Bung Hasjrul,

Saya tidak menangani secara langsung masalah kehutanan dan Indoneia, 
keduanya bukan wewenang saya. Tugas khusus saya di WB adalah mengkoordinir 
AMDAL (seperti kerjaan saya dulu di Bapedal, cuma skalanya yang berbeda). 
Masalah kehutanan ditangani langsung oleh kawan-kawan di WB Jakarta.Tanyakan 
ke mereka tentang kesan anda.Masalah kehutanan di tanah air sudah demikian 
menjengkelkan. Tindakan Menhutbun, jika dilandasi oleh iktikad baik untuk 
memperbaiki kondisi ini, selayaknya didukung. Terlepas dari masalah internal 
dan bagaimana Menhutbun melakukannya, itu urusan lain. Biarpun saya juga 
heran apa nggak ada seorangpun di Dephutbun yang masih "bersih" dan 
professional, rasanya mungkin ada. But, this is not the issue. Yang penting 
kehutanan Indonesia harus diperbaiki.

Rusdian

>From: skephieu <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: Milis Lingkungan <[EMAIL PROTECTED]>
>Subject: [lingkungan] Pertanyaan soal Policy Kehutanan IMF dan Bank Dunia
>Date: Tue, 4 Jan 2000 08:26:05 +0100 (CET)
>
>Bung Rusdian,
>
>Saya sebetulnya sudah dari dulu ingin mengontak anda, waktu itu saya
>kampanye international Anti Proyek Lahan Gambut di Kalteng. Anda waktu
>itu di Bappedal. Saya masih menerka-nerka, apakah anda sekarang di "DC"
>itu bekerja di IMF atau Bank Dunia. Maaf, kalau saya salah.
>
>Saya sudah menarik kesimpulan, bahwa soal Dephutbun itu, hanya ada satu
>OPTION, yaitu INTERVENSI dari luar, baik dari luar Dephutbun sendiri di
>dalam negri (politik nasional), maupun dari luar negri, umpamanya dari
>IMF dan Bank Dunia. Saya menyadari bahwa di Indonesia ada orang LSM yang
>tidak menyetujui intervensi IMF dan Bank Dunia. Namun, posisi "New Left"
>ini sementara tidak saya anggap relevan, karena mereka di Indonesia
>kurang atau nggak pernah "turba", lain dengan di India.
>
>Anda tentunya mengetahui bhw. segala upaya dan masukan2 IMF dan Tim
>Reformasi sampai sekarang tidak digubris oleh Dephut. Sangat berbeda
>dengan "goyangan" Bank Dunia di departemen PU/Pengairan tahun lalu.
>Ternyata PU "terbanting" dan obokan Bank Dunia disana tidak destruktif,
>malah berhasil menegakkan beberapa pendekatan baru. A.l. suara dan
>kebijakan masyarakat di daerah menjadi salah satu pertimbangan penting,
>ump. dalam proyek pengairan.
>
>Saya tahu bahwa orang2 Bank Dunia di Jakarta sudah sangat sebel dengan
>sikap "kalangan yang berkuasa" di Dephutbun, ambil contoh kasus praktis,
>perambahan hutan di TN. Kerinci Seblat yang nota bene didanai Bank
>Dunia. Dirjen-Dirjen yang bersangkutan cuek saja sewaktu dilaporkan ulah
>anak-anak perusahaan Mujur Group dalam menebang di areaal TN dan
>mengkonversi hutan kelolaannya menjadi perkebunan kelapa sawit. Dalam
>diskusi policy, juga sudah ada yang mengeritik Policy Review Bank Dunia
>tentang Sektor Kehutanan Indonesia.
>
>Dapatkah anda menceritakan, apa assesment anda tentang posisi dan status
>diskusi yang terjadi di kalangan dua institusi internasional ini
>sehubungan dengan Dephutbun?.
>
>Saya tunggu penjelasan dari anda, karena anda berada di "DC", kota
>"jantung" yang sangat mengatur dunia.
>
>Hasjrul Junaid
>(International Campaign Officer of SKEPHI in the European Union)
>
>
>
>-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/
>
>
>
>
>

______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com


-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/




Kirim email ke