Salam lestari,

Kawan-kawan, kami menawarkan agenda acara pengisi waktu kalau kawan-kawan ke
Yogya : melihat Yogya lain. Semoga bermanfaat

Salam

KAPPALA Indonesia

----------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------

Wisata Yogya Lain

Pambuka
Salam lestari.

Mengisi waktu. Ya, kami mengajak mengisi waktu luang kawan-kawan yang
kebetulan ke Yogyakarta dalam rangka mengunjungi kerabat, seminar, ceramah,
lokakarya,  atau pertemuan bisnis, untuk mengenal sisi lain Yogyakarta. Kami
tawarkan kepada anda kunjungan wisata ke "segitiga emas " sisi lain
Yogyakarta : Kawasan Kars Gunungsewu, Kawasan Gumukpasir Parangtritis  dan
kawasan Gunungapi Merapi.

Kars Gunungsewu
kars tropika basah terbaik di dunia

Morfologi eksternal kawasan kars Gunungsewu, berupa kerucut-kerucut kars,
dolena, uvala dan terra-rosa, adalah warisan dunia mewakili ekotipe kerucut
kars tropika basah. Keunikan ini menjadikan kawasan ini perlu ditetapkan
sebagai kawasan cagar biosfer. Penetapan ini berburu waktu dengan degradasi
oleh kegiatan penambangan yang "salah tempat".

Morfologi internal gua dapat dikenali ketika kita menyusuri gua dan luweng,
yang merupakan sistem sungai bawah tanah, misalnya gua Seropan, gua Cerme,
luweng. Ornamen gua yang dapat diamati adalah stalagmit, stalagtit,  air
terjun, mata air, fosil kerbau purba, kontak batuan dasar dengan
batugamping, serta proses pembentukan travertin. Jika bertuntung kita dapat
mengamati flora dan fauna yang khas akibat hidup di lingkungan miskin
cahaya. Juga kita bisa menikmati "musium" flora masa lalu yang tersimpan di
luweng-luweng, sementara sudah tidak dijumpai di permukaan.

Pelengkap kunjungan ini adalah makan siang sambil angkat kaki di angkring,
menyantap nasi merah dengan sayur cabe dan daun pepaya. Lauknya terserah
saja, bisa kerupuk atau paha ayam. Tentu tidak lupa minuman wedang teh pahit
dengan gula batunya.  Atau, lebih afdol lagi jika memilih nasi tiwul sebagai
ganti nasi merah.



Gumuk Pasir Parangtritis
ekosistem khas satu-satunya di indonesia

Gumuk pasir ini merupakan satu-satunya di Indonesia. Keunikan ini
menjadikannya layak dicagarkan sebagai cagar biosfer. Apalagi, konon, hal
semacam ini hanya empat buah di dunia ini. Proses sedimentasi oleh air dan
angin dengan jejak-jejaknya yang terlihat pada pasir, bentukan gumuk pasir
pasif dan aktif, serta pola air tanah dapat diamati di sini. Dari dekat bisa
dicermati dengan jelas gumuk pasir tipe barchan berbentuk bulan sabit.

Gumuk pasir ini mempunyai kondisi sangat spesifik, diantaranya fluktuasi
suhu yang sangat ekstrim antara siang dan malam. Kondisi ini menyebabkan
flora dan fauna lokal mempunyai pola adaptasi yang menarik untuk dicermati,
misalnya "jamur bola, "jamur pensil", "entong-entongan", rumput "lari",
kumbang "bapak pucung". Juga kita bisa menikmati hutan pantai dan rawa
pantai jika musim hujan tiba.  Hutan ini adalah tempat singgah berbagai
burung, di malah hari sebelum matahari menjadikan kawasan itu bersuhu
tinggi. Oleh karenanya, di sana berbagai burung bernyayi di pagi hari.

Makan bersama dengan lauk kripik jingking, hewan pantai yang nyarinya minta
ampun sulitnya, adalah pelengkap kunjungan ke kawasan ini. Dan, kita tidak
perlu berlarian mengejarnya.



Turgo & Merapi
bukan sekedar bencana

Turgo, adalah dusun tertinggi di lereng selatan Gunungapi Merapi yang
dikenal paling aktif di dunia. Karena bersiko tinggi, dusun itu statusnya
"dihapus" dari administrasi pemerintah daerah. Merapi bukan sekadar bencana,
begitu masyarakat lokal menerimanya. Oleh karenanya mereka tetap tinggal di
sana. Di sini,  dini hari, kita bisa mencicipi susu sapi segar hasil perahan
anda sendiri, atau mencicipi hangatnya minuman teh goreng. Pucuk daun teh
yang digoreng, minuman khas Turgo.

