Dear Bapak, dan Ibu semua,
Berikut ini sekedar coretan di malam tahun baru 2001, dimohonkan kritik,
keberatan, saran & perbaikan, ditulis dengan gaya populer saja.
Wassalam,
Apriadi D. Gani
PROGRAM PENYADARAN MASYARAKAT:
KAMPANYE LINGKUNGAN HIDUP
�IKLAN TELEVISI YANG KONTINYU DAN KONSTAN
SEBAGAI ALTERNATIF METODE PENYADARAN�**
(** Disampaikan sebagai bahan Pertemuan LSM Kaltim dengan Menteri Negara
Lingkungan Hidup
Dr. Sony Keraf, di Samarinda, tanggal 9 Januari 2001)
Apriadi D. Gani
Center for Social Forestry (CSF) Universitas Mulawarman, Samarinda Kaltim
PERMASALAHAN DAN DAMPAK
Baru saja kita rasakan dahsyatnya bencana banjir dimana-mana di
beberapa
wilayah Indonesia di tahun 2000 ini, ditambah tanah longsor yang menelan
korban
jiwa sia-sia, menjadikan nyawa-nyawa manusia di Indonesia ini menjadi sangat
murah dan tidak berharga. Para analis lingkungan dan ilmuwan sepakat bahwa
salah satu sebab utama terjadinnya bencana-bencana tersebut adalah adanya
proses penggundulan hutan-hutan di wilayah tersebut, karena nafsu dan
keserakahan manusia.
Di lain pihak, kegiatan Illegal Logging terus saja berlangsung tanpa henti,
tanpa ada yang mampu menghentikannya, siapapun dia, pejabat dan petinggi
negara
pun tidak mampu, demikian pula dengan dunia internasional. Telah banyak cara
ditempuh untuk menghentikannya melalui kebijakan-kebijakan, penegakan hukum
dan
cara-cara lain. Para illegal logger selalu menemukan celah-celah dan cara
untuk
mengakali semua kebijakan dan penegakan hukum itu. Terbukti semua cara-cara
tersebut tidak mampu dan hutan-hutan Indonesia tetap menjalani proses
penggundulan secara pasti dan tidak terkendali. Diperkirakan dalam tahun
2005,
semua hutan rawa dataran rendah di Sumatera akan musnah, dan di Kalimantan
hutan tersebut akan musnah di tahun 2010.
Masih segar dalam ingatan kita dahsyatnya bencana kebakaran hutan di Indonesia
tahun 1997-1998, yang menyebabkan infeksi saluran pernafasan jutaan pendduk
Indonesia, kerugian ekonomi, lingkungan, sosial yang tak ternilai, termasuk
juga adanya korban jiwa, ditambah lagi dengan kecaman internasional, yang
sungguh memalukan bangsa ini.
Dalam sidang Consultative Group On Indonesia (CGI) di Tokyo 17-18 Oktober
2000,
negara-negara dan lembaga-lembaga donor telah menyatakan kekecewaannya yang
mendalam terhadap Indonesia khususnya di bidang Kehutanan, karena lembaga
donor
tersebut telah mengeluarkan jutaan dollar untuk program-program konservasi
Kehutanan di Indonesia, tetapi proses penggundulan hutan tersebut terus
berlangsung dengan maha dahsyatnya dan terus menerus, tanpa ada yang mampu
menghentikannya. Berbagai cara telah ditempuh, melalui teknologi,
kebijakan-kebijakan dan perangkat hukum. Malah proses penggundulan hutan di
Indonesia bertambah marak. Akhirnya kami mengambil kesimpulan, mungkin dengan
cara dan pendekatan �hati nurani� akan lebih efektif dibandingkan cara lain
yang
telah ditempuh selama ini. Pendekatan �hati nurani� ini dapat dilakukan
melalui Program Penyadaran (Awareness Program), seperti telah banyak contoh
dan
bukti keberhasilan program ini di banyak negara maju. Yang lebih ditekankan
dalam usulan ini adalah penyadaran melalui hati nurani, melalui cara-cara yang
efektif, menyentuh semua lapisan dan golongan, semua pelosok, terus menerus,
dan akhirnya tertanam dalan jiwa setiap insan Indonesia.
