> --------------------------------------------------------------------- > > WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP > Edisi: Bahasa Indonesia > > Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh > Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. > > --------------------------------------------------------------------- > > Edisi ini diterbitkan pada: > > Jumat 20 April 2001 14:50 UTC > > * SIKAP MENDUA PEMERINTAHAN WAHID TERHADAP PASUKAN BERANI MATI > > Ribuan orang berseragam berlari turun naik sebuah bukit di belantara > Banyuwangi Jawa Timur. Bak tentara, mereka memperagakan cara-cara > menaklukkan musuh. Bahkan lebih dari tentara karena mereka dibekali > ilmu-ilmu ghaib seperti ilmu kebal, tak mempan dibacok dan ditembak. > Ribuan orang itu adalah sebagian dari pasukan berani mati pembela > Presiden Abdurrahman Wahid. > > Latihan perang ini menimbulkan silang pendapat dan kekhawatiran dari > berbagai pihak. Apalagi saat ini, anggota pasukan pembela Wahid itu > sudah lebih dari 50 ribu orang. > > Pemerintah Indonesia seolah-olah bermata dua dalam menilai kasus ini. > Di satu sisi menentang tapi di lain pihak malah terkesan mendukung. > Kepolisian secara tegas menyatakan latihan perang semacam itu harus > dihentikan. Kepala Polisi Jenderal Bimantoro mengatakan latihan > perang oleh warga sipil siapapun tidak diperbolehkan. Namun, > pernyataan itu sampai sekarang belum menjadi kenyataan, karena > latihan perang di Banyuwangi tetap berlangsung. > Menteri Koordinator Politik Keamanan Soesilo Bambang Yudoyono meminta > semua pihak menuruti perintah kepala polisi. > > Susilo Bambang Yudhoyono : > Kapolri sudah membuat statement yang sudah firm bahwa semua pihak > untuk menahan diri. Untuk tidak melakukan latihan-latihan yang dapat > diduga menimbulkan kekerasan-kekerasan. Saya pikir kepolisian akan > terus melakukan langkah-langkah pencegahan agar tidak terjadi > kekerasan di Jakarta khususnya dan di tempat lain. > > Namun, Presiden Wahid tidak pernah secara tegas melarang pendukungnya > berlatih perang. Wahid hanya pernah menghimbau pendukungnya agar > tidak datang ke Jakarta. Dalam pernyataan terakhirnya kemarin, > Presiden Wahid malah menjadikan pendukungnya sebagai modal untuk > menyudutkan anggota DPR. > > Gus Dur > a then now the people called my supporters are going to Jakarta. > Yesterday the registration come to 400.000 people from all over Java > and from Lampung and Sumatera. This doesn't take into account the > Jakarta citizens. So you can see that is a nationwide rebellion > against the ways the parliament doing its worst nowa > > > Menurut Wahid, akan terjadi pemberontakan nasional terhadap tingkah > laku DPR. Wahid menyebutkan, ratusan ribu pendukungnya di seluruh > Indonesia siap menyerbu Jakarta. Belum lagi, seratusan ribu > simpatisan Wahid di Jakarta yang siap membelanya. > > Pernyataan Wahid ini tentu saja bermata dua. Bagi para pendukungnya, > bisa saja pernyataan itu diterima sebagai sebuah sokongan moral. > > Polisi Jawa Timur juga pernah akan menghentikan latihan perang itu. > Tapi panglima pasukan berani mati, KH. Nuril Arifin balik menantang > polisi Jawa Timur. Nuril menyatakan polisi tidak berhak menghalangi > mereka berlatih perang. > > Nuril Arifin : > Kalau dia mau membubarkan ituterlalu over acting. Dan kalau memang > akan dibubarkan saya akan bertemu kapolri. Untuk memberitahukan bahwa > langkah-langkah kami ini untuk membantu mereka dalam rangka > penyelamatan presiden. Jadi kalau pasukan Hisbullah bawa pedang dan > macem-macem dikirim ke Maluku ke mana-mana tidak dicegah, ya kami > juga jangan diperlakukan tidak adil dong. > > Sebelumnya, pemerintah juga tidak bertindak tegas ketika pasukan > sipil yang menamakan diri Laskar Jihad berlatih perang dan dikirim ke > Maluku. > > Pasukan berani mati pendukung Presiden Wahid punya tujuan untuk > datang ke Jakarta. Mereka akan menghadiri istighosah atau doa bersama > NU dan mengawasi jalannya sidang DPR. Dalam sidang akhir bulan April > itu, rencananya bakal keluar memorandum kedua untuk Gus Dur. > > Sementara itu pengamat masalah NU, Mahrus Irsyam mengatakan, apa yang > terjadi di NU saat ini, tidak terlepas dari peran Abdurrahman Wahid > sebagai presiden. Menurut Mahrus, sebelum Wahid menjadi presiden, NU > punya peran politik yang lebih bebas. > > Mahrus Irsyam : > Sejak tahun 1984, itu mereka sudah independen. Anggota NU punya > independensi dalam berpolitik. Dan itu mereka punya bekal untuk > menilai politik. Tetapi, ketika Gus Dur ada dalam kekuasaan puncak, > justru mereka lihat ada penilaian-penilaian yang tidak relevan. > > Mahrus berpendapat adanya pasukan berani mati dan pengerahan masa ke > Jakarta tidak menguntungkan posisi NU. > > Bagaimanapun, pengerahan massa apalagi dengan massa terlatih seperti > pasukan berani mati, mengancam kehidupan demokrasi bangsa ini. > Pemerintah dan aparat keamanan harus tegas melarang setiap kegiatan > sipil bersenjata. Bila tidak tegas atau ragu-ragu, negeri ini akan > semakin terpuruk dengan masalah baru akibat ulah diri sendiri. > > Tim liputan 68H melaporkan untuk Radio Nederland di Hilversum. > > > * LAGI-LAGI PEMBELA GUS DUR MEMPERALAT ISLAM > > Warga NU menjamin acara istighotsah warganya di Senayan Jakarta 29 > April mendatang akan berlangsung aman tanpa maksud politik tertentu. > Tapi semua tahu bahwa mereka adalah pendukung dan pembela Gus Dur > yang konon berani mati. Radio Nederland bertanya kepada Sekjen > Majelis Syuroh Fron Pembela Islam, Habib Muhsin Ahmad Alatas, apakah > kegiatan politik praktis dibenarkan dengan memakai baju agama? > > Habib Muhsin Ahmad Alatas (HMAA): Dalam sikap kondisi politik seperti > ini Fron Pembela Islam tidak ikut campur dalam masalah politik > praktis. Jadi kita cuman sebagai bangsa dan ummat. Itu mempunyai > inisiatif untuk membangun mereka dan mengingatkan mereka. > > Radio Nederland (RN): Apakah tindakan politik praktis semacam ini > dibenarkan dengan memakai istilah-istilah agama seperti istighotsah? > > HMAA: Sebetulnya istighotsah itu boleh, tapi yang dimaksudkan dengan > atas nama agama gitu. Istighotsah kan istilah agama. Jadi pembelaan > politik seperti itu sebenarnya tidak dibenarkan menurut kacamata > agama, seandainya penguasanya itu tidak menjalankan agama Islam. > > RN: Jadi menurut anda dalam pengertian tertentu sebetulnya rombongan > yang rela mati dari Jawa Timur ini memperalat agama untuk kepentingan > politik praktis? > > HMAA: Itu "salah". Artinya: ketika Gus Dur ini tidak menjalankan > syariat Islam, kemudian dia membela dengan jargon Islam, maka dia > tidak boleh seperti itu. Kalau seandainya Gus Dur itu menjalankan > pemerintahan ini menurut syariat Islam, dan Gus Dur komitmen dengan > keislaman, lalu dia digulingkan oleh orang-orang yang tidak suka > dengan dia, lalu membela, itu dibolehkan dalam kacamata Islam. > > RN: Tetapi anda sendiri sepakat bahwa dengan memperalat agama islam > untuk kepentingan politik praktis itu tidak dibenarkan? > > HMAA: Kalau yang dilakukan oleh warga NU ini kita tidak setuju. > Karena Gus Dur nyata-nyata tidak melaksanakan agama Islam dan tidak > berdasarkan syariat Islam. > > RN: Mereka di Jawa Timur itu kan memakai atas nama agama itu? Dalam > arti karena Gus Dur itu kiai. Dan karena kekiaiannya itu katakanlah > dihina sehingga mereka berani memakai baju istighotsah. > > HMAA: Ya, jadi begini. Gus Dur adalah seorang presiden yang > menjalankan kenegaraannya ini dengan sistem sekuler, bukan Islam. > Kemudian mereka membela dengan kacamata Islam. Itu tidak benar > seperti itu. > > RN: Fron Pembela Islam tidak mengambil sikap tertentu terhadap aksi > seperti ini? > > HMAA: Kita hanya sebagai masyarakat, sebagai ummat, sebagai bangsa > Indonesia juga berkewajiban untuk menyampaikan pendapat. Dan kita > sudah menyampaikan pernyataan-pernyatan ini supaya mereka hendaknya > mengendalikan hawa nafsu mereka. Dan hendaknya segala sesuatu masalah > kenegaraan ini diselesaikan dengan baik, dengan musyawarah. Akan > tetapi jika mereka datang ke Jakarta dalam rangka pendukungan > tersebut menjalankan suatu anarkhis, hal-hal yang anarkhis, maka kita > masih mempercayakan kepada aparat kepolisian dan aparat TNI. Tapi > jika mereka tidak mampu lagi, maka apa boleh buat. Kita akan turun > untuk membantu mengamankan bangsa ini. > > RN: Sekurang-kurangnya dari pengamatan anda seberapa besar sih dampak > paling negatif dari aksi isighotsah besar-besaran akhir bulan ini? > > HMAA: Kalau seandainya mereka memang menjalankan istighotsah secara > baik-baik, dengan akhlaq yang baik, dengan moralitas yang baik, tidak > membikin kekacauan, ya tidak ada dampak apa-apa, saya kira. Tapi, > kalau kemudian mereka mengeluarkan suatu perbuatan yang anarkhis, > maka tentunya itu akan mempengaruhi situasi Jakarta tentunya. > > RN: Apalagi yang