-----Original Message-----
From: M.Mashuri Alif <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Sunday, December 19, 1999 4:39 PM
Subject: Re: TUGAS: Opini


>
>-----Original Message-----
>From: M.Mashuri Alif <[EMAIL PROTECTED]>
>To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
>Date: Sunday, December 19, 1999 4:37 PM
>Subject: Re: TUGAS: Opini
>
>
>>
>>-----Original Message-----
>>From: M.Mashuri Alif <[EMAIL PROTECTED]>
>>To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
>>Date: Sunday, December 19, 1999 4:34 PM
>>Subject: TUGAS: Opini
>>
>>
>>>TUGAS, 01/Thn.I/Des 1999
>>>
>>>PERAN MEDIA MASSA:
>>>ANTARA BISNIS DAN KONTROL SOSIAL
>>>(dari acara Peringatan tragedi Semanggi)
>>>
>>>Oleh Linda Christanty
>>>
>>>    Kapitalisme media mempunyai peranan penting dalam pemilihan dan
>>>penyajian dan pempopuleran berita. Orang-orang yang berkecimpung dalam
>>media
>>>pers (cetak maupun elektronik) ini memiliki kekuasaan untuk membangun
>serta
>>>mengarahkan pemikiran publik, kemudian memperoleh income yang mampu
>>>menghidupi pelakunya dengan layak. ada sebuah kombinasi yang sempurna
>dalam
>>>bisnis media massa, yaitu sebagai alat kontrol sosial (sosial control)
>>>sekaligus tambang emas.
>>>    Bila menyoroti demonstrasi mahasiswa yang katanya mampu menggulingkan
>>>president atau rezim korup serta otoriter, maka kita akan menemukan suatu
>>>tindakan "jibaku" (rela mati) yang menerbitkan iba dan simpati. Menjelang
>>>kejatuhan Suharto pada bulan Mei 1998 itu, puluhan ribu mahasiswa dari
>>>berbagai kampus di Jakarta yang menginap di gedung DPR/MPR RI memperoleh
>>>nasi bungkus dari para simpatisan, perorangan maupun organisasi.
>Seringkali
>>>orang lupa bahwa yang amat berjasa dari awal hingga akhir kejatuhan itu ,
>>>bukan mahasiswa, LSM, elit politik sakit hati, atau partai-partai
oposisi,
>>>melainkan media massaSeluruh televisi swasta dan surat-surat kabar
>meliput,
>>>kemudian menyiarkan tragedi berdarah tadi ke seluruh Indonesia, bahkan
>>>dunia. Peristiwa bersejarah tersebut hadir dihadapan kita dan menimbulkan
>>>reaksi maupun aksi. tak ada dampak politik tanpa mereka. Apalagi,
jaringan
>>>media internet sanggup menyuguhkan berita paling aktual hanya dalam
>>hitungan
>>>menit ke penjuru dunia. Inilah yang dikatakan global village oleh pakar
>>>komunikasi MarsMcLuhan. Artinya, jaringan komunikasi telah menembus
>>>batas-batas geografi, negara, waktu dan musim di bumi. Bahkan menurut
>teman
>>>saya yang bekerja di bagian komunikasi UNESCO, Partai Amanat Nasional
>(PAN)
>>>bisa meraih rangking 5 dalam oemilu lantaran menguasai media. Ia tak bisa
>>>membayangkan bahwa di sebuah daerah terpencil ada pemancar radio milik
>akti
>>>PAN.
>>>    Pada tanggal 16 November lalu di Bentara Budaya diselengarakan satu
>>>paket acara untuk mengenang tragedi semanggi. Saya tak setuju pada bunyi
>>>salah-satu pamflet yang menyebutkan pristiwa tersebut sebagai gerakan
>>>mahasiswa 1998-1999, karena kata gerakan mengandung makna berkelanjutan.
>>>Saya pikir lebih tepat disebut momentum. Tetapi saya tetap antusias
>>>mengikuti kronologi acara. Pertama-tama tanpil Ny. Martini, Ibunda salah
>>>satu aktifis atau orgonisasi simpatisan.
>>>    Kemudian tibalah pemutaran cuplikan peristiwa semanggi di televisi.
>Ny.
>>>martini menekan remote control, berkali-kali. Namun, setelah dibantu
>>>seseorang barulah tanpil adegan di layar. Selanjutnya pidato Jakob Oetoma
>>>yang menghimbau mahasiswa kembali kekampus setelah berjuang bersama
>rakyat.
>>>Saya pikir inilah jerih payah KOMPAS. Dan yang membuat saya lebih kagum,
>>>pada kami dibagikan buku tentang federalisme. tanpaknya inipun suatu
usaha
>>>untuk memimpin dalam isu.
>>>    Para mahasiswa dengan bangga menunjuk-nunjuk layar televisi yang
>>>menayangkan adegan perkelahian mereka dengan polisi dan tentara.
>>>Kadang-kadang ada yang histeris . Beberapa kali terdengar umpatan. Saya
>tak
>>>tahu, apakah di sekeliling saya ketika itu memang hadir mahasiswa yang
>>>benar-benar berani di lapangan atau cuma pendengar cerita kawan-kawannya.
>>>Mudah0mudahan pidato
>>>Jakop tak salah sasaran.
>>>    Saya kira, di era terpuruknya perekonomian kita bisnis media harus
>>mampu
>>>membaca peluang untuk bisa bertahan dan maju. Tugasnya tak hanya
>>>mengetegahkan berita, melainkan membuat berita (news). Tetapi itulah
>>>resikonya, kalau dianggap tak punya nilai jual, jangan marah. Baru-baru
>ini
>>>seorang aktivis dari partai gurem mengeluh: "Kok, gua ngak diberitain
>lagi,
>>>Sih?"
>>>
>>>
>>
>


-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/




Kirim email ke