TINJAUAN UPAYA YANG TELAH DILAKUKAN
Telah banyak upaya-upaya yang telah dilakukan untuk program
penyadaran,
baik oleh lembaga pemerintah, LSM, lembaga-lembaga donor, kelompok-kelompok
konservasionis, dengan berbagai metode �outreach� melalui berbagai media
seperti buku, koran, majalah, radio, TV, penyuluhan langsung, dll.
Kelemahan-kelemahan
Sayangnya usaha-usaha dan program penyadaran yang telah dilakukan oleh
lembaga-lembaga tersebut di atas selama ini lebih banyak bersifat :
v Lokal dan terbatas, hanya di wilayah-wilayah tertentu di masayarakat
tertentu,
v Tidak menjangkau semua lapisan dan golongan seperti penentu kebijakan,
anak-anak, perempuan, pemuda, pelaku perusak lingkungan, dll,
v Tidak menyentuh hati nurani manusia Indonesia, tidak merasuk dan tidak
tertanam dalam hati sanubari masyarakat
v Lebih bersifat teoritis, lebih bersifat slogan, kurang menunjukkan
fakta-fakta yang nyata, kurang memberikan efek yang dramatis, maupun kontras,
v Tidak dilakukan terus menerus, dan konstan,
v Tidak dilakukan pada saat-saat dan momen-momen yang tepat,
v Dilakukan oleh masing-masing lembaga-lembaga secara terpisah, kurang
koordinasi serta kurangnya kerjasama (kolaborasi) antara lembaga-lembaga yang
ada, sehingga dirasakan program yang mereka laksanakan terasa mahal, dan tidak
efektif,
v Rancangan materi penyadaran kurang menggigit, kurang menyentuh hati
nurani, kurang menarik perhatian dan hanya sepintas sehingga tidak tertanam ke
dalam jiwa masing-masing manusia Indonesia
Semua kelemahan tersebut berakibat program penyadaran ini dirasakan memang
kurang efektif dan membuat frustrasi kelompok konservasionis. Karena gaung
program ini memang lemah sehingga tidak menciptakan masyarakat yang kritis,
yang sebenarnya merupakan senjata yang sangat ampuh sebagai kontrol sosial
bagi
pelaku pelanggaran kejahatan lingkungan hidup.
USULAN UNTUK KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP & DEPARTEMEN KEHUTANAN
BENTUK PROGRAM PENYADARAN YANG EFEKTIF, adalah melalui cara IKLAN TELEVISI,
yang
terus menerus, dan konstan, di saat-saat �prime-time�, yang banyak pemirsanya,
disiarkan melalui saluran TV nasional yang populer, menjangkau banyak
daerah di
Indonesia (misal RCTI dan SCTV***), dan disajikan sedemikian rupa yang
memungkinkan pemirsanya tersentuh.
SYARAT IKLAN TELEVISIS YANG EFEKTIF
1. Iklan TV dirancang dan disajikan sedemikian rupa, sedramatis mungkin,
yang menimbulkan kepedihan, ketakutan, ketidakadilan sehingga menimbulkan
kesadaran dan kekuatan moral, yang tertanam di jiwa masing-masing pemirsa.
Dan
karena seringnya disampaikan, di sela-sela acara acara favorit, pada setiap
hari, sepanjang tahun, bisa dikatakan seperti indoktrinasi, sehingga akhirnya
tujuan dan misi penyadaran tersebut dapat dicapai.
