Dear panitia,

Saya dari INCL The Indonesian Nature Conservation newsLetter (INCL) adalah
sebuah mailing list yang dikelola secara non-profit untuk
informasi-informasi dan berita-berita mengenai pelestarian alam di
Indonesia. Artikel-artikel dikirimkan sekali seminggu dalam attachement
email. Untuk itu bolehkah ini dimasukkan ke dalam mailing list kami? FYI
INCL disubscribe oleh lebih dari 500 email address, jadi mungkin efektif
untuk penyebaran berita ini. Jika anda berminat unutk subscribe INCL silakan
beritahukan kami.

Salam,
Muchamad Muchtar
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Pusat Informasi Lingkungan Indonesia untuk Jaringan Pergerakan LSM
Indonesian Environmental Information Center for supporting NGO Movement
Jl. Pajajaran Indah V No 6 Bogor 16143
Tel/Fax: 0251 341827
Email: [EMAIL PROTECTED]



> Seminar dan Lokakarya Nasional
> Pengelolaan dan Pemamfaatan Pulau Nusakambangan
> Sebagai Sisa-Sisa Hutan Hujan Dataran Rendah Berupa
> Ekosistem Kepulauan di Era Otonomi
>
> I.LATAR BELAKANG
>     Pulau Nusakambangan merupakan salah satu kawasan
> dengan ekosistem hutan hujan tropis dataran rendah
> yang bersifat relict, yang dulu keberadaannya sangat
> banyak tersebar. Sifat relict kecenderungannya akan
> semakin menurun seiring dengan waktu dan pertambahan
> penduduk. Bahkan sisa relict hutan hujan tropis
> dataran rendah di Jawa Tengah saat ini ditemukan di
> pulau Nusakambangan.
>      Ekosistem hutan hujan tropis dataran rendah
> memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi,
> dimana dalam luasan 1 m2 terdapat ratusan jenis
> keanekaragaman hayati (flora, fauna, mikroorganisme).
> MacKinnon, 1993, menyatakan bahwa sebagian ciri-ciri
> yang menjadi alasan untuk melindungi suatu kawasan
> adalah keunikan ekosistem, spesies khusus yang
> diminati, nilai kelangkaan, landskap yang bernilai
> estetik, fungsi hidrologi. Ekosistem Hutan Hujan
> Tropis Dataran Rendah di Nusakambangan sendiri
> memiliki berbagai jenis yang unik dan langka seperti
> Pelalar Jawa (Dypterocarpus littoralis, BL),  Bunga
> Raflessia patma, Bangau Tongtong, Wilwo (Mycteria
> cinerea) yang masuk dalam kategori dilindungi oleh
> Concervation International on Trade Endangered Species
> (CITES) dan masuk dalam Appendix I. Keanekaragaman
> hayati yang tinggi ini merupakan potensi sumber daya
> alam yang sangat besar untuk dimanfaatkan.
>     Selain tindakan pemanfaatan, harus pula diiringi
> dengan pelestarian sumberdaya alam hayati karena
> sebagian besar spesies-spesies yang ada belum
> diketahui manfaatnya, karena pemanfaatan biodiversitas
> rendah (Eksplorasi Ilmiah Mapala Silvagama, 2000).
>     Pada aspek pengelolaan, banyak instansi yang
> terlibat di Pulau Nusakambangan seperti Pemda,
> Departemen Kehutanan, dan Departemen Kehakiman. Ini
> ditengarai telah overlapping antar instansi dengan
> berbagai kepentingannya masing-masing yang akan
> menimbulkan konflik, seperti contoh konflik batas
> kawasan konservasi, konflik kontrol terhadap kawasan,
> konflik kepentingan dan wewenang kawasan antara
> Departemen Kehakiman, pengelola LP, Departemen
> Kehutanan, Sub seksi KSDA.
>     Menghadapi era otonomi daerah dimana disatu sisi
> otonomi daerah memacu daerah untuk meningkatkan
> pendapatan bagi daerah dengan memanfaatkan sumberdaya
> alam yang ada sedangkan disisi lain sumberdaya alam
> harus dilestarikan karena berbagai fungsinya. Hal ini
> sangat tergantung pada pengelola dan berbagai instansi
> di nusakambangan menuju pengelolaan secara lestari dan
> pengelolaan terpadu.
