Kawan-kawan semua,
Saya (Yayan indriatmoko) dan Abdurrahman Syebubakar(dari ACM Cifor) kemarin
( 1 Desember 199)telah menemui pihak manajemen Cifor untuk menyampaikan
keluhan dan tuntutan warga Kampung Jawa dan Semplak (Bubulak) dan kondisi
terakhir dari perkembangan warga dalam menanggapi masalah Penutupan Jalan.
Termasuk keinginan warga untuk bertemu langsung dengan pihak Manajemen Grup
(MG) di Cifor serta pihak yang berwenang dari Departemen Kehutanan dan
Perkebunan untuk menuntaskan masalah ini sehingga tidak terjadi saling
melempar tanggungjawab.
Kesimpulan dari pertemuan tersebut adalah:
1. Pihak menejemen tidak keberatan untuk bertemu dengan wakil masyarakat
untuk membicarakan tentang penutupan jalan. Hanya saja Jeffry Sayer baru
kembali ke Bogor tanggal 8 Desember. Keberadaan Sayer ini menjadi penting
untuk representatif nya MG. Sehingga pertemuan diadakan setelah tanggal 8
Desember.
2. Pihak manajemen juga baru saja menerima surat dari warga dan sedang
dipelajari.
3. Pihak manajemen menyebutkan bahwa alasan penutupan jalan adalah, secara
formal memang ada perjanjian antara pemerintah RI dengan BOT bahwa jalan
tersebut ditutup sesuai dengan status CIFOR. Alasan pragmatisnya adalah:
keamanan, aktivitas lalu lintas umum dikawatirkan akan mengganggu situasi
kerja di kantor CIFOR. Jika sekarang lalu lintas tidak ramai, maka mungkin
saja perkembangan ke depan lalu lintas tersebut menjadi ramai.
Di satu sisi, sebelum jalan ditutup, pihak Departemen Kehutanan telah
membuatkan jalan alternatif pengganti sepanjang 2 kilometer yang melintasi
Kampung Rawa Jaha dan Nagrak, sehingga jalan tersebut tersambung lagi
meskipun lebih jauh.
4. Pihak manajemen sekarang sedang menghubungi pihak Dephutbun untuk
memastikan siapa wakil dari Departemen yang berwenang dan kapan bisa hadir
untuk pertemuan tersebut.
5. Agar dipilih wakil warga serepresentatif mungkin (formal dan informal).
6. Tim Social Fencing (ACM- Cifor) tidak dalam posisi untuk menjelaskan
tentang penutupan jalan ke masyarakat.
Berkaitan dengan ini, kami mengharapkan bantuan dan masukan dari kawan-kawan
tentang bagaimana pertemuan antara warga, MG Cifor, Dephutbun. Mungkin
alangkah lebih baiknya jika teman-teman bisa membantu mendampingi warga saat
pertemuan nanti.
