At 07:43 PM 5/1/01 -0700, you wrote:
>Dia wapres. Lalu anak buahnya di pdi-p bikin memo-2.
>Apa ini bukan berarti dia bikin pisuhan terhadap
>bosnya?
------------------------------------------------------
memang seharusnya dia menolak dicalonkan wapres karena konggres pdip hanya
menugaskan untuk jadi ri1. poros tengah juga tidak mendukung dia menjadi
ri2, karena porteng menjagokan hamzah haz, jika gd berhalangan khan aman,
sayang hamzah kalah voting.
anak buahnya berkentingan untuk memo2 agar bos jadi ri1 sesuai konggres.
lagipula jabatan menteri, dirjen, ketua anu akan tersedia bagi anggota dpr
yang telah berjuang bersusah payah yang telah mengantarkan sidang istimewa
melalui pansus , memo dll.
--------------------------------------------------------------------------
jelas ini ndak etis. Bagusan TNI-Polri. Tak
>usahlah mendukung, tapi cukup abstain saja.
-------------------------------------------------------------------
tni/polri abstain karena tanpa bantuannya sudah cukup untuk memutuskan
memo2. tni/polri sudah aman, ikut menang saja baik itu gd bertahan atau
mega naik. sama enaknya. arah tni/polri sudah cukup jelas, karena sudah
mendapat keplokan tangan pada waktu memo1.
-----------------------------------------------------------------------------
>Sikap pdi-p (terpaksa hurufnya aku kecilkan, dan tak
>perlu aku panjangkan jadi pdi-perjuangan, habis
>mangkel pol ku) juga bisa dilihat dari pemilihan
>walikota, bupati atau gubernur. Mereka cuma mengincar
>jadi wakil semata. Sementara posisi nomor 1 kebanyakan
>diambil golkar (ini juga mangkel). Kenapa ?
-------------------------------------------------------------------------
alasannya karena banyak anggota pdip yang membelot memilih calon partai
lain pada waktu pemilihan. mengapa? alasan yang paling masuk akal karena
ada uang pelicin. mau apa lagi itu kenyataannya, bukan hanya satu dua
kasus, tetapi sudah menjadi fenomena. itulah bukti nyata manajemen mega
mengelola pdip. mengelola ri ? kita lihat saja episode telenovela
republik ini di masa mendatang. katanya penuh adegan diam seribu bahasa,
yang berbicara sekretaris atau wakil, sakit politik, sibuk acara seremonial
pukul gong gunting pita, nyetir mobil berplat m3ga, duduk menghadap
nyerong dll. kekanak-kanakan kata arief budiman.
ridwan
...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--