Ki, makasih disempatin ngrumpi hari ini untuk mendapatkan detail
ceritanya. Tapi menurut saya yang dilakukan NMI dengan RC nya itu kok
wajar2x saja, sewajar kalau GD misalnya pake NC (NU Collusion, he..he).
Asal tujuannya baik saja. Misalnya mencari orang yang bisa dipercaya dan
yang bisa kerjasama. Apalagi di dephut gitu, yang dari dulu banyak yang
bisa di maling. Dan dari cerita sampeyan, rasanya bener kan, misoa
asisten sampeyan itu ndak maling, la wong masih tega mbiarkan istrinya
naik bebek kuno gitu ... ;-)
Perkara keahliannya mungkin bukan disitu, atau malah jadi mubazir, yah,
itu mungkin yang terbaik dari kemungkinan2x lain yang mungkin lebih
buruk ya. After all, itu juga masih debatable apa bener nggak efisien.
Perkara dipecat GD, trus ambruk semua, ya... resiko kerja lah ...
Aku nggak nge-fans mati sama PK Ki, cuma seneng aja ada orang punya
kesempatan tapi nggak nyolong, seperti yang lain2x, karena memang itu
kan masalah utama bangsa ini, banyak maling... Kecuali nanti terbukti
sebaliknya ya...
salam,
IdB
(nggak usah pake manajer Ki, itu jadi2xan aja kok...)
-----Original Message-----
From: Ki Denggleng Pagelaran [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
Nguthik-uthik Religio-collusion Kehutanan
----------------------------------------------------------
Bung Manager idb, ini cerita lanjutan yang bahannya
tepat saya peroleh tadi siang sambil nongkrong di
warung 'gaya minang' tapi masakan sunda, 'gule kakap'.
Bahan cerita (lagi-lagi) datang dari kolega cewek sak
barakan (se umur)... heran aku, kenapa banyak kolega
sumber berita 'gayeng' justru dari para ibu rumah tangga
intelek. Lha dosen kok yaaa?
Tapi sebelumnya aku nyatakan bahwa mobil carry itu dulu
merupakan kendaraan seari-ari suami staf-ku di komisi
pendidikan itu. (heheeh dia sekretarisku lho.. ngurusin
generasi muda yang cuman 800 orang 4 angkatan).
Dan sang suami itu naik di depbut sebagai asisten menteri
kehutanan yang 'ahli daging'. Padahal dia juga dosen
kehutanan yang 'ahli hama dan penyakit tumbuhan'.
Jadi di lingkungan kerja aslinya sebetulnya beliau
juga kurang bisa 'tune-in' alias kurang dukungan betul
dari kelompok professi akademik kehutanan. Naik
pangkatnya sebagai asisten menteri (status PNS mah
tetap sebagai staf pengajar perguruan tinggi kondang
se bogor itu; dan ini memang lajim-jim di negeri kita.
rangkap merangkap antara staf pengajar bergaji
penuh dengan tunjangan fungsional dengan jabatan
di departemen kek, dikti kek dan kek-kek yang lain
sudah daripada sangat amat lajim... terus terang,
termasuk 2 mantan mentan dari almamater yang
sama), adalah karena alasan 'Religio-collusion' (RC).
Kolusi se-iman dan se-sekte.
Nglanjutin cerita di atas. Kebetulan suami koce (
kolega cekek-ku) itu adalah salah seorang pegawai
karier di kehutanan. Yang mana teman-temannya
sudah ber-baby-benz, dia masih asyik dan bangga
dengan 'baleno' yang dibeli dengan 1/2 harga karena
ada orang butuh duit (30.000.000 perak). Yang menyatakan
bahwa mantan menhut NMI termasuk orang yang kopeg,
tak hendak mendengarkan nasihat para pegawai karier
kehutanan, melainkan lebih memilih kebijakan RC itu.
Sialnya ketika dia nangkring di kementrian, asisten-2
ahlinya yaaa comot-an dari kolega-koleganya ketika
jadi asisten religion-course.
Nah, kekopegan itulah yang jadi alasan GD untuk
mendepaknya. Singkatnya, GD sudah tak percaya lagi.
Bahkan untuk memecat sekjen saja mbalela, dan
malah merasa difitnah. Yaaa sekalian lah menhut
diisi tokoh politis, MU. Sekjen diganti dengan yang
benar-benar kuat di keprofessian kehutanan. Sayang
sekjen baru ini termasuk kuat pula dalam hal Alumni-
Collusion (AC).