Terimakasih
-----Original Message-----
From: Latin [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Wednesday, December 01, 1999 9:33 PM
To: [EMAIL PROTECTED]; Yayan Indriatmoko; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; Herry Purnomo; [EMAIL PROTECTED]; Arif Aliadi;
[EMAIL PROTECTED]; Paul Curley; Martua Thomas; A Kusworo; Ani
Kartikasari; [EMAIL PROTECTED]
Cc: Bag.KTLN; KSH-IPB MILIS; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; Abdon Nababan; Yanti; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; Lini Wollenberg; Harry Surjadi;
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Subject: surat masy di lingkungan CIFOR (desa Situgede - Bogor)
Kawan-kawan sekalian,
Hari ini, Rabu tanggal 1 desember 99
Latin menerima tembusan surat masyarakat
yang tinggal di lingkungan sekitar CIFOR
yaitu mengenai penutupan jalan yg meresahkan mereka
sebenarnya sudah beberapa kali terjadi "dialog"
antara sebagian masyarakat dengan sebagian orang di CIFOR
bahkan pada tanggal 5 oktober yg lalu
masyarakat sudah mengirim surat ke manajemen CIFOR
tapi hingga kini mereka belum tahu tindak lanjutnya
Mengingat situasi emosional masyarakat kita
akhir-akhir ini yg sering "di luar dugaan"
mungkin akibat dari rasa kesal yg menumpuk
dari "perlakuan yg dirasakan tidak adil"
maka surat ini saya tembuskan kepada kawan-kawan
dengan harapan akan muncul saran atau usulan
untuk mendapatkan solusi terbaik
yang bisa saling menguntungkan semua pihak
Tampaknya konflik ini bukan hanya antar masyarakat
dengan CIFOR, karena menurut penjelasan CIFOR
masalah penutupan jalan umum itu adalah
kebijakan kerjasama antar negara (Pemerintah)
jadi kalau tidak mendapatkan solusi yg baik
masalah ini bisa berkembang dari lokal - nasional
bahkan bisa menjadi masalah internasional
Berikut ini saya kirim salinan surat tersebut
semoga saran atau usulan kawan-kawan
bisa membantu penyelesaian yang lebih baik
terima kasih atas perhatiannya
salam hangat,
Suwito
__________________________________________________
Kop surat :
MASYARAKAT DESA SITUGEDE DAN DESA CIKARAWANG
KEC. BOGOR BARAT - KOTA BOGOR JAWA BARAT
Bogor, 29 Nopember 1999
Kepada Yth
Bapak Menteri Kehutanan dan Perkebunan RI
Di Jakarta
Perihal : Mohon Peninjauan Kembali Penutupan Jalan Umum
Dengan hormat,
Berkenaan dengan telah ditutupnya jalan umum
di depan kompleks CIFOR, bersama ini kami sampaikan
keberatan kepada Bapak Menteri.
Kami informasikan kepada Bapak bahwa sebelum surat ini,
kami telah mengirim surat keberatan yang sama
kepada manajemen CIFOR namun tidak mendapat tanggapan
seperlunya dengan alasan, bahwa kebijaksanaan ini
berada pada menteri kehutanan.
keberatan ini kami sampaikan kepada Bapak berdasarkan
pertimbangan-pertimbangan (hasil musyawarah antar kampung,
bahkan antar desa) sebagai berikut;
1. Masyarakat sekitar sangat mengerti akan kepentingan CIFOR
karena CIFOR merupakan badan riset dunia yang produknya
untuk kepentingan keselamatan umat manusia, khususnya
di bidang kehutanan, namun bukan berarti harus mengabaikan
kepentingan masyarakat kecil, bahkan membatasinya serta
menurunkan tingkat fasilitas umum yang sudah ada.
2. Pada saat ini telah terjadi gejolak pada masyarakat sekitar CIFOR
terdiri dari desa Situgede yaitu RW 05, 06, 07 dan 09 serta
masyarakat dari desa Cikarawang, yang merasa bahwa
kepentingannya terganggu dengan penutupan jalan tersebut
3. Sebagian besar masyarakat dimaksud sangat menyayangkan
atas penutupan jalan tersebut, karena sebelumnya
tidak disosialisasikan terlebih dahulu kepada masyarakat sekitar,
walaupun telah dilakukan temu muka dengan aparat desa
hal tersebut sudah sangat terlambat karena jalan terlanjur ditutup.
4. Jalan tersebut merupakan jalan umum sejak jaman penjajahan
dulu sampai sekarang. Dengan ditutupnya jalan tersebut
masyarakat sekitar merasa kepentingannya dikurangi hanya
karena keserakahan para pejabat CIFOR yang mengabaikan
fasilitas umum.
5. Kekesalan masyarakat lama-kelamaan menjadi bertumpuk-
tumpuk karena merasa tidak mendapat tanggapan atau
tanda-tanda jalan keluar yang akan diambil, hal tersebut
mengingat jalan alternatif yang dibuatkan sangat tidak
memadai, karena jalan tersebut di beberapa ruas jalan
sangat sempit, banyak tikungan tajam banyak tanggul-tanggul
sehingga peluang untuk terjadinya kecelakaan sangat besar.
apabila hal ini tidak diambilkan jalan keluar,
bukan mustahil kecelakaan akan terjadi berkali-kali
mengakibatkan masyarakat sekitar dapat memuncak
kekesalannya.
