Lambang Negara RI
Burung Garuda                        SIARAN PERS             
____________________________________________________________________________
______

Biro Pers dan Media, Sekretariat Presiden
Jl. Veteran 17 Jakarta 10110, Tel 3840564, 3868189 Fax 38..... (tidak
terbaca)
____________________________________________________________________________
______

PRESIDEN : NASIB PABRIK INDORAYON AKAN DITENTUKAN 
SETELAH DIAUDIT TOTAL

Jakarta, 30 Maret 2000- Presiden KH Abdurrahman Wahid menjelaskan bahwa
mengenai masalah Indorayon, kita harus tetap menghargai perjanjian
internasional. Hal ini disampaikan oleh Kepala Negara setelah mendengar
keluhan dan tuntutan penduduk sekitar lokasi pabrik yang tergabung dalam
Masyarakat Toba Samosir, pagi tadi di Bina Graha.
        Pabrik Indorayon, seperti diketahui, telah dihentikan operasinya
beberapa waktu lalu, dan Menteri Lingkungan Hidup Sony Keraf
merekomendasikan untuk ditutup.
        Ketika menerima delapan orang dari perwakilan Masyarakat Toba
Samosir yang didampingi oleh Direktur WALHI Emmy Hafild serta Direktur WALHI
Sumatera Utara Effendi Pandjaitan, Presiden Wahid menegaskan bahwa
ketentuan-ketentuan yang ada tetap dihargai dan oleh karena itu nasib pabrik
Indorayon akan ditentukan kemudian setelah dilakukan audit total, khususnya
yang menyangkut dampak terhadap lingkungan.
        Audit akan dilakukan tanpa mengoperasikan kembali pabrik tersebut
agar tidak menggangu lingkukan sekitarnya. Saran Kepala Negara ini didasari
untuk mengutamakan tuntutan rakyat sekeliling pabrik yang akan terganggu
apabila pabrik dioperasikan kembali. 
        Pada kesempatan yang sama Presiden juga berharap agar semua pihak
menghargai keputusan yang diambil setelah audit total dilakukan dan
penyelesaian sengketa melalui arbitrase internasional seperti yang telah
ditetapkan.

-selesai-




--
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/





Kirim email ke