>     Mengingat temuan-temuan diatas, maka sebagai
> bentuk perhatian dan upaya tanggung jawab bersama ini,
> Mapala Silvagama mengadakan Seminar dan lokakarya
> (Semiloka) Nasional Nusakambangan dimana semua stake
> holder di Nusakambangan duduk satu meja untuk mencari
> solusi bersama tentang model baru pengelolaan
> Nusakambangan, dan kegiatan seminar ini untuk
> menindak-lanjuti kegiatan eksplorasi ilmiah di Cagar
> Alam Nusakambangan Barat, dengan berpedoman pada salah
> satu misinya yaitu meningkatkan dan melanjutkan
> kegiatan-kegiatan yang berorientasi pada konservasi
> alam untuk kepentingan masyarakat dan ilmu
> pengetahuan.
>
> II.TUJUAN SEMINAR
> 1. Verifikasi data tentang kondisi Nusakambangan yang
> menunjang perencanaan pengelolaan suatu ekosistem
> kepulauan.
> 2. Meninjau kembali keberadaan Nusakambangan sebagai
> sisa hutan hujan dataran rendah yang menyimpan
> keanekaragaman hayati yang tinggi.
> 3. Mencari jalan tengah antara kegiatan ekonomi dengan
> nilai konservasi yang ada di pulau Nusakambangan.
> 4. Pengembangan model baru pengelolaan yang diterapkan
> pada Nusakambangan sebagai suatu pulau.
>
> III.PERUMUSAN MASALAH
> Intisari dari permasalahannya adalah bawasannya pulau
> Nusakambangan merupakan ekosistem kepulauan dari
> sisa-sisa hutan hujan dataran rendah yang ada di
> indonesia khususnya di Jawa Tengah yang menyimpan
> berbagai potensi ekologis. Banyaknya instansi
> pengelola yang secara langsung mempengaruhi batasan
> kerja dan wewenang instansi yang bersangkutan akan
> menimbulkan beberapa konflik kepentingan. Konflik
> kepentingan yang terjadi sekarang ini lebih terbuka
> pada stake holder yang ada mengenai status
> Nusakambangan. Menyangkut juga adanya permasalahan
> sosial ekonomi masyarakat yang mendukung terjadinya
> berbagai konflik. Dalam kegiatan seminar ini dilakukan
> kegiatan pra seminar untuk mencari data tambahan
> berupa data primer maupun data sekunder tentang
> kondisi sekarang dengan melakukan audiensi di berbagai
> pihak terkait di Nusakambangan.
>
> IV.PELAKSANAAN
> Seminar dan Lokakarya Nasional (Semiloka)
> "Pengelolaaan dan pemanfaatan Pulau Nusakambangan
> sebagai sisa Hutan Hujan Dataran Rendah berupa
> Ekosistem Kepulauan di Era Otonomi Daerah" akan
> diadakan pada :
>
> Hari/Tanggal  : Senin - Selasa/ 28 - 29  Mei 2001
> Waktu         : 08.00  -  selesai
> Tempat         : Hotel Ambarukmo Yogyakarta
>
> V. PESERTA
> Pada seminar ini diharapkan dihadiri oleh berbagai
> kalangan yang terkait :
> - Instansi Pemerintah
> - Industri
> - Akademisi, Praktisi
> - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)
> - Mahasiswa
>
> VI. BIAYA PENDAFTARAN
> - Mahasiswa S1/D3 Rp 25.000,00
> - Mahasiswa S2 Rp 50.000,00
> - Umum/Instansi Rp 75.000,00
> Biaya sudah termasuk makalah, Seminar kit, makan
> siang, snack  dan  sertifikat.
>
> VII. INFORMASI DAN PENDAFTARAN
> Pendaftaran peserta seminar dapat dilakukan melalui :
> Sekretariat Mapala Silvagama :
> Jln. Agro Bulak Sumur No.1 Fakultas Kehutanan
> Universitas Gadjah Mada Telepon/ Faksimili : +62 0274
> 548815
> Contact Person : Y.I.Christanto  (  Hp : 0818342236 )
>
> E-mail : [EMAIL PROTECTED]
> No. Rekening: BRI.029331052055 a/n Mapala Silvagama
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> _______________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Get your free @yahoo.ca address at http://mail.yahoo.ca
>
>
> ----
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/
>
>
>
>
>
>
>



----
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/





Kirim email ke