Rekan-rekan Yayasan Pelangi menyelenggarakan diskusi roundtable untuk LSM di sekitar
Yogyakarta mendahului diskusi mengenai transportasi. REkan-rekan yang dekat ke
Yogyakarta diundang untuk hadir dalam diskusi itu. Akan diganti uang transport Rp
50.000 per orang. Keterangan lebih lanjut silahkan hubungi Rika di [EMAIL PROTECTED] .
Salam,
Harry Surjadi
---------------
Dengan hormat,
Pelangi mengharapkan kehadiran Anda dalam dialog publik berjudul �Transportasi dan
Pembangunan Desa yang Berkelanjutan�, yang merupakan kerjasama Pelangi dan IFRTD
(International Forum on Rural Transport Development).
Dialog publik yang merupakan NGO Side-Event dari acara Seminar Nasional Transportasi
Perdesaan yang diselenggarakan oleh Universitas Gadjah Mada ini akan berlangsung pada
hari Senin, 21 Mei 2001, jam 09.00 bbwi bertempat di Gedung Fakultas Teknik Sipil Lt.
3, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Untuk lebih memberikan hasil optimal dalam dialog publik ini, kami harapkan lembaga
Anda untuk mengirimkan sinopsis kegiatan yang berhubungan dengan pembangunan
perdesaan. Mohon agar sinopsis ini dilampirkan pada saat anda mengirimkan konfirmasi
kehadiran Anda (lembar konfirmasi terlampir).
Terimakasih atas perhatian dan kerjasamanya.
Hormat kami,
Agus P Sari
Presiden Direktur � Pelangi
LEMBAR KONFIRMASI
DIALOG PUBLIK �TRANSPORTASI DAN PEMBANGUNAN DESA YANG BERKELANJUTAN�
Gedung Teknik Sipil UGM, Lt. 3
21 Mei 2001, 09.00 � 17.00 wib
Nama :
Lembaga :
Jabatan :
Email, tel. & fax :
Dengan ini menyatakan * :
� Bersedia untuk hadir
� Tidak dapat hadir
� Tidak dapat hadir, tapi akan digantikan oleh :
Nama :
Lembaga :
Jabatan :
Email, tel. & fax :
Harap mengembalikan lembar konfirmasi ini sebelum tanggal 14 Mei 2001 melalui fax
(021-5732503) atau email ([EMAIL PROTECTED])
Untuk keterangan lebih lanjut, harap hubungi Andi Rahmah (rahmah) melalui telepon
(021) 5735020/5719360.
* pilih salah satu dengan menandai pilihan Anda.
Draft TOR
Diskusi Publik
�Transportasi dan Pembangunan Desa yang Berkelanjutan�
NGO Side Event dalam rangka International Seminar on Rural Transportation
Yogyakarta, 21 Mei 2001
Latar Belakang
Saat ini sekitar 60% penduduk Indonesia tinggal di pedesaan dan sekitar 80 juta
diantaranya tinggal di kawasan pedesaan terpencil (remote area). Sarana transportasi
yang memadai, dapat diandalkan serta ekonomis adalah prasayarat bagi pembangunan desa
yang memungkinkan akses penduduk desa ke fasilitas-fasilitas yang penting.
Pendekatan yang dipakai pada perencanaan sistem transportasi pedesaan yang
konvensional lebih menitikberatkan pada pembangunan jalan beraspal bagi kendaraan
bermotor, penyediaan kendaraan bermotor untuk sarana transportasi desa dan pemasaran
hasil pertanian. Efektifitas perencanaan pendekatan dengan model seperti ini
sebenarnya telah dipertanyakan karena dari beberapa studi yang dilakukan di sejumlah
negara berkembang lainnya menunjukkan bahwa (1) sebagian besar masyarakat desa
menempuh jarak dengan berjalan kaki melalui jalan-jalan setapak dan amat jarang
menggunakan kendaraan bermotor dalam berpergian; (2) bahwa sebenarnya pemasaran hasil
pertanian dari desa tidak sepenuhnya berhubungan dengan beban transportasi desa; (3)
dengan menggantungkan pada ekonomi agraris justru penduduk desa amat jarang
menggunakan kendaraan bermotor yang konvensional. Hal ini memungkinkan karena sawah
atau ladang terletak 1-2 km bahkan lebih jauh lagi dari kawasan pemukiman desa.
Salah kaprah pembangunan desa yang menitkberatkan pada paradigma perencanaan
transportasi konvensional menghasilkan keuntungan tetapi juga mengakibatkan banyak
masalah. Pembuatan jalan raya jelas mempengaruhi tata ruang desa dan pola penggunaan
lahan. Hadirnya jalan aspal juga menyebabkan masyarakat menjadi bergantung pada
kendaraan bermotor yang beroperasi menghubungkan kota-desa, tersingkirnya moda
transportasi non-mesin seperti sepeda, dokar, cikar dan gerobak dan meningkatnya
anggaran untuk biaya perawatan dan perbaikan jalan sehingga alokasi dana publik juga
meningkat dll. Kehadiran jalan beraspal untuk dapat meningkatkan akses masyarakat
keluar dan masuk desa serta fungsi kendaraan bermotor dalam hal pengangkutan produk
pertanian untuk dipasarkan masih memiliki peluang untuk dipertanyakan. Seberapa
efektif dan efisien-kah mereka berperan dalam pembangunan desa ?
