Hira,

Apa kabar ? Beberapa waktu yang lalu di World Bank -Washington DC ada 
seminar mengenai Genetic Engineering and Developing Countries. Maklum karena 
sibuk, saya hanya ikut ujung-ujungnya saja. Tetapi masalah GM memang benar 
akan jadi topik menarik pada abad mendatang.

Ada beberapa makalah yang sempat saya dapatkan. Jika anda berminat kemana 
saya kirim (alamat anda). Bagaimana pendapat negara kita tentang hal ini ? 
Salam buat rekan-rekan di Konphalindo. Kontak saya kalau kebetulan anda 
"nyasar" ke DC. Selamat Tahun Baru.

Rusdian Lubis

PS. Saya selalu baca email anda di milis ini.


>From: "Hira D.G." <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: "lingkungan" <[EMAIL PROTECTED]>
>Subject: [lingkungan] rekayasa genetika/surat para ilmuwan
>Date: Sat, 25 Dec 1999 14:06:57 +0700
>
>
>Kawan-kawan,
>
>Untuk menyambung diskusi mengenai rekayasa genetika, berikut ini sebuah
>surat terbuka dari beberapa ilmuwan dunia, termasuk dari AS dan Eropa serta
>Jepang yang mewanti-wanti bahaya lingkungan dan kesehatan dari pelepasan
>danpenggunaan produk rekayasa genetika. Teks lengkapnya dapat diperoleh
>dengan membuka website mereka. Demikian pula referensi dari beberapa temuan
>ilmiah.
>
>Berkaitan dengan isi surat ini maka artikel dari Witjak yang menggambarkan
>manfaat rekayasa genetika mungkin bisa dijadikan bahan pembanding.
>
>Salam
>hira
>
>
>Surat Terbuka
>Institute of Science in Society
>Website: www.i-sis.dircon.co.uk
>
>21 Oktober,1999
>
>Surat Terbuka dari Ilmuwan Dunia kepada Seluruh Pemerintah
>
>
>
>Kami para ilmuwan yang bertandatangan dibawah ini, meminta penghentian
>sementara (suspension)  dengan segera  seluruh pelepasan tanaman hasil
>rekayasa genetika (GM crops/Genetically Modified Crops) dan produk hasil
>rekayasa genetik (GM Product/Genetically Modified Products) ke alam;
>pembatalan dan larangan pemberian paten atas makhluk hidup dan
>proses-proses hidup (living processes); dan  penyelidikan publik  yang
>komprehensif tentang masa depan pertanian dan keamanan pangan untuk seluruh
>umat manusia.
>1.     Paten atas makhluk hidup dan  proses mengancam kemananan pangan,
>memperkuat  penjarahan  pengetahuan tradisional (indigenous knowledge) dan
>sumber daya genetik,  melanggar hak asasi  dan martabat manusia,
>mempertaruhkan kesehatan, merintangi riset keilmuwan  dan medis, dan
>bertentangan dengan kesejahteraan hewan. Jasad hidup seperti organisme,
>benih-benih, garis  sel (cell line) dan gen merupakan penemuan
>(discoveries) dan tidak dapat dipatenkan. Teknik-teknik GM yang
>mengekploitasi proses-proses hidup tidak dapat diandalkan,  tidak dapat
>dikontrol dan tidak dapat diperkirakan, serta tidak memenuhi kualifikasi
>sebagai penciptaan (invention). Lebih jauh lagi, teknik-teknik tersebut
>berbahaya secara ineheren sebagaimana banyak produk atau organisme hasil
>rekayasa genetika.
>2. Semakin jelas bahwa tanaman hasil rekayasa genetika saat ini tidak
>dibutuhkan dan juga tidak menguntungkan. Tanaman transgenik merupakan
>penyimpangan yang berbahaya dari pekerjaan menyediakan  pangan dan
>kesehatan di seluruh dunia.
