Dwi dan teman-teman lainnya,
Bagi teman-teman yang mencari data tentang banjir, ternyata Pusat Tanggap Darurat
Lingkungan (Pustadal) Bapedal, sudah memilikinya cukup lengkap. Peta tentang daerah
rawan banjir juga sudah ada. Data dan peta tentang banjir tersebut akan segera bisa
diakses oleh teman-teman melalui website Bapedal :www.bapedal.go.id. Diharapkan
hari ini atau esok, data tersebut sudah bisa diakses. Bagi yang memerlukan
hardcopy-nya bisa menghubungi Kepala Pustadal di 8590-4934 (tel/fax).
Bapedal melalui Deputi III (Pak Haryadi, Bidang Pengendalian Kerusakan Lingkungan)
dan stafnya sedang melakukan survey ke daerah-daerah banjir dan akan menyiapkan
press conference tentang masalah tersebut.
Sebetulnya BMG juga sudah memberikan Early Warning System beberapa waktu yang lalu,
tapi nampaknya masyarakat kita masih belum peduli terhadap ramalan-ramalan tsb.
Nah mungkin informasi ini berguna bagi teman-teman yang peduli tentang banjir dan
sedang mencari-cari data tentang banjir.
Tuti
"Dwi R. Muhtaman" wrote:
> Hallo Harry dan Trinoeg,
>
> Dalam dua hari ini aku sedang mengumpulkan data mengenai HPH/HTI di
> wilayah-wilayah banjir itu (Aceh, Sumut, Sumbar, Kaltim dll) dan hutan yang
> tersisa. Hipotesis saya memang di wilayah-wilayah itu banjir terjadi
> karena areal hutan yang sudah menganga dan telanjang. Air hujan itu begitu
> saja menghujam bumi tanpa ada resapan, tanpa ada tampungan yang
> memungkinkan untuk hanya merembes atau menetes. Air hujan langsung menghantam.
>
> Data yang terbatas ini akan saya olah sedikit dan akan saya kirim ke
> teman-teman yang perlu. Kalau ada terbaru akan lebih baik. Teman-teman
> Forest Watch mungkin malah lebih lengkap datanya.
>
> Saya mendukung gagasan untuk membuat statement yang keras. Ini sudah bisa
> dianggap kriminal kalau ternyata HPH dan penebang liar yang bercukong
> penyebabnya.
>
> Salam,
>
> Salam
>
> Rahmad.-
>
> ==============
>
> At 10:25 AM 11/28/00 +0700, you wrote:
> >Teman-teman anggota milis lingkungan,
> >Setiap hari surat kabar dan TV memberitakan banjir dan longsor. Sejauh ini
> >saya belum melihat ada yang menghubungkan banjir/longsor dengan kondisi
> >hutan yang rusak karena dijarah oleh pengusaha (HPH) dan penduduk di sekitar
> >hutan.
> >Rasanya sekarang momentumnya untuk membuat pernyataan bersama dari hasil
> >analisis data perambahan hutan dengan kejadian banjir dan longsor.
> >Hal yang sama pernah dilakukan teman-teman di Filipina dan Thailand ketika
> >terjadi banjir besar mereka mengkaitkan dengan hutan yang gundul dan
> >berhasil mendesak pemerintah menghentikan HPH.
> >Bagaimana?
> >
> >Harry Surjadi
>
> >>>> 2.5 Mbps InternetShop >> InternetZone << Margonda Raya 340 <<<<
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/
>>>> 2.5 Mbps InternetShop >> InternetZone << Margonda Raya 340 <<<<
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/