Di angjot, dalam perjalananku ke tempat kerja, dengan masih menahan kantuk, terlintas dalam pikiranku, soal dana Yanatera Bulog. Selain ada kabar dana ini dipakai oleh GD, sehingga melahirkan pansus di DPR untuk menjalankan hak Penyelidikannya, lalu berbuntut jadi Memorandum I dan disusul Memorandum II, serta (yang ini kayaknya sudah pasti) SI MPR, maka dana yayasan ini juga dibobol oleh kroni Orba, yang sayang sampai sekarang tak ketahuan bagaimana mengembalikannya, yang jumlahnya berlipat-lipat dibanding yang diduga di-KKN-i oleh GD itu. Terkabar juga, dana-dana yayasan ini sebenarnya juga jadi lumbung bagi biaya-biaya macam-macam, bagi organisasi atau kepentingan tertentu lain. Pokoknya, kas yayasan ini dipakai bancakan, lah, apa gitu. Yang aku mikir di angkot itu adalah, dari mana datangnya duit sebegitu banyak dan gampang betul diobok-obok tadi? Kenapa aku mikir begitu, ini karena tugas Bulog yang aku pelajari di sekolah dulu, yang ditugasi sebagai badan penyangga urusan pangan. Mereka akan membeli mahal, ketika harga pangan jatuh, dan menjual murah, ketika harga gila-gilaan naik. Ingat betul aku, saat itu ada jenis-jenis harga yang disebut floor-price, serta ceiling-price segala itu. Waktu itu saja aku mikir, pasti Bulog ini selalu kekurangan duit untuk tugas penyanggaannya tadi. Beda betul dengan BPPC, yang juga disebut sebagai 'penyangga'. Tapi ini kok Bulog bisa nyimpen duit sebegitu banyak? Dari mana? Aku jadi inget, bagaimana staf bagian Pembelian di sebuah perusahaan, yang rata-rata gendut bukan main. Padahal, yang namanya 'beli' itu kan keluar duit? Mestinya kan kurus? Atau barangkali polanya BPPC itu yang benar, yaitu 'menyangga' agar harga cengkih tak jatuh, malah makin naik. Tapi ya itu terbatas untuk cengkih yang sudah mereka beli. Sementara cengkih di rakyat, ya itu salahnya sendiri, kenapa jadi rakyat. Jadi, kembali kepada duit Yanatera, yang pasti tidak berasal dari jualan martabak, tapi pasti terkait dengan tugasnya Bulog, untuk menyangga harga pangan, khususnya beras, yang mesti sering melakukan operasi pasar (salah satu istilah yang aku dengar waktu sekolah juga). Bayangkan, membeli mahal ketika harga murah, dan menjual murah ketika harga mahal. Untung dari mana sehingga kas Yanatera bisa begitu gendut? (Angkot berhenti, karena ada mbok bakul bawa bungkusan besar, pulang dari pasar. Baunya, wuih....) ===== Sugih durung karuwan, sombong didisikno... __________________________________________________ Do You Yahoo!? Yahoo! Auctions - buy the things you want at great prices http://auctions.yahoo.com/ ...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............ Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--
