> --------------------------------------------------------------------- > > WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP > Edisi: Bahasa Indonesia > > Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh > Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. > > --------------------------------------------------------------------- > > Edisi ini diterbitkan pada: > > Sabtu 31 Maret 2001 13:00 UTC > KENAPA GUS DUR TIBA-TIBA BERMINAT SOAL PENEGAKAN HUKUM? > > IMF masih menunda bantuan kepada pemerintahan Gus Dur karena > pemerintah tidak bisa memenuhi persyaratan mereka. Maka Gus Dur pun > sementara mengalihkan perhatiannya ke masalah penegakkan hukum. Dalam > waktu dekat Gus Dur hanya bisa melakukan program penegakan hukum saja > karena ia tidak punya waktu cukup untuk menunjukkan sesuatu yang > signifikan di bidang ekonomi. Apalagi IMF menunda-nunda bantuan > kepadanya. Untuk menyelamatkan kursinya ia akan terus melakukan > penangkapan-penangkapan. Koresponden Syahrir mengirim laporan berikut > dari Jakarta: > > Kalau hari Jumat ini Ginanjar tidak ditangkap maka sesuai janji > Presiden, Jaksa Agung Marzuki Darusman akan diganti. Ini bisa > digunakan Gus Dur sebagai tangga untuk melakukan perombakan kabinet. > Presiden Abdurahman Wahid perlu segera melakukan penggantian kabinet > karena secara teoritis kekuasaannya tinggal beberapa minggu lagi. > Maka perombakan kabinet tampaknya akan jadi pilihan terbaik bagi > Presiden Abdurrahman Wahid, guna memperbaiki kinerja kabinet dan > sekaligus memakainya untuk merangkul kekuatan-kekuatan politik lain > seperti PPP. Ia harus segera menjalankan amanat reformasi total > dengan melakukan penegakan hukum, antara lain dengan secepatnya > menahan para koruptor yang sekaligus menjadi lawan-lawan politiknya. > Dalam dialog dengan LSM di Hotel Borobudur, Kamis lalu Gus Dur > menyebut penggantian itu dalam rangka menegakkan hukum. Ia lalu > mengusulkan azas pembuktian terbalik. Dikatakannya juga ia sulit > melakukan perintah penangkapan-penangkapan, karena aparat hukum > berasal dari hasil politik dagang sapi. Menteri-menteri kabinet juga > berasal dari dagang sapi. Secara tersirat Gus Dur membela diri > mengapa Marzuki Darusman selama ini dipertahankannya sebagai Jaksa > Agung. Kalangan politik lain menuduhnya hanya berpura-pura karena > Marzuki berada di kejaksaan agung untuk melindungi kepentingan bisnis > Gus Dur selama ini. > > Sementara itu jika Gus Dur mungkin bisa mengelabui sebagian besar > masyarakat Indonesia, namun lembaga-lembaga donor di luar negeri > tidak demikian. Maka pemerintahan Gus Dur saat ini dapat dikatakan > merupakan pemerintahan yang miskin. Ini disebabkan pemerintah tidak > bisa memenuhi pelbagai persyaratan lembaga-lembaga donor. Pemerintah > tidak punya uang lagi. Maka pemerintah kini berusaha keras mencairkan > komitmen utang luar negeri, baik bilateral mau pun multilateral, > karena sudah jelas IMF belum mau mencairkan 400 juta dolar Amerika. > Jumlah ini merupakan komitmen utang sebesar lima milyar dolar. > Pemerintah berusaha mempercepat pencairan dan juga pinjaman siaga > dari pelbagai kelompok kreditor. Nilainya 17 milyar dolar atau > sekitar 170 trilyun rupiah. Namun harapan pemerintah ini agaknya > sulit terwujud karena lembaga donor umumnya menggunakan IMF sebagai > patokan mereka. > > Pengamat ekonomi Sri Adiningsih kurang yakin pemerintah bisa dengan > mudah melakukan percepatan pencairan atas pinjaman 17 milyar dolar > itu. Soalnya permasalahan yang menghambat pencairan utang tak mudah > dituntaskan. Kalau gampang maka sejak lama utang tersebut dicairkan > kreditor kepada pemerintah Indonesia, katanya. Bank Dunia, Bank > Pembangunan Asia dan lembaga donor multilateral lainnya selalu > memberikan prasyarat yang harus dipenuhi. Sedangkan selama ini IMF > menjadi pegangan lembaga-lembaga donor itu. Tim kaji ulang IMF baru > akan datang pada akhir April mendatang. Saat itu pemerintahan Gus dur > jelas sudah megap-megap karena kekurangan dana. Seharusnya bulan > Desember yang lalu pinjaman tahap ketiga sebesar 400 juta dolar > Amerika sudah dicairkan. Lembaga ini melihat pemerintah gagal > memenuhi sejumlah kesanggupannya seperti tercantum dalam Letter of > Intent dengan IMF. Antara lain soal desentralisasi, privatisasi BCA > dan Bank Niaga, serta restrukturisasi utang. Juga ada tuntutan baru > dari IMF. Kalangan diplomat tertentu mencurigai ada kemungkinan IMF > mengulur-ngulur waktu menunggu pergantian pemerintahan sebelum > mengucurkan dana mereka. > > Copyright Radio Nederland Wereldomroep. > --------------------------------------------------------------------- ...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............ Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--
