Dear kawan-kawan semua di Jaringan,
Saya kirimkan di bawah ini hasil corat-coret untuk program penyadaran
pencegahan kebakaran hutan.  Menurut saya pribadi, sebenarnya program ini yang
sebaiknya dilakukan semua kawan-kawan yang bergerak di bidang pencegahan
kebakaran hutan, selain yang ada saat ini.  Dilakukan bersama untuk
meminimalkan biaya.  Cara yang lain-lain, mungkin selalu bisa dicari celah
untuk melanggarnya.  Jadi yang kita ketuk pertama kali adalah "Hati nurani"
dan
setiap orang, siapapun dia, punya hati nurani yang baik, ada sedikit terbesit
di dalam hatinya.  Inilah yang kita ingin manfaatkan.  
Wassalam,
Apriadi D. Gani
OUTREACH - IKLAN TV KEBAKARAN HUTAN


        Masalah kebakaran hutan begitu kompleks, bisa disebabkan manusia dan
alam.  Yang disebabkan manusia, misalnya karena konflik antar masyarakat
dengan
pengusaha HPH/HTI, kecerobohan atau ketidakhati-hatian, puntung rokok, memasak
di hutan, berladang yang tidak terkendali, dilakukan sengaja misalnya karena
sakit hati dengan perusahaan HPH/HTI karena dilarang untuk illegal logging,
konflik horisontal, pegawai perusahaan perkebunan/HTI yang sakit hati dengan
perusahaannya dll. banyak permasalahan komplek lainnya.

        Karena kompleksnya masalah, salah satu cara yang seharusnya penting
dilakukan adalah Program Penyadaran.  Menurut saya, penyadaran yang paling
merasuk semua golongan, menjangkau semua pihak, apakah dia penentu kebijakan,
seorang illegal logger, seorang pelajar, anak-anak, masayarakat sekitar hutan
dll. adalah melalui IKLAN TV.  Iklan TV di saluran yang populer, di saat-saat
"prime time", yang banyak pemirsanya meruapakan salah satu strategi agar
kampanye seperti ini tercapai dengan baik. 

        Hal penting dalam iklan TV tersebut adalah penyajiannya, yang harus
sedramatis mungkin, yang memungkinkan penontonnya akhirnya menyadari akan
pentingnya hutan, menyadari apa yang dilakukan seorang pembakar hutan akan
berakibat sangat fatal terhadap makhluk lainnya.  Dengan demikian iklan TV ini
harus dirancang sedemikian rupa sehingga pada akhirnya merasuk dalam nurani
penonton, membekas dalam angan-angannya.  Contohnya : Iklan TV yang dirancang
dengan menggambarkan Jutaan orang yang sedang sakit infeksi saluran
pernafasan,
batuk dan sesak nafas karena asap api kebakaran hutan, bisa pula menampilkan
seorang anak kecil penderita asma yang lagi sekarat karena asap, semua pesawat
menyetop kegiatannya, diperlihatkan ribuan penumpang tertunda di bandara,
menunggu pemberangkatan yang tertunda karena asap kebakaran hutan,
diperlihatkan jumlah kerugian negara dalam bentuk uang, dll, juga
diperlihatkan
anak-anak binatang yang terlihat sangat menyedihkan kehilangan induknya,
diperlihatkan karena hutan terbakar, banjir besar melanda kota-kota
sekitarnya,
petani tidak bisa menanam karena air tercemar, diperlihatkan penderitaan
masyarakat yang begitu dahsyat, diperlihatkan musnahnya kekayaan
keanekaragaman
hayati Indonesia yang begitu sangat berharga, juga harus disampaikan hukuman
untuk yang melakukan pembakaran hutan, misalnya 20 tahun penjara maksimal,
denda, misalnya 200 juta.  

        Perlu juga ditekankan bahwa Iklan TV seperti ini, penayangannya
seharusnya agak lama, misalnya selama setahun terus menerus, setiap hari, pada
jam-jam tayang yang banyak pemirsanya (prime time), yang banyak ditonton
pemirsanya, dilakukan seperti Bom Iklan TV, dengan harapan bahwa apa yang
disampaikan akan merasuk dalam nurani masyarakat dan membekas dalam jiwa.
Saya hanya mencontohkan, bahwa begitu dahsyatnya Iklan TV ini sehingga
seringkali anak-anak kita sendiri atau kita sendiri dalam membeli sesuatu
terpengaruh oleh iklan yang ada di TV.  Cobalah kita ingat lagi pada saat
belanja di supermarket, apa yang ingin anak kita minta dibelikan, biasanya
sesuatu produk yang diiklankan di TV.  Dengan analogi begitu, diharapkan
kesadaran akan pentingnya hutan akan merasuk dalam sanubari anak-anak kita dan
juga orang tua, dan ini akan bertahan beberapa generasi sehingga apa yang kita
keluarkan tidaklah mahal, apalagi kalau biaya iklan TV ini dibiayai bersama
oleh kelompok-kelompok donor, sehingga biayanya lebih ringan.

        Saya juga ingat akan ampuhnya iklan TV yang dipakai oleh seorang
politikus untuk meraih suara dalam pemilihan Prime Minister di Australia.  Apa
yang disampaikan calon ini adalah adalah dengan mendramatisir apa yang telah
dilakukan oleh lawan politiknya, yang dibuat sedemikian rupa, sehingga
digambarkan akibat kebijakan lawan politik tersebut, banyak orang yang akan
mendapatkan PHK, banyak orang yang tidak mendapat pelayanan kesehatan, pajak
yang semakin mahal, barang-barang akan naik, semua yang digambarkan tersebut
adalah akibat-akibat yang menakutkan, yang mengerikan, menggambarkan kontras
antara perbuatan yang kita inginkan dengan apa yang ingin kita perangi. 
Mudah-mudahan impian saya akan pentingnya iklan seperti ini akan menjadi
kenyataan suatu hari, dengan bersatunya lembaga-lembaga donor untuk
pertama-pertama untuk melakukan Penyadaran pada semua tingkat dan lapisan dan
menjangkau semua pihak.  Saya melihat kompleksnya masalah seperti ini tidak
akan pernah berakhir demikian juga dengan masalah Illegal logging, dapat kita
lakukan program penyadaran yang sama.  Susah kita memberantasnya lewat
kebijakan, lewat hukuman, semuanya selalu ada celah untuk melanggarnya, jalan
lain adalah mengetuk hati nurani mereka.  Ok, sudah saatnya anda berhenti,
cukuplah mengeruk harta anak cucu kita, gantilah usaha anda dengan usaha
lain. 
Anda sudah cukup kaya.  Bumi ini bukanlah warisan nenek moyang kita, tapi
pinjaman anak cucu kita.
Wassalam, Apriadi D. Gani.  






----------------------------------------------------------------------------
-------------------------
APRIADI DJAMHURIE GANI
CENTER FOR SOCIAL FORESTRY - CSF   
(UPT. PERHUTANAN SOSIAL) 
(Universitas Mulawarman - The University College of  
The Cariboo/CIDA - Canada Partnership)
Address: Gedung Pascasarjana Magister Kehutanan - Kampus Gn. Kelua 
Jalan Ki Hajar Dewantara No. 7    SAMARINDA 75123
KALIMANTAN TIMUR - INDONESIA
Tel. : +62 (0541) - 201275 ;  206407
Fax : +62 (0541) - 206407
E-mail :     [EMAIL PROTECTED]  
Website :  http://www.csf.or.id
----------------------------------------------------------------------------
-------------------------  

Kirim email ke