Maka mak regedeeeeeeg, pring reketek ombyokan
asisten menteri dari almamater pt paling kondang
se-bogor, diganti dengan sak ombyok aisten menteri
asal perguruan tinggu kondang sak-jogja.. hehehee,
RC lawan AC. Hebat kan?
Dan suami Koce-ku sekarang serba canggung.
Sewaktu dephut dikumpulkan jadi Dephut-bun,
tenaganya diperbantukan di sektur BUN. Di situ
otomatis jadi orang luar HUT ketika Depbut digabung
menjadi Deptanhut. Apalagi setelah dephut dipisah
lagi. Orang luar yang tak bisa berbuat banyak dengan
profesinya yang benar-benar potensial bagi
kemajuan kehutanan, masih muda lagi wong seumur
daku.
Makanya, ayo siapa yang dapat memberantas
KKN secara tuntas dan dalam waktu singkat.
Aku bersedia mengacungkan 2 jempol tangan
tambah 2 jempol kaki dan jempol-jempol yang
lain dah.... gimana menghindari RC dan AC?
maaf, kalau menyinggung perasaan bagi yang
perasa. Yang jelas cerita ini sebagian atas
dasar data-primer dan sebagian dari celotehan
Kolega Cewek yang sangat baikan dan mau
mikir bareng di jalur akademis.
nuwun,
Ki Denggleng Pagelaran
--------------------------
kenangan masa kecil, ada uro-oro basa jawa
tahun awal 70-an:
PANGIJOAN
-------------------
Yen kongsi-ya yen kongsi-ya [bila sampai - bila sampai]
Kekayone pagunungan [Vegetasi pegunungan]
Rinusak lan kongsi gundhul kabeh [dirusak dan sampai gundul semua]
Eling-eling bebayane [ingat-ingatlah akan bahayanya]
Erosi kang akibate [erosi adalah akibatnya]
Mahanani banjir sak kiwa tengene [membawa banjir kiri-kanan]
E-e-eee mula becik ditanduri [Eee, maka baik ditanami]
E-e-eee kang tetela murakabi [Eee, yang jelas amat manfaat]
Bener tur diatur tinata rintik-rintik [Asal diatur dan ditata yang
benar]
E-e- kang asile weh raharja ning negari [Ee, yang hasilnya memberi
kesejahteraan negeri]
(Ki Nartosabdho, laras: selndro; pathet: manyura)
----- Original Message -----
From: "Idb" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, May 03, 2001 7:51 AM
Subject: Re: [Kuli Tinta] Suripto (barangkali) benar mata-mata
-----Original Message-----
From: Ki Denggleng Pagelaran [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
betul! betul sekaleeee!
belum terbukti,
kecuali pernyataan suripto, bahwa memang benar dia memfasilitasi
penyewaan kamar hotel untuk (apa sih tadi beritanya ndak jelas, habis
keburu ngantor...raker lagi) yang diduga ngebom, tapi hanya bawa senjata
lempar berupa bintang (senjata ninja?). nah kan tinggal ditanya ngapain
menyewakan kamar?
---
Sudah ditanya dan dijawab juga. Kemarin ada di kompas. Kalau nggak
salah, untuk penyelidikan, atau penelitian apa... gitu.
Yang tentunya nggak ada hubungannya dengan yang dituduhkan. Logika juga,
kalau memang untuk mata2x, intelejen, kok se geblek itu ngaku apa adanya
menyewakan kamar segala.... Tapi kita tunggu aja lah ...
---
jadi betul memang belum terbukti bersalah, cuman.... hehehe, ada kasus
lagi yang nimpe teman ku yang isteri aktivis PK. selama menhud
nurmahmudi masih ngantor di dephud (itung-itung 1.5 tahun yaah?) dia
pakai Carry, karena sang
misoa dapat kantor di dephut. eeeee sekarang kembali naik motor honda
super-cub 700...
----
Jadi Carry-nya pinjeman, gitu Ki? Bagus dong, cuma minjem. Ditengah
bangsa yang serba aji mumpung gini. Siapa tau juga cuma fasilitas
kantor, yang mestinya salah juga sih dipake istri... Pantes dirasani
kalau dalam satu setengah tahun ini, mobilnya jadi tiga, misalnya...
Idb.
...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--