Pak Barita,

Gambaran LSM yang akan kami dirikan adalah sebagai berikut :

Kegiatan yang rencananya dicakup (beberapa merupakan rencana jk panjang):
1. Diseminasi informasi lingkungan.
2. Pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar Taman Nasional.
3. Pelatihan lingkungan.
4. Ekowisata.
5. dsb.

Dengan gambaran kegiatan yang direncanakan, tentunya kegiatan LSM ini
bersifat terus-menerus, bukan hanya 1 atau 2 kegiatan trus tidak mengadakan
lagi alias tewas.
Dan LSM ini maunya konseptor lah.. jadi mengcreate kegiatan dan
mengimplementasikannya.

Kayaknya bentuk yang pas yayasan aja..ya....
Kalo di yayasan itu kan ada Dewan Pendiri, Dewan Pengurus.. apakah fungsinya
masing-masing itu seperti Dewan Komisaris dan Direktur dalam perusahaan ?
Fungsi masing-masing Dewan tsb apa ?

Boleh enggak, LSM/Yayasan ini untuk pendanaannya disamping dari lembaga
donor, juga mengadakan kegiatan lain bersifat profit oriented misalnya jual
t-shirt, atau membuka toko perlengkapan outdoor sport atau semacamnya lah ?

Tolong dong.... saya betul-betul awam nih... Beri Pencerahan, dong...
Bila ada yang punya draft lsm/yayasan lingkungan saya sangat menghargai bila
ada yang mau berbagi dengan saya....

Makasih Pak Barita atas tanggapannya....

Suwoko Mawidhi,
[EMAIL PROTECTED]




----- Original Message -----
From: Barita Manullang <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Monday, April 17, 2000 08:58 WIB
Subject: Re: [lingkungan] Bantuan Mendirikan LSM/Yayasan Lingkungan


> Bung Suwoko dan rekan2 pembaca lainnya,
>
> Saya mencoba untuk membantu Anda dengan menjawab satu persatu
pertanyaannya:
>
> 1.  Soal bentuk badan hukum yang cocok untuk kegiatan LSM Anda:
> Tergantung banyak hal, misalnya:
> a. secara waktu: apakah kegiatannya akan terus-menerus (seperti kerja
dinas
> kebersihan yang tugasnya membersihkan sampah), sekali-sekali (seperti
kerja
> barisan pemadam kebakaran, tapi tetap harus 'stand by'), atau
> b. secara jumlah: apakah kegiatannya melibatkan banyak orang sebagai
> pelaksana atau sebagai 'target group.'
> c. secara jenis kegiatan: kebanyakan 'in door' ataukah 'out door.'
> d. secara bidang keahlian: khusus (spesifik) ataukah umum.
> e. dll.
>
> 2. Pendanaan bagaimana ?
> Ini pun tergantung lagi dari banyak hal, misalnya: Apakah fungsi yang LSM
> Anda maui?
> a. Kalau jadi implementor, misalnya di program kebersihan (soal sampah),
> Anda bisa saja 'minta borongan' dari fasilitator, jadi Pemda-lah yang
> menjadi salah satu penyandang dana.  Jenis beginian mirip kerja
kontraktor,
> yang harus ikut tender dulu untuk mendapatkan borongan kerjaan.
> b. Kalau jadi konseptor, Anda harus kreatif, misalnya kalau Anda punya
cara
> yang genius dan inovatif untuk menghentikan penjarahan hutan di Riau,
> sebar-luaskanlah ide Anda dan 'jual' -lah konsep Anda ke Lembaga2
penyandang
> dana, misalnya World Bank, ADB, dll.
> c. Kalau jadi fasilitator: sumber dana mirip dengan a (lihat di atas),
tapi
> pengalaman diperlukan disini.  Kelihatannya, jadi implementor dulu baru
jadi
> fasilitator.
>
> 3. Mengajukannya gimana ?
> Tergantung lagi akan banyak hal, yang penting disini adalah adanya
informasi
> dan informasi sekarang berada di mana-mana (misalnya di web-site/internet,
> media cetak, dll).  Ada yang baru bisa diajukan kalau memang diminta oleh
> penyandang dana (kalau memang idenya dari penyandang dana) dan ada yang
> sebaliknya.
> Biasanya 'proposal' yang diminta oleh penyandang dana harus mengikuti
> 'format' yang dimaui penyandang dana, tanyakan saja kepada mereka.
> Sebenarnya ada 'standard format' yang baku, yaitu yang singkat, padat, dan
> ringkas, jadi tidak ber-tele2.  Ini yang sering sulit dilakukan oleh
> kebanyakan orang, karena struktur bahasa kita yang cenderung ber-tele2,
tapi
> biasakanlah.
> Lobby, diskusi dan negosiasi adalah forum yang paling cocok untuk
dilakukan
> sebelum kita mengajukannya secara tertulis.
>
> Sekedar tambahan:
> Ada beberapa jenis LSM, yang 'plat' hitam, artinya murni dari bawah, ada
> yang 'plat' merah dan juga ada yang 'plat kuning.'  Saya pikir Anda dan
> rekan2 lain disini mengerti maksud saya.
> Baru pada jamannya Emil Salim-lah nama Ornop (Organisasi Non Pemerintah)
> diganti menjadi LSM,  yang di dalam bahasa Inggeris-nya masih memakai NGO
> (Non Government Organization).
> Yang terpenting dan merupakan kata kunci pada pendirian LSM adalah
komitmen
> dan pada pelaksanaan kerja nantinya adalah integritas.
>
> Selamat mendirikan.
>
> Saya pikir sekian dulu untuk sementara ini dan silakan menghubungi saya
> kalau ada yang saya bisa bantu untuk merealisasikan keinginan Anda dan
> kawan2 lain mendirikan LSM di Riau bertuah ini.
>
> Salam,
>
> Barita Manullang, Team Leader
> Riau Elephant Conservation Project
> WWF Project ID176.01
> Jalan Ronggowarsito I/1
> Ph. and Fax +62 (761) 21-984
> Pekanbaru, RIAU 28131
> Indonesia
> E-mail: [EMAIL PROTECTED]



--
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/





Kirim email ke