CONTOH 1: Iklan yang menggambarkan kegiatan Illegal Logger, kemudian
ditunjukkan dampak kegiatan mereka berupa banjir dahsyat, seluruh kota
tenggelam, seluruh aktivitas terhenti, kerugian ratusan miliar, ratusan nyawa
ibu-ibu melayang, meninggalkan bayi-bayi & anak-anak memelas, sementra
malingnya hidup enak di Singapur. Bisa pula digambarkan keadaan kontras
antara
seorang maling kayu yang hidup bergelimang kemewahan, hidup digedung mewah ber
AC dan ber-Mercy, dibandingkan dengan kehidupan seorang penduduk asli sekitar
hutan di gubuk reyot, penuh penderitaan, yang kehilangan mata pencaharian dan
makanannya di hutan karena hutannya sudah habis. Keadaan lain digambarkan,
misalnnya akibat perbuatan Illegal logger, Indonesia kehilangan keanekargaman
hayatinya yang paling berharga, yang tidak ditemukan di bagian manapun di
dunia, yang merupakan kebanggaan Indonesia. Bisa pula digambarkan seorang
anak
Orang Utan yang kehilangan induknya, terlihat tampak memelas dan menyentuh
hati.
CONTOH 2 : Perlu pula ada Iklan, yang menyarankan agar semua Illegal logger
yang
sudah penuh kemewahan, sudah saatnya untuk mengalihkan bisnisnya ke bisnis
lain, yang bukan menghabisi hutan milik rakyat lagi, tetapi beralih ke usaha
lain, yang lebih baik, misalnya membina pedagang kecil dll. Hal ini
diusahakan
untuk membuka mata hati mereka, bahwa sudah saatnya untuk melakukan yang
terbaik, bukan hanya menghisap. Kami meyakini bahwa siapapun dia, termasuk
Illegal logger adalah manusia juga yang punya hati nurani, ada sediki celah
juga
di hati mereka yang bisa kita ketuk. Celah inilah yang kita manfaatkan.
Baiklah�.sudah saatnya anda berhenti, cukuplah sudah anda mengeruk harta anak
cucu kita, gantilah usaha anda dengan usaha lain. Anda sudah cukup kaya.
Bumi
ini bukanlah warisan nenek moyang kita, tapi pinjaman anak cucu kita.
--> Dengan cara-cara Iklan TV seperti itu, akan membuat masyarakat lebih
kritis, membuat para illegal logger tersebut tahu akibat fatal dari
perbuatannya, menjadikan dia sadar bahwa apa yang dia lakukan akan berdampak
buruk terhadap masyarakat sekitarnya, membuat dia malu kepada masyarakat
sekitarnya, malu kepada dirinya sendiri, dia merasa selalu diawasi masyarakat,
dan tidak tenang hidupnya. Hal ini dapat digambarkan sama seperti perasaan
penulis yang tidak akan membuang sampah di suatu negara maju, karena merasa
bahwa membuang sampah sembarangan akan ditegur orang disekitar kita, dan kita
merasa malu. Hal ini terbentuk karena masyarakat yang kritis, terbentuk
karena
masyarakat sekitarnya, terbentuk karena kebiasaan, karena kesadaran yang
tinggi, karena kampanye yang terus menerus.
CONTOH 3: Iklan yang menggambarkan akibat yang dilakukan seorang pembakar
hutan, berakibat fatal bagi semua orang dan makhluk lainnya. Misalnya
tergambarkam jutaan orang yang sedang menderita sakit infeksi saluran
pernafasan, jutaan orang batuk dan sesak nafas karena asap. Bisa pula
menggambarkan seorang anak kecil penderita asma yang lagi sekarat menanti
ajalnya karena asap kebakaran hutan. Akibat lain: Semua pesawat terhenti
beroperasi, diperlihatkan ribuan orang tertunda keberangkatanya karena asap,
harga-harga naik karena pesawat tertunda, semua negara tetangga mengecam
Indonesia karena ekspor asap dan memalukan bangsa, diperlihatkan jumlah
kerugian negara dalam semua aspek, ekonomi, ekologi, kesehatan, sosial dll.
Anak-anak binatang terlihat sangat menyedihkan kehilangan induknya, petani
tidak bisa menananm karena airnya tercemar. Diperlihatkan pula penderitaan
masyarakat yang begitu dahsyat, dan musnahnya kekayaan keanekaragaman hayati
Indonesia yang unik yang menjadi kebanggaan Indonesia. Juga disampaikan
hukuman untuk pelaku pembakaran hutan, misal 20 tahun penjara maksimal, atau
denda 200 juta.
