Setuju kalau ini dasar tanggapan anda. Dengan logika yang sama, jika semua
masyarakat sudah mampu (kapan ?), maka urusan negara cuma berpangkal pada
masalah "public services" yang tidak mungkin akan bisa dilakukan oleh rakyat
secara umum, misalnya : keuangan, moneter, pertahanan keamanan, public works
dll. Hilangkan departemen Koperasi,HAM (apakah ada menteri HAM dinegara
lain?), olahraga (?). Saya masih beranggapan bahwa masalah lingkungan masih
berurusan pada public services. Kewajiban negara memberikan kualitas
lingkungan yang baik kepada rakyat (air bersih, udara bersih, dll) (ingat UU
Lingkungan Hidup ?).Fungsinya memamg tidak harus diurusi secara khusus oleh
Men LH (tidak harus MenLH berdiri sendiri)-di beberapa negara menlh digabung
dengan Menristek. Asalkan yaitu fungsi "rem" dan "safeguard" jangan
dikorbankan.
Trims atas dikusi ini.
RL
>From: "telapak" <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: <[EMAIL PROTECTED]>
>Subject: Re: [lingkungan] Re: LH mau digabung ke Kelautan dan Perikanan ?
>Date: Sun, 20 Aug 2000 02:19:52 +0700
>
>Menurut saya, persoalannya bukan menolak atau menerima. Melainkan bagaimana
>LSM-LSM ini bisa memiliki kekuatan Bargaining. Ngak perlulah urusan-urusan
>ini diurus oleh pemerintah, kalau seandainya warga masyarakat sudah
>memiliki kemapuan dan kekuatan sendiri. Dan bukankah demikian seharusnya,
>sehingga fungsi dan intervensi negara bisa diminimalisir dan bahkan
>dihapuskan sama sekali.
>apalagi bila LSM mampu menjadikan LH sebagai kesadaran massa, maka tidap
>perlu lagi adanya departemen LH, yang nota bene harus dilakukan oleh
>pemerintah, bukankah demikian seharusnya.
>Ketakutan kita selama ini hanya berlandaskan pada ketidakmampuan kita untuk
>bisa berbuat yang lebih besar, dan menggalang kekuatan untuk memiliki daya
>dorong dan dobrak (bargaining) yang kuat.
>Pemerintahan Gus nDur sendiri ingin mengurangi dominasi pemerintah dan
>lebih memberikan ruang pada publik supaya kehidupan bernegara menjadi
>egaliter dan tidak lagi totaliter. Tawaran ini seharusnya kita respon
>secara lapang dada dan dengan semangat membara. Sudah saatnya untuk bukan
>lagi merengek-rengek meminta belas kasihan pada kebijakan pemerintah
>seperti masa Orde Baru (demokrasi dipimpin), melainkan meningkatkat
>kapasitas kita sendiri dengan memenuhi dan bahkan menciptakan peluang yang
>harus kita kerjakan.
>salam
>Chalm
> -----Original Message-----
> From: rusdian lubis <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
> Date: Friday, August 18, 2000 10:52 AM
> Subject: Re: [lingkungan] Re: LH mau digabung ke Kelautan dan
>Perikanan ?
>
>
> Trims atas tanggapan. Saya juga merasakan hal yang sama, sebab
>menggabungkan
> LH dengan kelautan atau dengan lembaga lain yang bersifat eksploratif
>akan
> mengaburkan fungsi "rem" kebijakan lh. Kelebihan Lh dari dulu adalah
>karena
> bisa lintas sektor dan integratif. Cuma d luar negeri (Singapura,
>Thailand,
> Vietnam, beberapa negera Eropa) Lh digabungkan dengan sains-tek.
>Ternyata
> ini memperkuat LH. Rumor yang saya tangkap, kabarnya LH malah akan
>"lenyap"
> apa benar ? Kalau iya, seluruh masyarakat lingkungan/dan LSM harus
>segera
> membuat lobby menolak ini. Saya tunggu jawaban lain.
>
>
> >
________________________________________________________________________
Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com
--
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/