Kalau saya cukup commonsense saja. Kalau Jepang tidak menginginkan debu itu,
pasti tidak ada manfaatnya bagi mereka (tentu bagi Indonesia juga). Kalau
Kalimantan Timur ingin debu di Jakarta banyak. Maaf saya sedikit sinis
karena ini menyangkut harga diri bangsa dan preseden. Kalau debu bisa masuk,
pasti limbah B3 juga bisa masuk, apakah diam-diam tapi resmi (dicampur dalam
debu) atau resmi sekalian dengan izin.

Harry Surjadi
-


Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, wakil dari LSM lingkungan
setempat perlu diberangkatkan ke Jepang untuk mengambil sampel (contoh)
"debu" yang akan dikirimkan ke Sangatta, selanjutnya dilakukan analisis
laboratorium lengkap untuk menguji apakah "debu"  tsb. termasuk limbah B3
atau tidak; test TCLP, LD50; konsentrasi total toxic heavy metal dll.nya.
Kalau sudah lolos uji laboratorium, selanjutnya perlu dipastikan bahwa
"debu"  yang dikirimkan nantinya, sama persis dengan yang diambil sampelnya,
waktu "debu" akan dikirim perlu ada saksi dari LSM lingkungan setempat.
Semua biaya untuk keperluan tsb. ditanggung investor Jepang atau Pemda
Kaltim tanpa suatu ikatan apapun.  Cara yang paling mudah dan cepat adalah
langsung saja menolak program tersebut.  Salam#sugiarto


                Suara Kaltim, 28 September  2000 
                (Berita Headline, Halaman 1)

                Jepang Mau Buang Limbah 3 Juta Ton ke Sangatta

                Kalau tak ada aral melintang, 10 Oktober nanti Pemda Kutai
Timur akan
                membuat nota kesepakatan dengan investor Jepang, menyangkut
pembuangan 3
                juta ton debu dari negeri Sakura. Warga desa girang, LSM
lingkungan dongkol

                SAMARINDA: Menjelang paripurna masa tugasnya sebagai
penjabat Bupati Kutai
                Timur di Sangatta, Awang Faroek Ishak punya cara dan
gebrakan tersendiri
                memancing investasi. Investor Jepang diberi lampu hijau
membuang limbah
                seberat 3 juta ton ke Sangatta, dengan kompensasi antara
lain dibangunkan
                bandar udara (bandara).

                Tapi, para pendekar lingkungan di Samarinda justru mengecam
jurus Pemda
                Kutai Timur itu. Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup
(Walhi) Kaltim
                Abrianto Amin mengaku risau terhadap kemungkinan dampak
buruk dari limbah
                yang akan digotong dari negeri Sakura ke Sangatta itu.
"Kalau limbah itu
                banyak sisi positifnya, logikanya Jepang tak mau repot-repot
buang duit ke
                Sangatta," kata Abrianto Amin kepada Suara Kaltim, kemarin.

                Di kalangan sejumlah penduduk Desa Sangkima, Sangatta, kabar
itu direspons
                secara bagus dan antusias. Mereka terbayang, desanya yang
tak jauh dari
                komplek Pertamina Km 13, dan masih tergolong terisolir, akan
segera maju.
                Mereka mendengar, investor Jepang yang akan "mengekspor"
limbah ke Sangatta
                tersebut akan membangunkan bandara eks milik Pertamina yang
diserahkan ke
                Pemda, termasuk membangun fasilitas pantai Teluk Lombok,
juga di Sangkima.

                Karena itu sejumlah warga mulai bergairah mengurus
tanahtanah garapan
                mereka, siapa tahu kelak bernilai investasi tinggi. Lokasi
itu masih berada
                di areal Taman Nasional Kutai (TNK). Ini makin membuat
Abrianto Amin jadi
                jengkel. 'Kalau ditebar di areal TNK, mau jadi apa nanti?
Siapa tahu limbah
                itu beracun." kata Abrianto Amin. Menurut sebagian warga
desa. limbah yang
                akan dikirim ke Sangatta itu berupa pasir letusan gunung
berapi. Mereka
                berasumsi, jika pasir dari gunung berapi itu yang dibuang
Jepang, maka akan
                bermanfaat positif untuk menyuburkan lahan pertaniannya.
Karena itu tak
                sedikit para warga di sana justru mendukung kebijakan Pemda
setempat. Hanya
                saja, Abrianto mengingatkan semua pihak, tak mustahil limbah
itu nanti
                justru beracun. Apa pun alasannya, Walhi cenderung menolak
kerja sama
                tersebut.

                Keterangan lain yang dikumpulkan Suara Kaltim menyebutkan,
jenis limbah
                dari Jepang itu berupa debu. Tapi sejumlah sumber yang
dihubungi media ini
                belum berani memastikan apa dampak positif dan negatif bagi
lingkungan,
                Menurut rencana, nota kesepakatan antaraa Pemda Kutai Timur
dengan investor
                Jepang itu akan diteken 10 Oktober mendatang.

                Belum dapat di konfirmasi mengenai lokasi pembuangan maupun
rencana armada
                yang akan dipakaai mengangkut.Rapaat-rapat antaraa pejabat
pemda, investor
                dan para pihak terkait lain di Sangatta menyangkut soal ini
sudah digelar
                intensif beberapa kali. Namun ada sumberlain yang menyatakan
nota
                kesepahaman antara Pemda dan investor Jepang belum pasti
terwujud. Pihak
                pemda kutai timur sendiri masih pelit memberikan konfirmasi.
Kepal bagian
                humas, Johansyah Ibrahim hanya menyatakan belum tahu detil
soal ini "kami
                belum dengar rencana itu" katanya (yat)






                -------------------------- eGroups Sponsor
-------------------------~-~>
                Get a NextCard Visa with rates as low as 2.99% Intro APR!
                1.  Fill in the brief application
                2.  Get approval decisions in 30 seconds!
                http://click.egroups.com/1/9336/12/_/2390/_/970111207/
        
---------------------------------------------------------------------_->

                ===== Petunjuk Milis Lingkungan ===========

                Gunakan bahasa yang sopan dan bersikap dewasa
                Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
                Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]

                ===== Motto:Lestari dan berseri Indonesiaku ======
                

--
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/





--
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/





Kirim email ke