Syukurlah, ternyata rekan Keucik masih di antara kita. Saya usulkan dua
hal. Kita ramai-ramai memberikan dukungan moral dalam bentuk kartu atau
surat yang dititipkan ke teman di Aceh kepada beliau. Kedua bila perlu
urunan agar dapat membawa beliau ke Jakarta sehingga dapat diobati lebih
baik? Bila masing-masing dari kita kontribusi sedikit, mungkin terkumpul
cukup dana untuk itu (bila persoalannya adalah dana?). Bila persoalannya
bukan dana, mungkin dapat dijelaskan masalahnya? 

Berikut draft surat kepada Bapak Keucik

Salam solidaritas Bagi Bapak Bintara Yakob,

Dengan sukacita kami mendengar kondisi Bapak makin membaik; tetapi dengan
dukacita kami mendengar kabar tentang peluru yang masih bersarang di tubuh
Bapak. Kami semua berdoa agar Tuhan mencarikan jalan guna meringankan
penderitaan Bapak. Bersabarlah Pak, perjuangan masih panjang dan kami semua
membutuhkan Bapak. 

Salam perjuangan

1. Hira Jhamtani, jakarta 




P.s. Mohon ada teman yang mengambil alih pengumpulan tanda tangan ini dan
juga kontribusi dana (bila memang gagasan ini diperlukan) karena saya tidak
di tempat hingga September 17. Terima kasih
----------
> From: wito <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Cc: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Re: [lingkungan] Bintara Yakob tidak wafat (Re: Berduka cita
atas kepergian Bapak Keucik Bintara Yakob)
> Date: Thursday, September 02, 1999 3:33 PM
> 
> Kawan-kawan,
> 
> Saya baru saja bersua dengan Ruli (Kamis, 2 Sept pukul 15.00)
> (YGHL/Yayasan Gampung Hutan Lestari - Tapak Tuan Aceh Selatan)
> yang kebetulan sedang berkunung ke Latin dan Walhi
> 
> Saya menanyakan tentang kabar pak Bintara Yakob (pak Keucik)
> begini info dari Ruli;
> 
> Saat ini pak Keucik sedang istirahat di Tapak Tuan
> Peluru yang bersarang di tubuh pak Keucik sampai saat ini masih belum
> berhasil dikeluarkan
> (posisi peluru : di bagian belakan di atas pinggang)
> 
> rumah sakit Tapak Tuan tidak berhasil mengeluarkan
> kemudian merekomendasikan ke RS di Medan
> Tapi di Medan juga belum berhasil,
> sehingga disarankan untuk dibawa ke jakarta
> 
> Pihak keluarga belum membawa ke Jakarta
> karena menunggu perbaikan kondisi pak Keucik,
> informasi terakhir; beliau sudah bisa duduk
> (tentu dengan rasa pedih nyeri dengan adanya peluru yang masih bersarang)
> 
> kita do'akan semoga keadaan pak Keucik segera membaik,
> dan peluru segera bisa dikeluarkan
> (atau mungkin ada saran-saran praktis untuk segera membantu pengeluaran
> peluru?)
> 
> Sekian dulu, semoga informasi ini bermanfaat,
> khususnya bagi pak Keucik sekeluarga
> 
> Salam,
> Wito
> 
> ----- Original Message -----
> From: Maria Hartiningsih <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: 30 Agustus 1989 11:57
> Subject: Re: [lingkungan] Bintara Yakob tidak wafat (Re: Berduka cita
atas
> kepergian Bapak Keucik Bintara Yakob)
> 
> 
> > ada yang tahu di mana Pak Keucik dirawat?
> >
> > salam,
> > mh
> > -----Original Message-----
> > From: Laurel Heydir <[EMAIL PROTECTED]>
> > To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
> > Cc: Lingkungan list <[EMAIL PROTECTED]>;
> [EMAIL PROTECTED]
> > <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
<[EMAIL PROTECTED]>;
> > Walhi List <[EMAIL PROTECTED]>; Peta Kampung
<[EMAIL PROTECTED]>;
> > Kemala List <[EMAIL PROTECTED]>; ADAT List <[EMAIL PROTECTED]>; Walhi
> Aceh
> > <[EMAIL PROTECTED]>; Forum LSM Aceh
> > <[EMAIL PROTECTED]>
> > Date: Monday, August 30, 1999 7:39 PM
> > Subject: [lingkungan] Bintara Yakob tidak wafat (Re: Berduka cita atas
> > kepergian Bapak Keucik Bintara Yakob)
> >
> >
> > >Salam untuk rekan-rekan sekalian,
> > >
> > >Tapi jumpa rekan-rekan Acehnese pada pertemuan ICEL-DFID di PKBI.
> > >Menurut Pak Hatta & Bung Rully Syumanda, Pak Keucik Bintara Yakob
tidak
> > >wafat. Memang beliau beliau menjadi target tembak & terluka, tapi
sempat
> > >di-rumkit-kan [dan masih dalam opname di Jakarta.]
> > >
> > >Wasalam: Laurel Heydir
> > >
> > >PS: Konon khabarnya, doa untuk mereka yang disangka wafat malah bikin
> > >ybs panjang umur ...
> > >
> > >JKPP wrote:
> > >
> > >> Rekan-rekan,Kami baru mendapat telefon dari rekan Ramadana bahwa
Bapak
> > >> Keucik Bintara Yakob telah pergi (tertembak) di Aceh.  Rincian
> > >> kejadiannya masih belum jelas benar.  Kita tahu semua bahwa Bapak
> > >> Keucik Bintara Yakob, yang juga menjadi salah satu utusan Aceh pada
> > >> Kongres Masyarakat Adat Nusantara (HI, Maret 1999), adalah seorang
> > >> yang selalu memperjuangkan kedaulatan masyarakat adat dan pejuang
> > >> lingkungan.Sekretariat JKPP menyampaikan duka cita sedalam-dalamnya.
> > >> Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan
> > >> lindungan. Salam solidaritas untuk perjuangan Aceh,Restu "Ganden"
> > >> Achmaliadi
> > >
> > >
> >
> >
> > ---------------------------------------------------------------------
> > To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> > For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> >
> >
> 
> 
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> 
> 
> 

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]



Kirim email ke