Hai rekan-rekan!

Minggu lalu saya berkesempatan ke Bukit Lawang, Bahorok.

Di Stasiun Rehabilitasi kini melintas kawat listrik PLN, menggunakan tiang
beton dan kabel yang bersalut. Sekarang kawat tersebut memang belum dialiri
listrik.

Adanya kawat listrik yang melintas ke taman nasional itu ternyata
bermasalah. Orangutan dari taman nasional (terutama rehabilitant) dengan
memanjat tiang listrik, kemudian menggelantung di kawat, menyeberang ke
pemukiman penduduk. Di kampung orangutan itu berbuat macam-macamlah,
sehingga penduduk marah dan sering mengkomplain Stasiun.

Riswan Purba, kepala stasiun, tidak bisa berbuat apa-apa terhadap komplain
penduduk. Stasiun sudah sejak awal  keberatan kawat PLN melintas di taman
nasional, tapi yang punya kuasa di Medan dan Jakarta mengokekan saja
permintaan PLN.

Bila kawat sudah dialiri listrik, akan lebih berbahaya. Gigi orangutan
dengan mudah menggigit dan mengelupas kawat. Sehingga kemungkin mati kena
listrik besar sekali.

Saya mohon perhatian, tolonglah kita membuat "appeal" agar kawat listrik itu
tidak melintas di dalam kawasan taman nasional.

Pelintasan ini dilakukan oleh pemborong untuk potong kompas agar biaya
mereka bisa ditekan. Sebetulnya dengan menyusur tepi sungai di seberang
taman nasional, tak sulit mengalirkan listrik ke desa yang merlukan listrik
tersebut, lagi pula desa itu pun juga ada di luar kawasan, dan listrik pun
berada di luar kawasan.

Oh ya, saya tidak bisa jumpa Pak Harto, tapi bisa berhubungan lewat telpon.

Terima kasih

Jaumat "Joe" Dulhajah





---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]



Kirim email ke