Dear Pecinta lingkungan yang terhormat,
Apakah di antara kita sebenarnya ada yang benar-benar profesional dan konsisten?
Saya sendiri secara pribadi tidak setuju terhadap pengangkatan Dr. Sonny
Keraf menjadi MenegLH karena berdasarkan CV yang diberitakan, itu bukan
bidang profesi yang diembannya dalam beberapa tahun terakhir ini, bahkan
sejak awal karirnya. Tidak setuju pula dengan Dr. Sonny Keraf yang bersedia
menerima jabatan posisi itu karena cenderung memperlihatkan karakter
jabatan dulu soal kemampuan dan tanggung jawab pekerjaan, belakangan.
Tetapi lebih tidak setuju terhadap Presiden Abdulrahman Wahid yang
mempunyai hak untuk mengangkatnya dan tidak mau menggantinya sekalipun
ditentang oleh berbagai pihak yang merasa lebih profesional. Dalam
pengangkatan terlihat sikap: yang kuasa saya dan meremehkan profesi
lingkungan. Selanjutnya, saya baca dalam KCM, kalau mau mendemo, jangan
hanya sampai di kantor LH saja tapi sekalian ke istana, nanti saya
jelaskan. Sonny tidak perlu mundur, begitu ujar beliau.
 
Profesional dan konsistenkah kita sebagai pribadi atau Lembaga sebagai
organisasi dalam mempersoalkan tiga sikap yang berbeda tersebut?

Ibu Erna Witoelar, dipercaya oleh banyak pihak (termasuk saya pribadi)
lebih cocok sebenarnya menjadi MenegLH. Dalam konteks beliau lebih pas di
LH terkandung makna kurang cocok sebagai Meneg Pemukiman dan Pengembangan
Wilayah. Beliau tidak menolak tetapi menerimanya. Demikian juga dengan
menteri-menteri yang lain yang diragukan keprofesionalannya tetapi tetap
menerima jabatan itu.

Profesional dan konsistenkah kita sebagai pribadi atau Lembaga dalam
persoalan itu?

Ketika muncul rumor yang dipertanyakan oleh pak Harry bahwa ada sekenario
main mata sebelumnya antara ibu Erna Witoelar dan pak Agus Purnomo, dan
karena tidak kesampaian menjadi dstnya (kira-kira begitu  intinya).
Menanggapi rumor ini pak Agus Purnomo menjadi:
Sebaiknya saya kutipkan sebagian tanggapannya kepada pak Harry:

Mas Harry,
Saya sedih dengan rumor dan pertanyaan semacam ini.  Jawaban singkat saya
adalah: tidak benar hal semacam itu dijanjikan ke saya.
Saya tidak bisa membuktikan bahwa tawaran itu tidak pernah ada, dan
karenanya saya akan selalu dipojokkan oleh orang-orang yang menyebar gossip
tersebut.  Adalah hal yang sangat mudah untuk menduga bahwa penyebar gossip
tersebut adalah pendukungnya Sonny Keraf, atau orang Katolik, atau orang
Atmajaya atau orang Indonesia timur yang tiba-tiba memusuhi kami karena
membahayakan posisi Sonny Keraf - padahal baik saya, Emmy maupun Ota, tidak
pernah terlintas untuk memusuhi kelompok yang konon diwakili oleh Sonny
Keraf. dan seterusnya

Saya agak kaget membacanya karena katanya begitu mudah untuk menduga bahwa
penyebar gossip adalah ........
Profesional dan konsistenkah kita sebagai pribadi atau Lembaga dalam
menanggapi rumor itu?

Pak Sonny barangkali berpikir, kalau jaman dulu seorang Pastor dapat
menjadi ahli genetika kawakan, kenapa sekarang ahli filsafat tidak dapat
menjadi seorang MenegLH yang kawakan juga? Sementara itu, ibu Erna Witoelar
juga mungkin berfikir bahwa Pemukiman dan Pengembangan Wilayah berkaitan
erat dengan LH.  Kalau mau dicari-cari semua beralasan, dan semua berkaitan
(tidak ada bidang yang berdiri sendiri dan tidak berkaiatan dengan bidang
lain) dan semua dapat membela dan membenarkan diri. 

Tetapi sekali lagi, marilah kita bersikap jujur dan sedikit merenungkan
diri, benar-benarkah kita profesional dan konsisten sebagai pribadi atau
Lembaga dalam menanggapi persoalan dan dalam melaksanakan tugas dan
tanggung jawab?

Terima kasih, 


Herwint Simbolon
Kelompok Ekologi, Puslitbang Biologi-LIPI, Bogor 
Sementara ini (sampai March 2000) menjadi peneliti tamu di: 
Graduate School of Environmental Earth Science, Hokkaido University,
Sapporo, Japan.


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/

Kirim email ke