>3. Janji yang diberikan oleh tanaman rekayasa genetik, seperti untuk
>mengikat nitrogen, tahan kemarau, meningkatkan hasil, dan "memberi makan"
>bagi dunia telah didengung-dengungkan sejak 30 tahun lalu. Janji-janji
>tersebut telah membangun industri bernilai jutaan dolar yang dikontrol
>hanya oleh sekelompok kecil perusahaan raksasa.
>
>4. Keajaiban tanaman hasil rekayasa genetika tak terwujud. Sebaliknya,
>semua tanaman hasil rekayasa genetika di dunia hanya mempunyai dua ciri
>sederhana. Lebih dari 70 %  tanaman hasil rekayasa genetika tahan terhadap
>herbisida berspektrum  luas, dimana  perusahaan merekayasa  tanaman  agar
>menjadi tahan terhadap herbisida buatan mereka sendiri. Sisanya direkayasa
>dengan toksin bt (bt-toxins) untuk membunuh hama serangga.  Sekitar 65 juta
>acre lahan di AS, Argentina, dan Kanada ditanami dengan tanaman hasil
>rekayasa genetika pada tahun 1998. Survey  terakhir di AS sebagai negara
>pengembang tanaman hasil rekayasa genetika terbesar, memperlihatkan tidak
>adanya keuntungan yang signifikan.  Panen kedelai tahan herbisida, tanaman
>hasil rekayasa genetika yang paling banyak dibudidayakan ternyata  6.7 %
>lebih rendah  dibandingkan dengan kedelai biasa, dan membutuhkan herbisida
>dua sampai lima kali lebih banyak dari herbisida yang dibutuhkan untuk
>penanaman kedelai alami.
>
>5. Menurut Program pangan PBB,  terdapat cukup pangan untuk memberikan
>makan orang sejumlah 1,5 kali populasi dunia. Hasil sereal dunia secara
>konsisten telah melampaui pertumbuhan populasi sejak tahun 1980, tetapi
>masih ada satu milyar  orang yang kelaparan. Hal ini merupakan akibat dari
>praktek monopoli yang dilakukan perusahaan dibawah bendera globalisasi
>ekonomi dimana yang miskin semakin menjadi miskin dan lapar. Petani kecil
>di seluruh dunia menjadi semakin miskin dan terpaksa 'bunuh diri'  akibat
>kondisi tersebut.  Antara tahun 1993 dan 1997 jumlah pertanian ukuran
>menengah di AS turun sebanyak 74.440 dan saat ini  petani mendapat
>penghasilan dibawah biaya produksi rata-rata untuk produksi mereka. Kini,
>empat perusahaan  mengkontrol 85 % perdagangan sereal seluruh dunia.
>6. Paten baru atas benih akan mengintensifkan monopoli perusahaan dengan
>mencegah petani  menyimpan dan menanam kembali benih-benih mereka, dimana
>dua kegiatan tersebut masih dilakukan oleh para petani di negara dunia
>ketiga. Christian Aid, sebuah organisasi sosial besar yang bekerja dengan
>negara dunia ketiga, menyimpulkan bahwa tanaman hasil rekayasa genetika
>akan menyebabkan pengangguran, membuat hutang negara dunia ketiga semakin
>banyak, mengancam sistem pertanian berkelanjutan, dan merusak lingkungan
>hidup. Sehingga dapat diramalkan akan terjadi kelaparan di negara-negara
>termiskin dunia.
>
>7. Sebuah koalisi kelompok keluarga petani (family farming) di AS,
>mengeluarkan  daftar tuntutan  yang komprehensif, termasuk penolakan
>terhadap kepemilikan segala bentuk makhluk hidup; penangguhan penjualan,
>pelepasan, dan persetujuan lebih jauh terhadap semua tanaman dan produk
>hasil rekayasa genetika sampai dihasilkan suatu analisis yang komprehensif
>(assesment) mengenai dampak sosial, lingkungan hidup, kesehatan dan
>ekonomis yang ditimbulkan tanaman hasil rekayasa genetika; dan agar
>perusahaan dibebani  pertanggungjawaban atas semua kerusakan yang
>disebabkan oleh tanaman hasil rekayasa genetika dan produknya terhadap
>ternak, manusia dan lingkungan. Mereka juga meminta penangguhan atas semua
>merger dan akuisisi perusahaan, penangguhan atas penutupan  lahan
>pertanian, dan permintaan untuk mengakhiri kebijakan-kebijakan pemerintah
>yang 'melayani' kepentingan agribisnis besar yang mengorbankan keluarga
>petani,  pembayar pajak, dan lingkungan hidup.
