Semakin lama AR semakin merasa negara ini punya dia. Apa-apa, sedikit2 memberi jaminan. Seolah-olah negara ini sebuah perusahaan swasta, dan dialah pemilik perusahaan tsb. Sehingga bisa menentukan dan menjamin segala sesuatu menyangkut "perusahaan" itu. AR telah kebablasan dng dirinya sbg Ketua MPR sehinga merasa dng posisinya sbg Ketua MPR dia bisa melakukan apa saja. Silakan baca berita di bawah ini. Jumat, 09/03/2001 - 16:31 WIB (Jawapos Online) Megawati Aman jika Tak Tendang Teman Jika Megawati jadi Presiden menggantikan Abdurrahman Wahid, Ketua MPR Amien Rais menjamin keamanannya hingga 2004 asalkan bisa membangun koalisi yang bersih, bagus, dan jernih. "Insya Allah ia akan berhasil kalau jadi Presiden, asalkan membangun koalisi yang bersih, bagus, dan jernih dan tidak suka mengikuti teman-temannya menendang para pendukungnya. Insya Allah sampai dengan 2004," kata Amien Rais seusai melayat jenazah "begawan ekonomi" Soemitro Djojohadikoesoemo, Jumat. Dia mengatakan, andaikata Gus Dur tidak melakukan kesalahan fatal, berani menanggulangi KKN lama dan baru, punya komitmen menjaga keamanan bangsa, menegakkan supremasi hukum, tidak mengacak-acak integrasi teritorial, serta tidak menendangi teman-teman koalisinya, maka dia sekarang akan tenang-tenang saja. Amien yang mengaku tidak sempat berbicara sepatah kata pun dengan Gus Dur saat bertemu di rumah duka, mengatakan, baginya tidak perlu lagi berkomunikasi dengan Gus Dur. "Belum, saya belum pernah ketemu dia. Dan saya kira tidak perlu lagi, karena kalau ada komunikasi disangka ada dagang sapi," katanya. Amien menilai Gus Dur hingga kini belum berintrospeksi. Mengenai pertemuan Gus Dur dan Megawati saat sarapan, Jumat (9/3), Amien mengatakan, pertemuan itu barangkali hanya untuk mencocokkan suasana agar Gus Dur lebih arif saja. Mengenai Mega sendiri, Amien mengaku mendapat informasi dari teman-temannya bahwa Megawati sudah mempertegas bahwa dia tidak bisa lagi dianggap sebagai tokoh pembenar bagi yang tidak bisa lagi dibenarkan. "Jadi seolah-olah semua keputusan Gus Dur sudah di-OK Mega. Padahal tidak. Seolah-olah TNI dan PDIP di belakang Abdurrahman Wahid, juga tidak," katanya. ...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............ Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--