2. Bahwa untuk mencapai tujuan penyadaran lewat Iklan TV tersebut
diperlukan penayangan dalam jangka waktu lama secara terus menerus, dan
konstan, pada jam-jam tayang yang banyak pemirsanya (prime-time), disiarkan
melalui saluran TV nasional yang populer, denga jangkauan yang sangat luas
(misal RCTI dan SCTV***).
CONTOH 4: Berikut ini kami berusaha mencontohkan, bahwa begitu dahsyatnya
Iklan
TV ini sehingga seringkali anak-anak kita atau kita sendiri dalam membeli
sesuatu, sangat dipengaruhi oleh iklan yang ada di TV. Cobalah kita ingat lagi
pada saat belanja di supermarket, apa yang ingin anak kita beli, biasanya
sesuatu produk yang diiklankan di TV. Dengan analogi begitu, diharapkan
kesadaran akan pentingnya lingkungan akan merasuk dalam sanubari anak-anak
kita
dan juga orang tua, dan ini akan bertahan beberapa generasi sehingga apa yang
kita keluarkan tidaklah mahal, apalagi kalau biaya iklan TV ini dibiayai
secara
bersama oleh kelompok-kelompok donor, sehingga biayanya lebih ringan.
CONTOH 5: Kami juga masih teringat akan ampuhnya iklan TV yang dipakai oleh
seorang politikus untuk meraih suara dalam pemilihan Prime Minister di
Australia. Hal yang disampaikan calon ini adalah adalah dengan mendramatisir
apa yang telah dilakukan oleh lawan politiknya, yang disajikan sedemikian
rupa,
sehingga diperlihatkan akibat dari kebijakan lawan politik tersebut, antara
lain banyak orang yang akan mendapatkan PHK, banyak orang yang tidak mendapat
pelayanan kesehatan, pajak yang semakin mahal, barang-barang akan naik, semua
yang digambarkan tersebut adalah akibat-akibat yang menakutkan, yang
mengerikan, menggambarkan kontras antara perbuatan yang kita inginkan dengan
apa yang ingin kita perangi
==> Pesan penting dari contoh-contoh diatas adalah kesadaran akan pentingnya
lingkungan hidup, adalah bisa dibentuk dengan cara-cara tertentu, antara lain
melalui media Iklan TV, sehingga diharapkan timbullah kesadaran umum, yang
selanjutnya akan membentuk masyarakat kritis dan tanggap terhadap
lingkungannya, yang akan menjadi alat kontrol sosial.
3. Iklan TV dengan syarat diatas adalah sangat mahal. Tetapi hal ini
dapat
diatasi melalui koordinasi dan kerjasama semua pihak, termasuk lembaga media
penyiaran, tidak dilakukan secara terpisah-pisah oleh lembaga masing-masing,
sehingga akan lebih efektif dan murah.
Mudah-mudahan impian penulis akan pentingnya iklan seperti ini akan menjadi
kenyataan suatu hari, dengan bersatunya lembaga-lembaga pemerintah, LSM, dan
lembaga donor untuk pertama-pertama melakukan penyadaran pada semua tingkat,
lapisan dan golongan yang mampu menjangkau semua pihak.
***Penulis tidak mempunyai hubungan atau kerjasama dengan TV swasta RCTI atau
SCTV
----------------------------------------------------------------------------
-------------------------
APRIADI DJAMHURIE GANI
CENTER FOR SOCIAL FORESTRY - CSF
(UPT. PERHUTANAN SOSIAL)
(Universitas Mulawarman - The University College of
The Cariboo/CIDA - Canada Partnership)
Address: Gedung Pascasarjana Magister Kehutanan - Kampus Gn. Kelua
Jalan Ki Hajar Dewantara No. 7 SAMARINDA 75123
KALIMANTAN TIMUR - INDONESIA
Tel. : +62 (0541) - 201275 ; 206407
Fax : +62 (0541) - 206407
E-mail : [EMAIL PROTECTED]
Website : http://www.csf.or.id
----------------------------------------------------------------------------
-------------------------