>
>8. Bahaya tanaman hasil rekayasa genetika kini mulai nampak, beberapa
>diantaranya bahkan diakui oleh sumber-sumber di pemerintahan  AS dan
>Inggris. Sebagai contoh,  Kementrian Pertanian, Perikanan dan Pangan atau
>MAFF ( Ministry of Agriculture, Fisheries and Food) Inggris mengakui bahwa
>perpindahan (transfer) tanaman hasil rekayasa genetika maupun pollennya
>(serbuk sari)  ke luar lahan tak dapat dicegah, dan hal ini telah
>menciptakan gulma  yang tahan herbisida. Hama Serangga yang tahan terhadap
>Bt-toxin lambat laun berkembang sebagai respon keberadaan toxin tersebut
>secara terus menerus dalam tanaman hasil rekayasa genetika selama musim
>tanam, dan lembaga Perlindungan Lingkungan Hidup Amerika Serikat (U.S.
>Environment Protection Agency) memberikan rekomendasi kepada para petani
>untuk menanam  tanaman non-rekayasa  hingga  40% dengan maksud untuk
>menciptakan 'tempat aman' bagi hama serangga  yang tidak resisten.
>Herbisida berspektrum luas yang digunakan dengan tanaman hasil rekayasa
>genetika yang resisten terhadap herbisida tak hanya membunuh spesies liar
>secara tak pandang bulu, tetapi juga beracun bagi binatang-binatang. Satu
>diantaranya, yaitu glufosinat' menyebabkan cacat lahir pada  mamalia.
>Sebuah studi yang Swedia sekarang ini mengkaitkan herbisida terlaris,
>'glyphosate' dengan penyakit non-Hodgkin Lymphoma. Tanaman hasil rekayasa
>genetika dengan bt-toxin membunuh serangga yang menguntungkan seperti,
>lebah dam  dan serbuk sari dari jagung-bt mematikan kupu-kupu.  Ditemukan
>fakta bahwa kentang yang direkayasa dengan  'snowdrop lectin'  dapat
>mengancam kepik, dan sekarang dikonfirmasikan bahwa kentang tersebut
>beracun bagi anak tikus.
>
>9. Produk yang dihasilkan dari organisme hasil rekayasa genetika juga telah
>diketahui bahayanya. Sebagai contoh,  satu kelompok tryptophan yang
>dihasilkan oleh mikroorganisme hasil rekayasa genetik dikaitkan dengan
>paling tidak 37 kasus kematian dan 1500 penyakit parah. Hormon pertumbuhan
>Bovine hasil rekayasa genetik yang disuntikkan ke sapi untuk meningkatkan
>hasil susu  tidak hanya menyebabkan penderitaan dan penyakit  pada sapi
>tetapi juga meningkatkan kandungan IGF-1 dalam susu sapi, yang dikaitkan
>dengan  penyebab kanker  prostat dan payudara pada manusia. Sehingga
>masyarakat perlu dilindungi dari dari semua produk hasil rekayasa genetik
>dan tidak hanya produk hasil rekayasa genetik yang mengandung DNA atau
>protein transgenik.