Jika transportasi dipahami sebagai suatu cara untuk memaksimalkan akses dan bukan
sekedar membuat jalan bagi kendaraan beroda, maka pengembangan transportasi pedesaan
seharusnya menitikberatkan pada cara untuk memaksimalkan akses penduduk desa dan
mendukung pembanguan desa yang terintegrasi. Untuk itu perlu kaji-ulang atas
perencanaan sistem transportasi desa yang sudah dilakukan selama lebih dari 30 tahun
terakhir yang terkesan tidak mengalami pembaharuan paradigma. Hal ini juga
dimungkinkan karena telah berkembang beberapa strategi transportasi yang mendukung
isu pembangunan berkelanjutan yang terkait dengan faktor ekonomi, sosial dan budaya
serta lingkungan.
Forum diskusi ini diharapkan dapat memberikan sumbangan dalam upaya menetapkan
paradigma perencanaan sistem transportasi pedesaan yang mendukung pembangunan desa
yang berkelanjutan untuk dikembangkan oleh semua pihak yang terlibat dalam upaya-upaya
pembangunan desa.
Tujuan
Diskusi ini adalah NGO side event dari International Seminar on Rural Transportation
yang diselenggarakan oleh Universitas Gadjah Mada dan Bappenas pada tangga 22-23 Mei
di Yogyakarta. Diskusi ini ditujukan untuk mendengar pendapat dan bertukar pengalaman
diantara para pesertanya, yang terdiri dari NGO, PO dan akademisi mengenai dampak
sistem transportasi terhadap pembangunan desa. Dari berbagai pendapat dan pengalaman
kemudian dirumuskan beberapa hal-hal penting dalam kerangka pengembangan paradigma
perencanaan transportasi yang mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan; yang akan
dituangkan dalam bentuk statement dari forum tersebut untuk disampaikan pada
International Seminar on Rural Transportation.
Hasil yang diharapkan
Diskusi ini diharapkan dapat mengkaji beberapa pertanyaan kunci: 1) apakah pendekatan
perencanaan transportasi konvensional dapat menjawab kebutuhan riil transportasi
masyarakat desa; 2) apakah perencanaan dan infrastrukur sistem transportasi desa yang
sudah ada dapat mendukung pembangunan pedesaan yang berkelanjutan; 3) mengidentifikasi
perencanaan transportasi pedesaan yang sesuai untuk kondisi daerah (appropriate mode
of transportation); 4) apa dan bagaimana kriteria transportasi yang mendukung
pembangunan desa yang berkelanjutan.
Forum diskusi ini diharapkan dapat menjadi menjadi embrio bagi terbentuknya Forum
Nasional untuk Transportasi Perdesaan (National Forum Group on Rural Transportation).
Sebuah tim kecil yang ditunjuk oleh para peserta diskusi akan mengelaborasi pemikiran
yang berkembang selama diskusi dan kemudian merumuskan sebuah NGO�s statement atau
pokok-pokok pikiran NGO untuk disampaikan pada seminar dihari berikutnya.
Metodologi
Diskusi ini akan dibagi dalam 2 sesi masing-masing selama 2 jam. Pada sesi pertama, 3
orang panelis dengan dipandu oleh moderator akan memaparkan pandangan masing-masing
selama masing-masing 20 menit. Satu jam berikutnya akan dipakai untuk melakukan tanya
jawab dan diskusi.
Pada sesi kedua, diskusi dilakukan untuk merumuskan ide-ide untuk mengkaji serta
menjawab pertanyaan-pertanyaan kunci diatas. Setiap peserta dan pembicara pada sesi
pertama dapat saling mengemukakan pemikiran dan pandangannya serta saling berinteraksi
dan memberikan kritik yang konstrukutif terhadap berbagai ide yang muncul.
Pada akhir diskusi, peserta diskusi diminta untuk menunjuk 3 orang yang mewakili
peserta dan dibantu oleh 2 orang panitia untuk merumuskan hasil diskusi dan menuangkan
gagasan-gagasannya dalam sebuah statement.
Topik Diskusi
1. Transportasi dan Pembangunan Ekonomi Masyarakat Desa yang Berkelanjutan
Pembicara: Dr. Bayu Khrisna Murthi (IPB Bogor)
2. Sistem Transportasi yang Tepat Guna dalam Menunjang Pembangunan Desa
Pembicara: Ganesh K. Ghimire (IFTRD-Nepal), Dharmaningtyas (LPIST)
3. Contoh Kasus: Sistem Transportasi Pedesaan yang Tepat Guna di Flores
Pembicara: T. Hurmali (Yayasan AYO - Flores)
Moderator: Agus P. Sari (PELANGI)
Peserta Diskusi
Sebanyak 40 orang peserta diskusi yang berasal dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM),
Organisasi Publik dan akademisi dari Jawa Tengah, Yogyakarta dan sekitarnya.
Susunan Acara
Senin, 21 Mei 2001
09.00 � 10.00 : Registrasi dan coffee/tea break
10.00 � 10.10 : Pembukaan
10.10 � 10.20 : Pemaparan metode diskusi
10.20 � 12.30 : Diskusi sesi 1
12.30 � 13.30 : Istirahat dan makan siang
13.30 � 15.30 : Diskusi sesi 2
15.30 � 16.15 : Break dan perumusan hasil diskusi & penyusunan statement
16.15 � 16.30 : Pemaparan statement
16.30 � 17.00 : Pembahasan: Forum Nasional untuk Transportasi Perdesaan
17.00 : Penutupan
Tempat Penyelenggaraan
Universitas Gadjah Mada � Kampus Bulak Sumur
Gedung Fakultas Teknik Sipil Lt. 3
Yogyakarta
Kontak dan Pendaftaran
Andi Rahma/Rizka Elysa
Pelangi
Jl. Danau Tondano A-4 Jakarta, 10210, Indonesia
Telp: 021-5735020, 5719360 Fax: 021-5732503
Email: [EMAIL PROTECTED]
----
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/