Sosok Gunungapi Merapi dengan kubah lavanya, dan "jejak-jejak" awan panas
letusan tahun 1994 diamati dari puncak Bukit Turgo. Bukit yang dipercaya
masyarakat "menjaga" Yogyakarta dari bencana gunungapi.  Jejak-jejak bencana
itu lebih cermat dapat di lihat dengan menyusuri sungai Boyong. Di hulu
sungai itu terdapat endapan aliran piroklastika 1994, endapan lahar produk
pasca-erupsi 1994 dan 1995. Turgo dan Merapi menyimpan berbagai flora dan
fauna. Berbagai tanaman obat tersedia di sana. Jika beruntung, kita bisa
menikmati elang jawa yang melayang perkasa (atau setidak-tidaknya elang
lainnya).

Dari Desa Selo, di  lembah Merbabu - Merapi, gunung Merapi itu biasa didaki.
Puncak gunungapi dengan kubah lavanya, dapat dicapai dengan bejalan "santai"
selama  4-5 jam. Jika sebelum matahari terbit kita telah sampai puncak, maka
panorama dataran Yogyakarta dengan warna keemasan bisa kita lihat. Watu
Garudo, kubah lava pasif sebagai puncak "tertinggi" kalau berani, bisa kita
panjat. Sebelum kembali ke Yogyakarta kita sempatkan makan siang di rumah
makan tradisional dengan menu khas ikan tawar  kolam arus deras dataran
tinggi.


Bagaimana sih?
Mencoba fair nih

Waktu. Karena sifatnya mengisi waktu, maka paket wisata ini bisa berupa
kunjungan singkat (minimum 6 jam, pagi, siang maupun malam) atau kunjungan
yang lama sekali (ini yang diharapkan).

Transportasi. Jenis kendaraan roda empat dengan gardan ganda, selama ini
terbukti aman untuk melewati jalan makadam dan naik turun di kawasan
kunjungan. Sewa mobil  jenis tersebut : Hard Top  Rp. 100.000/12 jam,  atau
Rp.  125.000/24 jam. Taft : Rp.  200.000/12 jam, dan Rp. 250.000, -/24 jam.
Bahan bakar secukupnya sesuai keperluan, semuanya diesel Rp. 550,-/liter..

Konsumsi. Konsumsi menu keluarga, rata- rata  Rp. 5.000,-/ makan/ orang.
Maaf, jika anda dilarang "menuntut" menu makan di luar kelaziman masyarakat.
Jadi apa adanya saja. Atau mau masak sendiri?

Akomodasi. Akomodasi yang tersedia adalah "gelaran" di rumah penduduk,
dengan segala keamanan dan kenyamanan khasnya, rata-rata Rp.
5.000,-/orang/malam.  Pilihan lain, anda bisa tidur di tenda, di alam bebas.

Fasilitatur / juru jalan. Adalah kawan-kawan kami di KAPPALA Indonesia dan
saudara kami warga Semanu Gunung Kidul,  warga Parangtritis dan warga Turgo
yang menjadi juru jalan kegiatan ini. Mereka masing-masing adalah  penggelut
hidupan liar baik flora maupun fauna, pelaku manajemen sumberdaya dan
bencana alam, pendaki gunung handal, dan penggelut kehidupan di kawasannya.
Karena program ini dicanangkan untuk fund rising lembaga, untuk yang ini,
maaf kalau kami tidak gratis. Tetapi masih murah kok.

Perlengkapan lain. Untuk keamanan, kenyamanan , serta kelengkapan
dokumentasi Anda, kami menyediakan peralatan tambahan . Anda bisa pinjam
dengan mengganti biaya susut yang murah : kompas, tenda dome, jaket,
sepatu, kompor gas portable, tali, body pack, boom,  binokuler, handycam,
camera SLR, blits.  Jika perjalanan ini merupakan riset kecil, kami membantu
penyediaan alat-alat yang dibutuhkan : GPS, termometer, altimeter,  soil
tester, ring fender, peta topografi kawasan kunjung.


Lantas?
Kontak kami

Kontak. Jika anda berminat menikmati perjalanan tersebut, silakan hubungi
personal kontak kami : Didik, T / F : 0274.870323. Email :
[EMAIL PROTECTED], atau Teguh, T : 0274.870078./ 08122957439 Email :
[EMAIL PROTECTED]








--
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/



Kirim email ke