http://www.mediaindo.co.id/detail_news.asp?id=2000020200125338 Rabu, 2 Februari 2000 Pemerintah tak Gegabah Izinkan Produk `Transgenik` Media Indonesia - Kesra (2/2/00) JAKARTA (Media): Pemerintah tidak akan gegabah mengeluarkan izin bagi swasta untuk memproduksi komoditas pertanian hasil rekayasa genetika atau transgenik di Indonesia karena produk bioteknologi tersebut masih menjadi bahan perdebatan dalam masyarakat. "Hingga saat ini Menteri Pertanian belum pernah melepas satu pun varietas transgenik hasil bioteknologi, sebab sebelum dilepas harus diuji dan diteliti terlebih dahulu oleh Badan Benih Nasional, yang diketuai Mentan," kata Ketua Badan Penelitian dan Pengembangan Deptan Joko Budianto di sela-sela International Workshop on Biosaafety and Food Safety of Genetically Engineered Products di Jakarta, kemarin. Dia mengatakan, produk bioteknologi yang diharapkan yaitu hasil teknologi yang ramah lingkungan. Selebihnya, kemampuan menangangi masalah pertanian yang tak dapat diselesaikan secara konvensional. Varietas tanaman transgenik seperti disosialisasikan produsennya mempunyai daya tahan terhadap serangan hama dan penyakit serta mampu meningkatkan mutu produk namun hingga kini masih terjadi pro-kontra di masyarakat karena adanya dampak negatif yang ditimbulkannya. Saat ini, secara resmi dan komersial pemerintah belum melepas tanaman hasil bioteknologi, namun Joko mengakui ada kemungkinan secara diam-diam varietas tanaman transgenik ditanam masyarakat atau dimasukkan dari luar negeri. Dikatakannya, setiap kegiatan mengeluarkan produk pertanian termasuk hasil bioteknologi sebagaimana diatur dalam UU No 12/1992 mengenai budi daya tanaman harus dilakukan seizin Menteri Pertanian dan yang melanggarnya dapat dikenai sanksi. "Saat ini Litbang sangat hati-hati melakukan penelitian terhadap varietas tanaman transgenik bahkan kini sedang dilakukan kerja sama dengan berbagai pihak di bidang penelitian bioteknologi, seperti LIPI, BPPT, perguruan tinggi," katanya. Sementara itu dalam sambutan yang di bacakan Kabalitbang Deptan, Menteri Pertanian M Prakosa mengatakan, produksi pertanian dihadapkan adanya cekaman biotik dan abiotik yang mengganggu. Namun dengan bioteknologi mampu dijadikan resistan terhadap gangguan tersebut sehingga bioteknologi memiliki potensi meningkatkan hasil pertanian. Menurut dia, bioteknologi tak akan menggantikan pemuliaan tanaman konvensional namun justru melengkapinya untuk menghasilkan dampak yang bersinergi. Karenanya penerapan bioteknologi pertanian perlu dilakukan secara hati-hati dan bijaksana agar menguntungkan petani dan konsumen. Kepala Balitbang Pangan Bogor, M Herman mengatakan, saat ini telah ada dua perusahaan dan satu lembaga penelitian di tanah air mengajukan izin memproduksi komoditas pertanian hasil rekayasa genetika, seperti Jagung Bt, Kapas Bt, Jagung tahan herbisida (Roundup Ready corn), kapas dan kedelai tahan glyphosate yang sedang diteliti lembaganya.(Men) -- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/
