----- Original Message -----
From: [EMAIL PROTECTED]
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Tuesday, September 19, 2000 6:46 AM
Subject: [karibkutai] Bangunan Penelitian dan Pos TNK Dihancurkan
My Groups | karibkutai Main Page | Start a new group!
Kaltim Post, 18 September 2000
BANGUNAN PENELITIAN DAN POS TNK DIHANCURKAN
Bontang Kaltim Post
Sekitar 30 massa dari Desa Sangkima, Kutai Timur, Sabtu (16/9) pukul 17.15 Wita
mengamuk. Mereka menghancurkan bangunan tempat penelitian yang biasa digunakan warga
mancanegara dan pos jaga Balai Taman Nasional Kutai (TNK) di wilayah Sangkima, serta
menjarah isinya dan merusak satu sepeda motor petugas.
Beberapa petugas TNK yang mengetahui aksi brutal tersebut tak bisa berbuat apa-apa,
karena massa yang di antaranya terlihat Kepala Dusun Sangkima Sanriman melengkapi
dirinya dengan' berbagai senjata tajam. Hanya dalam hitungan menit, bangunan yang
selama ini digunakan para peneliti Jepang dan mancanegara musnah berkeping-keping.
Beberapa radio komunikasi (HT) dan tape recorder raib. Sedangkan perlengkapan rumah
seperti tempat tidur dan peralatan dapur dihancurkan.
Sejumlah anggota Perintis Sabhara Polres Bontang didukung anggota Satserse dan Intel
Pengamanan Polisi (IPP) yang neluncur ke TKP yang berjarak sekitar 30 kilometer dari
Bontang hanya mendapati puing puing bangunan. Warga yang melatukan pengrusakan sudah
meninggalkan TKP menuju perkampungan Sangkima dalam.
BALAS DENDAM
Menurut keterangan, aksi nassa tersebut sebagai balasan atas ditahannya puluhan kubik
ayu yang dijarah masyarakat oleh Petugas TNK.
Kenekatan warga juga tak lepas dari sikap Asisten II Pemkab Kutai Drs Jaya Putra pada
pertemuan dengan warga di Sangkima dua pekan lalu. Dalam Pertemuan itu, TNK tetap
tidak mengizinkan melakukan penebangan kayu di wilayah TNK, tetapi asisten II Pemkab
Kutai justeru
terkesan mendukung warga.
"Sebaiknya TNK mengizinkan, TNK ini ibarat orang hamil, ya kawinkan saja. Nasi, toh
telah menjadi bubur," demikian kata Jaya Putra di hadapan warga dan petugas TNK
Penolakan TNK karena hasil pengecekan lapangan, kayu tersebut bukan untuk keperluan
masjid seperti yang menjadi alasan melakukan penebangan. Tapi, kayu yang diakui warga
dalam lokasi Hana, warga Loktuan yang membagi-bagi lahan TNK kepada warga Sangkima
ternyata atas permintaan Londong, pengusaha kayu asal Tanjung Laut, Bontang Selatan.
Kapolres Bontang Supt Drs Sudjarno yang dikonfirmasi di kediamannya kemarin
membenarkan aksi pengrusakan. Ia mengaku telah menurunkan pasukannya ke wilayah
Sangkima untuk mengantisipasi pengrusakan susulan. Sementara sejumlah anggota serse
dan intel disebar ke wilayah itu mencari "otak" penggerak massa. Kabarnya, Selasa
(19/9) besok massa akan datang lagi dalam jumlah besar untuk meratakan bangunan
berikut fasilitas penelitian dan tempat perlindungan satwa liar di Teluk Kaba, yang
berjarak beberapa kilometer dari TKP.
"Kami sudah menerima pengaduan secara resmi dari TNK Untuk menjaga hal-hal yang tak
diinginkan, kawasan itu kami jaga," ujar kapolres ketika dikonfirmasi di kediamannya
kemarin.
Meski tindakan warga murni sebagai tindak kriminilitas, tetapi sejauh ini pihak
kepolisian belum menangkap pelakunya. Alasannya, pihak kepolisian masih melakukan
penyelidikan tentang motif di balik aksi itu.
Sementara itu, Kepala Balai TNK Dr I r Tony Soehartono PhD tidak banyak berkomentar
soal
pengrusakan tersebut. Ia tampak begitu kecewa dengan aksi
brutal warga yang telah menghancurkan asset TNK. "Saya harus berkata apa lagi. Ini
bukan hutan saya, tetapi hutan orang Kaltim. Kalau memang rakyat Kaltim menghendaki
rusak, saya tentu tidak memiliki kekuatan untuk menghalang-halangi(nur)
KARIB KUTAI :
Kirim pesan : [EMAIL PROTECTED]
Bergabung : [EMAIL PROTECTED]
Keluar : [EMAIL PROTECTED]
Moderator : [EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]
Kunjungan ke web :http://www.egroups.com/group/karibkutai
To Post a message, send it to: [EMAIL PROTECTED]
To Unsubscribe, send a blank message to: [EMAIL PROTECTED]