Saya baru pulang dari Hotel Borobudur tempat berlangsungnya Dialog NGO-Presiden Wahid. Kebetulan dapat jatah undangan lebih dari Yayasan Gandi (Gerakan Perjuangan Anti Diskriminasi). Dalam acara yang saya saksikan langsung, sebenarnya Gus Dur tidak hanya mengomentari perihal politik sehari-hari, khususnya dalam konteks Memorandum, Presiden dan DPR. Gus Dur juga memberikan penekanan-penekanan pada upayanya mengikis paternalisme dan birokrasi istana, agar presiden lebih dekat dengan rakyatnya. Dia juga mengkritik aturan-aturan protokol, "Protokol itu ada untuk melayani kita, bukan kita yang melayani protokol", kata Gus Dur. Menurutnya protokol itu memperlebar jarak Presiden dan rakyat. Dia juga mengomentari bagaimana konsistensi untuk mempertahankan demokrasi, walaupun dalam kebebasan berbicara saat ini, Gus Dur menjadi sasaran tembak, "Sebenarnya, bisa saja saya katakan: Stop Kebebasan Berbicara! Tetapi, itu tidak saya lakukan, demi demokrasi". Gus Dur juga mempertegas pemberian batas waktu satu bulan bagi Marzuki Darusman untuk menuntaskan kasus KKN yang sudah berlarut-larut tidak dapat dituntaskan. Hal itu, seakan memberikan klarifikasi perihal kontroversi antara Juru Bicara Kepresidenan Wimar Witoelar dengan Jaksa Agung Marzuki Darusman perihal pemberian batas waktu tersebut. Dengan penjelasan tersebut, berarti terbukti secara langsung bahwa apa yang disampaikan Jubir Kepresidenan adalah benar adanya. Bahkan Gus Dur juga mengeluhkan betapa sulitnya mengatur Jaksa Agung yang ditunjuk karena hasil politik dagang sapi, "Ya.., namanya juga hasil dagang sapi!", katanya. "Tetapi, kita lihat sampai akhir bulan ini, apakah ada perkembangan atau tidak", sambung Gus Dur. Sayang sekali, ketika Gus Dur memberikan penjelasan perihal hal-hal mendasar tentang demokrasi dan debirokratisasi Istana Kepresidenan, justru dipotong oleh SCTV. Pada tayangannya, SCTV hanya menyiarkan perkatan-perkataan seputar kontroversi Presiden dan DPR, seakan-akan hanya untuk memanas-manasi kontroversi tersebut. ____________________________________________ Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin> Faculty of Economics, University of Indonesia. My religion is very simple, my religion is kindness -- Dalai Lama ...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............ Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--
