Megawati dan PDIP. Jadi tidak perlu lagi
> deal-dealan." Demikian Permadi dengan nada kesal.
>
> Sutardjo Suryoguritno yang faksinya dikenal selalu bertentangan
> dengan faksi Taufik Kiemas juga keberatan dengan pertemuan Al Azhar
> tersebut. Tetapi kubu Taufik Kiemas tampaknya melihat bahwa kini
> saatnya PDI Perjuangan aktif terjun dan bilamana perlu melakukan
> kegiatan-kegiatan offensif untuk menyelamatkan bangsa. Kalau memang
> Gus Dur sudah tidak bisa diterima lagi Poros Tengah dan
> militer. PDI Perjuangan, menurut suatu sumber fraksi PDI Perjuangan
> sudah bosan selalu dikalahkan. Bahwa PDI Perjuangan bulan ymaka PDI
Perjuangan harus
> mengambil alih kepemimpinan sebelum jatuh ke tangan ang lalu
> berbeda pandangan dengan PKB juga dilatarbelakangi pendapat ini. PDI
> Perjuangan tidak mau masuk dalam blok yang jelas-jelas akan kalah
> dalam pemungutan suara. Tetapi pelbagai manuver PDI Perjuangan saat
> ini nampaknya bukan berarti PDI Perjuangan akan menyetujui Memorandum
> kedua. PDI Perjuangan akan melihat-lihat dulu perkembangan politik
> dalam pekan-pekan mendatang. Demikian penjelasan anggota faksi Taufik
> itu.
>
> Namun segala sesuatu itu tampaknya tergantung dari langkah-langkah
> Gus Dur. Benarkah ia akan melaksanakan agenda reformasi dan berapa
> kursi yang akan disediakannya bagi partai Megawati dalam kabinet baru
> yang kabarnya akan diumumkan bulan Maret ini. Yang menarik, mengapa
> Presiden Wahid kelihatan tetap tenang sambil tetap berjalan-jalan di
> luar negeri. Bahkan massa NU dan bansernya yang beberapa waktu lalu
> sempat "membakar" Surabaya sebagai peringatan pertama, kinipun
> terkesan tenang. Orang mungkin masih ingat dengan jurus kunci grendel
> atau catanaccio yang pernah dipakai Gus Dur beberapa waktu lalu. Gus
> Dur bersama pasukannya sudah berhasil mengembangkan wacana anti
> Golkar dan Orde Baru, yang juga menjadi tema kelompok pro-demokrasi.
> Bahkan menurut informasi yang berkembang, Gus Dur sudah menarik garis
> yang tegas dengan Cendana, yang kini mendukung Amien Rais. Yang tidak
> disadari oleh lawan-lawan politik Gus Dur, baik Golkar maupun Poros
> Tengah adalah, bahwa mereka sedang digiring Gus Dur ke satu kubu
> dengan kubu Cendana.
>
> Wajar bila tidak terdengar lagi suara lantang Amien Rais terhadap
> keluarga Cendana, dan juga terhadap tuntutan pembubaran Golkar. Amien
> dan Poros Tengah pasti tidak akan setuju bila Golkar dibubarkan.
> Karena Golkar yang memegang suara besar di banding partai-partai lain
> sangat penting bagi bargaining poros tengah. Dan kini, baik Gus dur
> maupun NU, benar-benar sedang menonton dengan tenang manuver-manuver
> Amien dan kawan-kawan dalam wacana politik yang diciptakan Gus Dur
> ini. Sambil mempersiapkan sebuah serangan balik yang mengunci semua
> itu nantinya.
>
>
>
> ---------------------------------------------------------------------
> Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
> Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
> ---------------------------------------------------------------------


...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<-- 
















Kirim email ke