Katanya ada sumber berita lain yg bilang, bahwa pada
saat BEM Mahasiswa lagi mau demo kearah Istana Negara pas lewat
kampus Atmajaya mereka dilempari batu, lemparan datang dari dalam
kampus Atmajaya, cerita yg benar mana nich, menurut saya kayaknya
sih BEM karena orang lewat kok dilemparin/diserang, yach wajar
dong dilemparin balik??.
Atau ada sumber yg lebih valid.
Salam,
--------
Ceritanya sama spt kemarin waktu nyerang Atma Jaya dan LMND
-mm
Anti Wahid Grogi
Bersenjata Tongkat Kayu dan Bambu
koridor.com [13 Mar, 18:21] Terkesan grogi, gugup dan sebagian lagi seperti
'siap habis-habisan', para demonstran anti Presiden Abdurrahman Wahid,
Selasa (13/3) sekitar pukul 17.45 WIB, mempersenjatai diri dengan tongkat
bambu dan kayu di kompleks DPR RI.
Demonstran anti Wahid ini terdiri kelompok Gerakan Pemuda Ka'bah-GPK dan
beberapa lagi kelompok lain, didukung pula oleh massa Badan Eksekutif
Mahasiswa Seluruh Indonesia-BEM SI serta Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim
Indonesia-KAMMI.
Mereka memang berbuat begitu, setelah mendengar, sedang menuju kompleks
MPR/DPR RI, serombongan massa demonstran. Mereka rupanya tidak tahu,
rombongan demonstran yang sedang merapat itu terdiri dari kalangan petani,
pemulung dan barisan rakyat lainnya, dimotori oleh sejumlah LSM. Para
petani
dan pemulung itu tidak mau terjebak pro atau anti Wahid, tetapi menuntut
elit berpikir buat rakyat.
Tetapi, terus saja GPK dan anasir-anasir anti Wahid menyiapkan senjata
tongkat kayu dan bambu berukuran satu hingga 1,5 meter. Massa dari GPK
tampak membentuk berikade lapis dua, tepat di depan pembatas dari kawat
duri
yang dipasang aparat kepolisian, mulai dari tepi kolam air mancur gedung
MPR/DPR RI.
Sementara saat ini, massa demonstran perempuan dari KAMMI dan kesatuan aksi
lainnya sudah dipulangkan. Sebelum pulang mereka diperintahkan untuk
membuka
jaket almamater. Aaparat keamanan dari kepolisian tampak berjaga-jaga di
bagian dalam pintu gerbang depan gedung MPR/DPR RI dan memeriksa kartu
tanda
pengenal siapa saja yang masuk kompleks gedung.
Kondisi ini jelas cukup ironis. Sebab, massa demonstran yang anti Presiden
Abdurrahman Wahid justru diperbolehkan masuk dan diperkenankan
berdemontrasi
sehari semalam di kompleks gedung MPR/DPR RI, mengatasnamakan rakyat, tidak
diperiksa sama sekali. Bahkan Ketua MPR RI, Amien Rais saat ini ikut
bergabung bersama mereka.
Dari persiapan massa pengunjuk rasa anti Presiden Wahid ini, sepertinya
akan
terjadi chaos dengan kelompok petani dan pemulung yang datang ke sana. Itu
bila massa petani dan pemulung ini memaksakan diri masuk. (lia / jr)
.............Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--
...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--