datang ini kan pasukan-pasukan yang 'berani mati' > untuk Gus Dur. > > HMAA: Tapi masih belum ini juga. Kan itu kan gertakan. Itu kan biasa. > Schok therapy. Yang jelas kita liat saja nanti tanggal 29. Apakah > mereka > benar-benar datang dan mereka rela mati, kita liat saja. > > Demikian Habis Muhsin Ahmad Alatas. > > > * PRESIDEN WAHID TERUS BERBOHONG SEMENTARA RUPIAH ANJLOK TERUS > > Intro: Dalam beberapa hari mendatang ini jika Gus Dur tidak berhenti > mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang controversial, kurs dollar > terhadap rupiah bisa naik menjadi 13.000 rupiah terhadap satu dollar. > Namun presiden kyai ini tidak mampu lagi untuk tutup mulut karena > sudah dua kali terkena stroke. Maka bentrokan massa menjelang akhir > bulan ini nampaknya sudah sulit untuk dihindari. Berikut laporan > Syahrir dari Jakarta. > > Karena kelompok-kelompok anti Gus dur yang tadinya sudah ketakutan > sehingga perlu merengek-rengek minta jaminan dari polisi dan TNI, > kini mendapat dukungan moril setelah muncul seorang Habib yang > terang-terangan menantang massa pendukung Gus Dur. Habib Husein Al > Habsyi mantan tapol Islam itu yang pernah mendekam dipenjara selama > 10 tahun, siap mengerahkan 11 juta massa Ikhwanul Muslimin melawan > Gus Dur. Presiden organisasi baru ini tidak main-main. Setelah > kemarin bertemu dengan tahanan kasus korupsi Ginanjar Kartasasmita > ia segera memerintahkan massanya untuk berduyun-duyun ke Jakarta. > Habib yang berasal dari Maluku itu mengandalkan > basisnya pada ikhwan-ikhwan dari Maluku yang sudah berpengalaman > bertempur di wilayah itu. > > Sementara itu kemarin Presiden Abdurrahman Wahid masih menaruh > harapannya pada pertemuan empat tokoh nasional yang digagasnya > baru-baru ini. Kemarin ia mengungkapkan bahwa dari rencananya bertemu > dengan empat tokoh politik nanti, akan lahir sebuah deklarasi. Ia > pun selaku Ketua Dewan Syuro PKB dalam waktu dekat akan bertemu > dengan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai > Golkar Akbar Tandjung, Ketua Umum PPP Hamzah Haz dan Ketua Umum PKB > Matori Abdul Djalil. > > Anehnya Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri kemarin membantah bahwa > pihaknya pernah menyatakan dukungan penuh terhadap Presiden > Abdurrahman Wahid hingga tahun 2004. Bantahan itu adalah bukti bahwa > Metg kian berani berbeda pendapat dengan Gus Dur. Kalangan lain > melihat Megawati sudah semakin berani karena kian kuatnya dukungan > politik, khususnya dari Poros Tengah melalui Rakernas PAN. > > Presiden kemarin juga mengimbau agar organisasi agama menempatkan > diri sebagai penjaga perdamaian baik untuk warganya maupun untuk > organisasinya, bahkan untuk para pemimpinnya. Artinya ia sudah > memberikan lampu hijau kepada massanya untuk menjaga perdamaian dan > menjaga dirinya. Tetapi ia mengimbau juga agar masyarakat yang akan > datang ke Jakarta menjaga ketertiban dan kedamaian suasana. > > Gus Dur yang akhir-akhir ini kebingungan karena melihat para > pembantunya sudah kehabisan akal, berusaha melibatkan > kelompok-kelompok lain. Maka ia mengaku gereja HKBP pun akan > mengarahkan ratusan ribu massa membelanya. Tetapi seorang anggota > Majelis Pusat HKBP, > Bonar Napitupulu, membatahnya. Ia meragukan bahwa tokoh HKBP SAE > Nababan telah menyatakan siap mendatangkan ratusan ribu warga HKBP ke > Jakarta. Berarti Gus Dur lagi-lagi membohong atau Nababan, mantan > ephorus tersebut yang berusaha menjilat Gus Dur. Maka dalam > pekan-pekan mendatang ini mungkin kita bisa melihat lagi > kerusuhan-kerusuhan dan konflik horizontal merebak di Indonesia > khususnya di Jakarta. > > Yang paling senang saat ini adalah kelompok Cendana, Golkar dan para > mantan perwira tinggi Orde Baru yang giat mendrop dana ke > kelompok-kelompok anti Gus Dur. Siapa saja yang anti Gus Dur asal > vokal pasti akan didekati kelompok Orde Baru yang takut masuk > penjara. Tetapi pada saat yang sama para pendukung Gus Dur pun giat > mengumpulkan dana dari kalangan pengusaha Cina dengan alas an > membela > Gus Dur. > > > --------------------------------------------------------------------- > Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum > Copyright Radio Nederland Wereldomroep. > --------------------------------------------------------------------- ...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............ Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--
