Karena tidak ada tanggapan..mungkin diskusi kita bisa dialihkan ke
kebijaksanaan pemerintah dalam menggunakan "non-renewable resources" dan
dampaknya baik sosial, ekonomi, maupun lingkungan. Toh akhirnya, kita harus
membawa contoh kasus .. antara lain juga termasuk Freeport. Dengan demikian
kita juga bisa menganalisis apakah Freeport bener-bener memberikan
kontribusi dalam pembangunan Indonesia, atau malah akhirnya membebani
pemerintah dan rakyat dengan biaya sosial yang harus ditanggung. Kan mas
Hari punya hasil audit Freeport. Kalau bahannya bisa dikirim pakai e-mail,
tolong aku juga dikirim. Kalau engga bisa, gimana kalau daftar isi dari
laporan auditnya ditayangkan disini.
Eh. ngomomg-ngomong, apakah Arimbi juga subscribe network ini?? Saya pernah
memberikan paper yang saya tulis tentang Freeport waktu ngambil pelajaran "
business and government relationship" ke Arimbi, tapi tahunnya sudah kuno
1992 . Data-data yang saya pakai cukup akurat, selain dari production plan
Freeport yang disampaikan ke Pemerintah untuk perpanjangan kontrak, banyak
pula data yang saya ambil dari journal-journal mining. Selain itu data
mengenai pajak dan pembayran royalti Freeport juga ada dipaper tersebut,
termasuk perbandingan antara kerjasama Freeport dengan pemerintah dan
kerjasama pemerintah dengan perusahann tambang lainnya sesudah era-70 an
antara lain INCO. Mudah-mudahan Arimbi masih punya hard copy nya, karena
saya tidak berhasil menemukan lagi aslinya dan diskett-nya. Bimbi please
kasih kabar. Kalau hard-copy paper saya ada, tentu saja bisa dipakai bahan
tambahan untuk diskusi ini.
Terimakasih,
Dewi N. Utami
----- Original Message -----
From: Harry Surjadi <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, March 10, 2000 11:48 AM
Subject: RE: [lingkungan] Mohon Tolong
> Teman-teman,
> Saya berusaha mengontak Freeport. Sebagian pesan sudah saya forward ke
Simon
> (stafnya Yuli). Dan saya juga sudah subscribe emailnya. Saya tidak tahu
> apakah memang ada "gerakan tutup mulut" di Freeport.
> Saya kira media ini adalah media demokratis, pembahasan di sini bukan
> berdasarkan sentimen atau sekedar maki-maki. Kalau memang Freeport ada
> "gerakan tutup mulut" diskusi tetap bisa kita lanjutkan.
> Saya memiliki satu set hasil audit yang belum lama ini diributkan. Saya
> sedang membacanya. Kalau ada yang berminat bisa mengkopi milik saya atau
> meminta ke Freeport.
> Saya tunggu komentar dari Freeport juga dan teman-teman.
> Harry
>
> Wah gimana nih,
>
> Teman-teman dari Freeport kayaknya tidak ada yang mau menanggapi, apa
karena
> masalah ini terlalu sensitif bagi mereka (atau tepatnya posisi mereka).
Kita
> disini kan sebenarnya cuma pingin tahu gimana sih yang terjadi dan diskusi
> bersama bagaimana kemungkinan solusinya. Tapi kalau ternyata tidak ada
> tanggapan bagaimana kita bisa tahu, atau nanti malah teman-teman disangka
> sebagai pro status-quo.
>
> Menurut saya ada baiknya dari pertanyaan-pertanyaan yang kemarin-kemarin
> dilontarkan dijawab olehh mereka yang bersangkuta, apapu adanya, kan
katanya
> kita sekarang harus transparansi dan tidak ada yang perlu ditakutkan lagi
> (kalau memang benar).
>
> Kita tunggu tanggapannya..... trims.....
>
> VS
>
> -----Original Message-----
> From: Ninil [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: Sunday, March 05, 2000 7:09 PM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Cc: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Re: [lingkungan] Mohon Tolong
>
>
> Ada Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) yg bisa dikontak untuk banyak
> bercerita soal Tambang dll. Terutama Freeport. Ada Bapak Chalid Muh.
disana
> yang (kalo ada di Jakarta) bisa dikontak 24 Jam via telpon. Sempat nongol
di
> Buletin Malam minggu yang lalu, bicara soal Freeport Pula.
>
> Sebenarnya sih... soal Freeport ini, Kawan2 mau tenang-tenang dulu... eh
> tapi ada Bapak H.K yang dianggap ngomong se-enak udelnya soal Indonesia,
> Ya... "Kita balas saja sekarang".
>
> Ini bukan HANYA soal kasus pencemaran.... Ini kasus HAM, politik, dll.
> Contohnya saja.... Kontrak dengan Freeport ditandatangani sebelum tahun
1967
> (Sebelum Papua "masuk" Indonesia), Nah siapa yang tanda tangan?
>
> So, sebelum berpanjang-panjang: Mudah2 an ini berguna (Tolong di Ing-gris
> kan Ya, saya gagap).
> Jaringan Advokasi Tambang:
> Kontak: Chalid Muhammad, Esti, Icha
> Jl.Mampang Prapatan VIII-D/15
> T:021 7941069
> Email: [EMAIL PROTECTED]
>
> Atau:
> Robert Mandosir
> Jl.Tobati No.81 Asano -Abepura
> Jayapura Papua
> T/F:0967 - 584671
>
> Ninil - Surabaya
>
> ----- Original Message -----
> From: Bruce Marsh <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>
> Cc: Elly Rasdiani <[EMAIL PROTECTED]>; Yuli Ismartono
> <[EMAIL PROTECTED]>; Wisnu Susetyo <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: 01 Maret 2000 8:23
> Subject: RE: [lingkungan] Mohon Tolong
>
>
> | Liston:
> |
> | My name is Bruce Marsh and I work in the environmental department at PT
> | Freeport Indonesia. I would be happy to call you and talk to you about
> our
> | environmental programs or if you would rather have the discussion in
> Bahasa
> | Indonesia then Wisnu can call you.
> |
> | Please let me know when and where I should call. My phone number in
> Jakarta
> | is 21-259-1817
> | Thanks.
> |
> | Bruce
>
>
> --
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/
>
>
>
>
> --
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/
>
>
>
>
>
>
--
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/