>
>10. Sumber potensi bahaya bagi kesehatan dari tanaman hasil rekasaya
>genetika  adalah transfer horisontal sekunder DNA transgenik kepada spesies
>yang tak berhubungan;  secara prinsip, kepada  semua spesies yang
>berinteraksi dengan tanaman transgenik. Penyebaran gen penanda resistensi
>terhadap antibiotik pada  patogen merupakan  bahaya yang paling mendesak
>larema alam  lebih jauh mempengaruhi  pengobatan terhadap penyakit yang
>tahan terhadap obat dan antibiotik yang kini kembali merebak di seluruh
>dunia. Masuknya DNA asing secara acak kedalam genom yang berkaitan  dengan
>transfer horisontal DNA transgenik juga dapat menimbulkan efek berbahaya,
>termasuk kanker pada sel-sel mamalia. Potensi transfer gen secara
>horisontal ini sekarang juga telah diakui oleh berbagai sumber di
>pemerintah AS dan Inggris.
>
>11. Kemungkinan masuknya 'naked (telanjang)  DNA' atau 'free (bebas) DNA'
>dalam sel-sel mamalia secara eksplisit dinyatakan dalam  draft panduan U.S.
>Food and Drug Administration (FDA) untuk  industri  gen penanda yang tahan
>antibiotik. Menanggapi dokumen FDA tersebut, MAFF Inggris, menyatakan bahwa
>DNA Transgenik dapat berpindah tak hanya melalui 'saluran pencernaan,
>tetapi juga melalui kontak dengan debu tanaman dan serbuk sari yang terbang
>selama melakukan pekerjaan tani  dan mengolah makanan, dan melaporkan  pula
>  beberapa penemuan baru yang signifikan tentang  masalah tersebut.
>
>12.  Dengan demikian,  DNA tanaman tidak mudah diuraikan pada saat
>pengolahan makanan komersial. Prosedur seperti penggilingan  membiarkan
>DNA biji-bijian  tetap utuh, demikian pula pemanasan  sampai 90 derajat
>celcius. Tanaman disimpan dalam gudang penunjukkan degradasi  DNA yang
>rendah, dan laporan khusus MAFF Inggris menyarankan agar tidak menggunakan
>tanaman transgenik yang telah disimpan di gudang  untuk makanan hewan.
>
>13. Surat dari MAFF Inggris kepada FDA AS juga menyebutkan penemuan baru
>bahwa mulut manusia mengandung  bakteri yang dapat mengambil  DNA telanjang
>yang mengandung  gen resistensi terhadap antibiotik;     bakteri yang dapat
>berubah  seperti ini juga  terdapat dalam  saluran  pernafasan manusia.
>14. Tetapi kedua instansi tersebut gagal  mempertimbangkan bahwa  bahwa
>serbuk sari transgenik selain dapat meningkatkan tingkat alergenitas dan
>keracunan juga  pasti dapat  menyebar jauh ke luar ladang.  Begitu pula,
>praktek  yang tidak diatur saat ini dalam hal  memberi makan  ternak dengan
>biji-bijian dan sisa-sisa tanaman transgenik, serta  limbah transgenik,
>baik  yang sudah mengalami penyimpanan maupun tidak,  berbahaya bagi
>kesehatan hewan ternak dan manusia dalam hal penyebaran  gen penanda
>resistensi antibiotik  dan DNA transgenik lainnya.
>
>15. Kekhawatiran lain tentang dampak kesehatan ditimbulkan pula oleh
>cauliflower  mosaic viral promoter  (CaMV) dalam DNA  transgenik. CaMV
>promoter, yang  banyak digunakan  dalam 'expression cassettes' transgen,
>diketahui mengandung 'recombination hotspot'. Salah satu mekanisme
>rekombinasi yang biasa digunakan adalah   memisahkan dan menggabungkan
>DNA berantai ganda ( 'double-stranded DNA' ) dengan DNA berantai ganda
>lainnya. Hal ini diidentifikasi sebagai mekanisme yang mengembangkan
>berbagai macam garis/galur  padi transgenik yang berbeda selama percobaan
>transformasi rutin. Rekombinasi ekstensif  pada hotspot telah terjadi
>walaupun tidak ada rekombinase viral, yang menunjukkan bahwa sel tanaman
>dapat mengkatalisis rekombinasi demikian. Jadi,  CaMV promoter mengalami
>peningkatan  kemampuan untuk melakuan transfer horizontal, dengan potensi
>membawa akibat berbahaya.