6. Mobilitas penduduk dan mobilitas angkutan hasil bumi
sangat terganggu karena bus dan truk tidak dapat lagi lewat
bagi masyarakat yang ingin bepergian menggunakan bus,
harus berjalan cukup jauh memutar ke tempat bus diparkir
Angkutan pengangkut hasil bumi seperti ubi, singkong,
jagung bahkan beras tidak dapat menggunakan truk,
sehingga harus menggunakan mobil kecil, hal ini
mengakibatkan mobilitas angkutan terhambat,
biaya transportasi tinggi dan jangka waktu suplai
menjadi bertambah lama.
7. dampak lain yang dapat dirasakan oleh masyarakat kecil
adalah:
*/ Kaum ibu-ibu yang biasanya berbelanja kebutuhan dapur
dengan jarak dekat, saat ini harus ditempuh dengan
jarak yang lebih jauh.
*/ Banyak anak-anak sekolah yang sering terlambat atau
terkadang tidak terangkut oleh angkot (angkutan kota)
karena angkot tersebut berhenti jauh dari tempat tinggal
kami dan hanya sedikit saja yang bersedia melanjutkan
perjalanan dekat tempat kami.
*/ bagi pegawai negri juga sering terpaksa harus terlambat,
karena terbatasnya jumlah angkot yang bersedia meneruskan
perjalanan di dekat lingkungan kami.
*/ Kalau ada warga kami yang sakit, maka kami harus
berputar-putar menempuh jarak yang lebih jauh untuk
keperluan berobat.
*/ Terpisahnya hubungan warga kami dengan warga
kampung Semplak desa Bubulak yang sebelumnya telah
lama terjalin dan berjalan dengan baik.
*/ Jalan lain yang dibangun telah menjadikan perjalanan kami
berputar-putar lebih jauh dari yang biasa kami lewati,
perbedaan jauhnya lebih dari 2 km, mengakibatkan naiknya
tarif angkutan.
8. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, kami para
pemuka masyarakat para ketua RW, Ketua RT di lingkungan
desa Situgede dan desa Cikarawang melakukan musyawarah
untuk mengajukan usul kepada Bapak Menteri Kehutanan
dan Perkebunan, berkenan kembali jalan tersebut sampai
dengan adanya jalan alternatif yang cukup memadai bagi
kepentingan umum masyarakat sekitar.
Demikian permohonan kami, atas perhatian dan kebijaksanaannya
untuk mengabulkan permohonan ini, kami mengucapkan terima kasih
Hormat kami,
Para Pemuka Masyarakat para Ketua RW, RT desa Situgede
Andi Yusup S (ttd)
D. Samsudin (ttd)
Wanda Suwanda (ttd)
D. Gusman P (ttd)/ketua RW 05 + stempel RW 05
Didin (ttd)/ketua RW06 + stempel RW 06
Nahaman (ttd)/ketua RW07 + stempel RW07
Mistar (ttd)/ketua RW09 + stempel RW09
Para Pemuka Masyarakat para Ketua RW, RT desa Cikarawang
Nata (ttd) + stempel RW01
Atmaja (ttd) + stempel RW02
Kadiman (ttd) + stempel RW03
Hamid (ttd) + stempel RW04
Tembusan kepada Yth:
1. Kepala desa Situgede
2. Kepala desa Cikarawang
3. Camat Kota Bogor Barat
4. Kapolsek Kota Bogor Barat
5. Walikota Bogor
6. Ketua DPRD II Kodya Bogor
7. Bapak Kepala PUSLITBANGHUTBUN di Bogor
8. Direktur CIFOR di desa Situgede, Bogor
9. Lembaga Swadaya Masyarakat.
-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/