Hallo mas Harry
    Sebelumnya, mohon dicatat terlebih dahulu, bahwa tulisan saya ini
merupakan pendapat pribadi. Maklum saat ini tengah terjadi perbedaan
pendapat mengenai kedudukan Sony Keraf sebagai Menteri Lingklungan Hidup.
Pendapat saya ini tentu saja diluar persoalan setuju dan tidak setuju
mengenai persoalan tersebut di atas.
    Singkat saja. Kepada Bp Sony Keraf: saya ingin menggarap persoalan
Lingkungan ini melalui pendekatan DEEP ECOLOGY. Idiologi lingkungan ini
harus kita tegakkan secara benar dan tepat; dan bukan sekedar menjawap
persoalan-persoalan konflik lingkungan semata yang bersifat temporal dan
spasial. Idiologi Lingkungan harus mengedepankan Paradigma KOSMOSENTRIS atau
ECOCENTRIC dan bukan ANTHROPHOSENTRIS.
    Dalam pemahaman lingkungan yang holistik, maka manusia hanyalah sekedar
salah satu bagian kecil dari komponen ekosistem. Hukum alam atau
cosmo-ecocentric lebih menentukan daripada manusianya, hal ini demi
kesinambungan hidup manusianya itu sendiri. Alam sudah lengkap dengan
hukumnya sendiri yang telepas dari manusianya.
    Persoalan kita selama ini selalu berkutat dengan manusianya; antara
masyarakat dengan pemerintah; misalnya soal keadilan pengeloaan SDA antara
hak rakyat atas hutan atau tanah (land reform). Akan tetapi kita tidak
pernah berpikir akan adanya hak yang paling fundamental yaitu hak alam atas
manusia; seperti: hak tanah atas manusia, hak hutan atas manusia. Contoh
kecil bisa kita lihat pada Motto yang diberikan oleh LH selama ini: " Bumi
ini bukan warisan nenek moyang, melainkan pinjaman anak cucu". Dari
perkataan ini kelihatan, bahwa bumi ini hanya untuk manusianya, lantas
dimana hak makluk lain, seperti flora dan fauna.
    Pengertian "keadilan"selama ini hanya dimengerti dalam sekala yang
sempit. Padahal ada tiga komponen dasar yang harus dipertimbangkan dalam
pembagian keadilan. Mengadopsi konsep keadilan dari Aristoteles, Keadilan
itu ada Keadilan Distributif (dengan Tuhan atau Alam); keadilan Kominikatif
(antar manusia atau anggota masyarakat) dan keadilan Legal (antara
masyarakat dan pmerintah). Pemahaman kita selama ini selalu dikooptasi hanya
dengan persoalan antara rakyat dengan pemerintah; tetapi, persoalan manusia
dengan alam menjadi dinisbikan. Karena itulah kita tidak pernah
menyelesaikan persoalan yang sebenarnya. Apalagi persoalan ini semakin
berlarut-larut dengan direduksi menjadi persolan masyarakat melalui konflik
horizontal, dan semakin direduksi lagi menjadi persoalan keluarga dengan
munculnya isu gender; Mungkin pada gilirannya nanti akan menuju pada
persoalan psikologis dalam pribadi manusianya. Karena belenggu
persoalan-persoalan ini, maka semakin menjauhkan kita dalam hubungannya
dengan alam.
    Maka perlu gerakan filosofis dalam perjuangan dan gerakan lingkungan.
Bukan berarti gerakan ini hanya akan menggantang asap. Akan tetapi idiologi
dan nilai nilai fundamental ini harus ditegakkan dan menjadi sasaran kita
untuk mencapainya ke depan, Karena gerakan tanpa acuan nilai, sama halnya
dengan sekedar membabi buta; seperti Sisiphus yang dihukum oleh raja
Korintus untuk meletakkan batu bulat diatas puncak gunung yang runcing.
Persoalan-persoalan lingkungan yang besifat kasusistri bisa diselesaikan
melalui meja perundingan. Konflik antara masyarakat dengan pemerintah dan
juga pengusaha harus diangkat setinggi-tingginya melalui pendekatan
ekosistem; dan jangan terjerumus dalam persoalan konflik semata
    Itu saja kbahar dari saya untuk bapak Sony Keraf yang tentu saja jauh
lebih mengerti.
"Terlalu banyak filosof hanya mengubah pengertian tentang dunia, seharusnya,
dunianya itulah yang harusdirubah", begitu kata Karl Marx
Salam

Halim

----- Original Message -----
From: Harry Surjadi <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, October 26, 1999 6:37 PM
Subject: [lingkungan] masukan untuk menlh


Teman-teman besok saya dan teman dari Kompas mendapat kesempatan bertemu
dengan Sonny Keraf. Apakah ada pesan-pesan, kritik-kritik atau apa saja yang
bisa saya sampaikan kepada dia. Silahkan kirim ke email saya ke
[EMAIL PROTECTED]
Trims.

Harry Surjadi




---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/




Kirim email ke