>
>16. CaMV  erat terkait dengan virus hepatitis B pada manusia, dan  juga
>memiliki sebuah gen trankskriptase reversal (reverse transcriptase gene)
>yang  berkaitan dengan yang ada pada  retrovirus seperti HIV penyebab AIDS.
>Jadi,  CaMV  promoter tak hanya meningkatkan  transfer gen horisontal,
>tetapi memiliki potensi untuk mengaktifkan kembali  'virus yang dorman
>(yang ada dalam semua genom) dan untuk menghasilkan virus-virus baru
>melalui  rekombinasi.
>
>17. British Medical Association (Persatuan Dokter Inggeris) dalam laporan
>interim mereka ( diterbitkan pada bulan Mei 1999), menyerukan  moratorium
>tak berjangka  atas pelepasan GMOs selama belum ada hasil  riset lebih jauh
>mengenai alergi baru, penyebaran gen resistensi antibiotik   dan dampak
>DNA transgenik. Posisi ini  selaras dengan prinsip pencegahan dini
>(precautionary principle).
>
>18. Berlawanan dengan  klaim pemerintah Inggris, tidak ada hasil berguna
>yang dapat  dicapai dalam percobaan lapangan kanola dan jagung  transgenik
>yang tahan terhadap herbisida  dimana penyebaran serbuk sari  transgenik
>tak dapat dikendalikan, sementara instansi  tidak ada rusaha untuk
>memonitor transfer gen horisontal ataupun dampaknya bagi kesehatan.
>
>19. Kami mendesak semua pemerintah untuk secara serius mempertimbangkan
>bukti ilmiah yang substansial tentang ini  bahaya yang ditimbulkan oleh
>teknologi rekayasa genetik serta banyak produknya.  Kami juga   mendesak
>semua pemerintah untuk memberlakukan moratorium pada pelepasan organisme
>hasil rekayasa genetik yang baru sesuai dengan  prinsip 'pencegahan dini'
>serta  merundingkan sebuah Protokol Keamanan Hayati (Biosafety Protocol)
>Internasional yang kuat dan efektif dibawah Konvensi Keanekaragaman Hayati
>(CBD), dan menjamin bahwa legislasi keamanan hayati baik di tingkat
>nasional maupun  internasional lebih dipentingkan daripada
>perjanjian-perjanjian perdagangan dan finansial WTO.
>
>20. Riset tentang  sistem pertanian non-korporasi yang berkelanjutan dan
>tidak melibatkan tanaman transgenik  harus secara luas didukung. Banyak
>sistem tersebut terbukti meningkatkan hasil panen bagi keluarga petani,
>mengurangi dampak lingkungan dan memperbaiki gizi serta kesehatan seluruh
>umat manusia.
>
>Pernyataan Ilmuwan Dunia ini diluncurkan di Cartagena, Kolombia, (Feb.
>1999) selama Konferensi Internasional tentang Biosafety Protocol, UN
>Convention of Biological Diversity, dan menghimabu  semua pemerintah untuk:
>Memberlakukan moratorium  resmi  sesegera mungkin atas pelepasan tanaman,
>makanan dan pakan ternak transgenik ke lingkungan selama paling sedikit
>lima tahun.
>Melarang  Paten atas organisme hidup, cell lines dan gen.
>Mendukung penyelidikan  publik yang independen tentang  masa depan
>pertanian dan ketahanan  panagan bagi semua, dengan mempertimbangkan
>seluruh temuan ilmiah serta  implikasi etika dan sosial ekonomi-nya.
>
>Ditandatangani oleh 136 ilmuwan  dari 27 negara.
>
>
>
>
>
>-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/
>
>
>
>
>

______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com


-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/




Kirim email ke