Hai rekan-rekan! Minggu lalu saya berkesempatan ke Bukit Lawang, Bahorok. Di Stasiun Rehabilitasi kini melintas kawat listrik PLN, menggunakan tiang beton dan kabel yang bersalut. Sekarang kawat tersebut memang belum dialiri listrik. Adanya kawat listrik yang melintas ke taman nasional itu ternyata bermasalah. Orangutan dari taman nasional (terutama rehabilitant) dengan memanjat tiang listrik, kemudian menggelantung di kawat, menyeberang ke pemukiman penduduk. Di kampung orangutan itu berbuat macam-macamlah, sehingga penduduk marah dan sering mengkomplain Stasiun. Riswan Purba, kepala stasiun, tidak bisa berbuat apa-apa terhadap komplain penduduk. Stasiun sudah sejak awal keberatan kawat PLN melintas di taman nasional, tapi yang punya kuasa di Medan dan Jakarta mengokekan saja permintaan PLN. Bila kawat sudah dialiri listrik, akan lebih berbahaya. Gigi orangutan dengan mudah menggigit dan mengelupas kawat. Sehingga kemungkin mati kena listrik besar sekali. Saya mohon perhatian, tolonglah kita membuat "appeal" agar kawat listrik itu tidak melintas di dalam kawasan taman nasional. Pelintasan ini dilakukan oleh pemborong untuk potong kompas agar biaya mereka bisa ditekan. Sebetulnya dengan menyusur tepi sungai di seberang taman nasional, tak sulit mengalirkan listrik ke desa yang merlukan listrik tersebut, lagi pula desa itu pun juga ada di luar kawasan, dan listrik pun berada di luar kawasan. Oh ya, saya tidak bisa jumpa Pak Harto, tapi bisa berhubungan lewat telpon. Terima kasih Jaumat "Joe" Dulhajah --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
[lingkungan] Kabel Listrik di Orangutan Bukit Lawang
Biological Science Club (BScC) Fri, 3 Sep 1999 00:19:46 -0700
- RE: [lingkungan] Kabel Listrik di Orangutan... Biological Science Club (BScC)
- RE: [lingkungan] Kabel Listrik di Oran... SFDP Sanggau
