Bukan 100% itu yang saya maksud Bung.
Marilah kita mencoba untuk memahami fakta yang ada.
Banyak sumber fakta dan data. Internet, TV dan media masa adalah
sumber-sumber itu.
Kalau Bung menyinggung mental maka dalam otak saya itu menyangkut
sistem nilai dominan dalam tubuh organisasi mereka. Orang
menyebutnya sebagai budaya organisasi. Budaya organisasi bisa di
design namun juga bisa terbentuk karena interaksi para anggotanya
dalam menanggapi lingkungannya baik internal maupun eksternal.
Pembentukan budaya organisasi membutuhkan waktu yang lama namun
sekali terbentuk maka akan membutuhkan waktu yang lama untuk
mengubahnya. Jadi tidak sederhana Mas. Kemarin di TV saya melihat
diskusi mengenai perubahan kearah itu yang dimulai dari design
pendidikan di perwira mereka. Ada proses redesign mssion dalam
proses itu. Saya skeptis Bung namun tidak apriori dan tidak
menyederhanakan masalah yang sebenarnya rumit.
Dalam hal organisasi dan angaran. Hendak berpayung kemana Polri?
Sampai sekarang berbagai format masih dicari. Apakah dibawah dept
Hankam, dibawah Mendagri, atau dibawah Presiden. Masing-masing
alternatif membawa konsekuensi. Kalau di State kriminalitas naik
maka rakyat tinggal menuntut ke dewan kota. Kemudian dewan kota
memberi jawabanya dan menjelaskan penyebabnya serta kalau ada
alasan penambahan anggaran untuk alasan penambahan personel atau
peralatan maka semiua itu dirembug bersama hanya di tingkat lokal.
Termasuk keumgkinan penambaan pajak. Tidak seperti itu kan sistem
dan Polri kita? Bagaimana dengan rencana Otonomi Daerah? Kita
berpacu dengan waktu. Ketika penataan sebagai akibat reformasi itu
sedang berjalan maka tantangan dan hantaman menghadang. Kalau saya
realistik saja. Sketis danm kritis namun disertai dengan analisis
yang logis serta dilandasi oleh pemikiiran yang jujur.
Saya melihat apa yang kemukakan adalah tidak ada apa-apanya
dibanding persoalan yang sedang kita hadapi bersama, khususnya
masalah Polri.
Saya akan memilih yang memiliki utility terbesar bagi diri saya
agar pengorbanan saya in term of money I have to spent balanced.
salam
��
----- Original Message -----
From: BKC1214 Nopi Hidayat
<[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, March 13, 2001 8:04 AM
Subject: Re: [Kuli Tinta] Maka aku bilang....
Tahu??, Moral dan mental mereka kan yg Bung maksud, dimana mereka
selalu bisa dimampaatkan oleh orang2 yg ada dan dekat dgn
kekuasaan,
sebetulnya semua persoalan tidak ada yg rumit kok, kita aja yg
selalu membuatnya tambah rumit!, bukannya diserdehanain dulu
setiap
persoalan baru kemudian dipecahkan atu atu,..ujung2nya..kelar juga
kan?, atau mungkin analisis saya salah.
Internet tempat segala macam bung?? happy, sad, sex, politic you
can
find on it!!, bung Aswat pilih yg mana!.
Salam,
------
Aswat wrote,
Begini Bung,
Sebenarnya urusan pemisahan da restrukturisasi organisasi baik TNI
maupun Polri sudah selesai belum sih Bung?
Bung Novi tahu enggak sih sebenarnya apa yang terjadi dengan
kepolisian kita selama ini? Persoalannya bukan hanya sekedar
menambah anggaran (itupun kalau ada dan mungkin) namun tidak
sesederhana itu Bung!
Kecuali kalau kita hanya ingin berhappy ria di internet.
----- Original Message -----
From: BKC1214 Nopi Hidayat
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Monday, March 12, 2001 4:50 PM
Subject: Re: [Kuli Tinta] Maka aku bilang....
canggih atau tidak scenarionya, mudah2an tetap didasarkan
oleh nurani yg bersih untuk mengubah sesuatu yg sudah baik
menjadi lebih baik (walaupun mengunakan cara yg berbeda
untuk pelaksanaannya).
POLRI,..kita tambah, bayar pakai uang pajak yg kita bayar,
kalau itu menjadi kekuatiran bung?.
Salam,
------
Aswat wrote,
Pernah masuk kampus dan melihat keterlibatan mhs dalam pemilu?
Bagaimanapun juga ini sebuah scenario yang canggih dan butuh
perencanaan yang matang. Saya tadi kasihan mendengar polisi
mengalokasikan sumbernya karena sebagian besar kini berada di
Sampit, dan banyak juga yang di Aceh, dan Irian.
----- Original Message -----
From: BKC1214 Nopi Hidayat
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Monday, March 12, 2001 11:02 AM
Subject: Re: [Kuli Tinta] Maka aku bilang....
Ada orang2 BEM-nggak disini, tolong dong dikomentarin
posting dari Bung GN?, itung2 sebagai penjelasan.
Salam,
------
GN Wrote,
Kemarin sore, Liputan 6, menampilkan Taufik R (BEM UI)
dan Kapolda Metro Jaya, soal 'Seruan mogok nasional'.
Soal mogok, seruan, himbauan moral, sudahlah. Aku sama
sekali tak peduli. Sebab, begitu banyak orang bilang,
dan mau-maunya sendiri. yang aku concern adalah
bagaimana soal runtur tidaknya mereka bicara, antara
alasan dan keputusan yang diambil.
Taufik, begitu lancar bicara. Kalau diperhatikan,
omongnya standar belaka. Mungkin dia sudah lama
menghafalkan kata-katanya itu. Sehingga, apa yang
disampaikan oleh penyiar maupun Kapolda, selalu mbulet
ke kalimat-kalimat yang sama.
salah satu alasan, mengapa ada seruan mogok nasional,
maka dengan tangkas si BEM bilang, bahwa rakyat sudah
menderita banyak, antara lain keterpurukan ekonomi.
Coba, bagaimana hubungan keterpurukan ekonomi, yang
sudah dikasih tahu sama Kapolda, bahwa mogok, atau
demo, bisa mengganggu kegiatan ekonomi, dengan
himbauan moralnya BEM agar semua mogok?
Pun begitu, apa sih yang sudah dilakukan oleh BEM
dalam upaya memperbaiki, setidaknya ikut membantu,
agar ekonomi bisa pulih, di mana salah satu indikator
kenaikan dolar adalah demo yang mencerminkan sikap
anti pemerintah itu?
...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan
Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan
sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini,
http://www.indokado.com<--
...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--