From: "Daniel H.T" <[EMAIL PROTECTED]>
Ratusan orang di Kampung Ahuru, Ambon, terdiam. Lewat tengah hari, Selasa 27
Maret 2001, itu mereka hanya dapat menatap wajah tegar Abdullah. Separo
tubuh...."
======================================================
Assalamualaikum,
Demi Tuhan !, pada awalnya, dihadapkan ber-kali2 pada berita yang sama saya
tidak pernah berani tuntas membacanya sampai  habis. Terbayang muka muda
manusia yang kuat hatinya. Terbayang wajah beberapa anak-kecil-lucu dan
perempuan yang ditinggalkannya. Barangkali dia adalah bagian dari jutaan
manusia muda lain di negeri ini yang  bertanya-tanya tentang kelamnya
kehidupan disekitarnya. Apa yang salah ? Mengapa ketidak-adilan kok menang
terus? .

Jauh dari manusia macam saya yang mungkin jauh bernasib lebih baik. Iman
seringkali cuma mengambang dipermukaan bibir dan kesadaran. Kebaikan
seringkali berhenti pada sedekah seribu atau duaribu. Amanat Tuhan untuk
mengajak kebaikan dan menghalangi kemungkaran paling-paling cuma sampai pada
posting milis yang bahkan menyakitkan yang lain....

Almarhum Abdullah berketetapan untuk menyedekahkan jiwanya pada Tuhan untuk
menghalangi ketidak-adilan yang menimpa saudaranya di Maluku sana. Kita
tentunya masih bisa memperdebatkan tepat-tidaknya tindakan yang
dilakukannya. Tapi keikhlasannya pada Tuhannya telah teruji. Ketika dia
terpeleset melakukan tindakan yang menurut keyakinannya merupakan dosa
besar, dia pun tidak bergeming buat menerima hukuman maksimal : dicopot
nyawanya dengan cara yang paling menyakitkan. Mudah-mudahan Allah s.w.t,
Yang Maha Pengasih menerima Imannya . Amin.

Uh!....! Saya bergidik. Kok masih ada orang seperti itu dijaman seperti ini.
Saya berandai-andai. Kalau Almarhum Abdullah dan jutaan pemuda lain bangsa
ini telah mendapatkan kehidupan yang lebih wajar, umpamanya seperti saya
Abdullah Hasan, pastilah mereka akan berpikir lebih tenang, belajar lebih
jauh. Dia bisa belajar agamanya jauh lebih dalam dan mengerti. Dia akan
mencari, apakah ada jalan lain ? Dan tentunya dia tidak akan meninggalkan
anak isterinya.

Wassalam,
Abdullah Hasan.




...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<-- 

Kirim email ke