Rekan-rekan anggota milis lingkungan saya akan melaporkan persiapan NGO lingkungan 
(plus major groups) menghadapi Rio+10.
 
Tanggal 11 Juni 2001, kurang lebih ada sembilan organisasi nonpemerintah (antara lain 
Forest Watch, WWF, Walhi, IMA, Pelangi, KPS, Solidaritas Perempuan, Telapak, RMI, yang 
diwakili oleh lebih dari 11 orang) bertemu di Walhi (atas undangan Emmy -Walhi dan 
Dewi-WWF) untuk membahas persiapan NGO menghadapi PrepCom dan Rio+10. Saya hadir dalam 
pertemuan itu. 
 
Beberapa kesimpulan penting, bisa saya sampaikan:

1. NGO yang selama ini ikut dalam rapat di kantor Menteri LH merasa bingung, forum 
yang diselenggarakan atas prakarsa Kantor Menteri LH itu National PrepCom atau forum 
konsultasi dengan Pak Emil sebagai Ketua Biro 10.

2. Rekan-rekan yang hadir ingin memperjelas posisi NGO dan forum di LH maupun Rio+10:
 
a. WSSD adalah forum pemerintahan bukan forum NGO, jadi NGO perlu ada forum sendiri 
(People Forum atau NGO Forum atau apa pun namanya) seperti juga ketika diselenggarakan 
KTT Bumi di Rio yang paralel dengan KTT.
b. Rekan-rekan melihat forum di LH masih rancu antara kegiatan National PrepCom 
(Indonesia) dengan forum konsultasi dengan Pak Emil sebagai Ketua Biro 10, tetapi 
rekan-rekan melihat proses yang terjadi adalah proses penyusunan country report atau 
country assessment. 
c. Partisipasi beberapa NGO yang diundang dinilai oleh rekan-rekan (yang hadir) adalah 
atas nama pribadi bukan lembaga. Lembaga harus memperjelas posisinya dalam 
pertemuan-pertemuan di LH
d. Rekan-rekan sepakat untuk melakukan proses assessment sendiri dengan menyertakan 
major groups lainnya kecuali bisnis dan local government

3. Rekan-rekan sepakat membentuk tim inti yang akan menjalankan proses persiapan 
menghadapi pertemuan-pertemuan menuju Rio 10 (PrepCom II, III, IV, regional meeting, 
subregional meeting). Tugas tim antara lain:

a. Melakukan outreach ke major groups lain (kecuali bisnis karena mereka sudah cukup 
kuat dan local government, dan pemuda dipisah dari anak) agar semua pendapat major 
groups sedapat mungkin bisa tertampung dalam assessment, dan pemikiran alternatif dari 
NGO
b. Melakukan lobby ke berbagai pihak untuk memastikan pemikiran NGO bisa terakomodasi 
dalam draf keputusan yang akan dibawa ke Johannesburg. Salah satu proses lobby adalah 
secara rutin melakukan pertemuan dengan Pak Emil sebagai Ketua Biro 10 dan membackup 
Pak Emil untuk masalah substansi, terutama substansi dari sudut pandang NGO/major 
groups.
c. Melakukan rapat-rapat pembahasan substansi (assessment, key issues dll), membuat 
rumusan tata tertib terutama berkaitan dengan keterlibatan NGO/major groups, terutama 
berkaitan dengan rapat-rapat PrepCom (II, III, IV) dan subregional/regional meeting.
d. Menyiapkan "shadow report" atau assessment versi NGO sebagai dokumen tandingan dari 
country report Indonesia
e. Menyiapkan agenda "people forum" yang dilaksanakan paralel pada saat PrepCom IV di 
Jakarta
f. Menggalang dana untuk semua proses dan kegiatan NGO/major groups
g. Menggalang NGO yang akan berangkat ke Johannesburg, terutama penjadwalan kegiatan 
atau aktivitas NGO Indonesia di Johannesburg
h. Menjadi focal point untuk NGO internasional yang ingin berperan dalam People Forum 
saat PrepCom IV di Jakarta

4. Ditetapkan sekretariat untuk NGO Forum adalah di Walhi.

5. Sudah disiapkan mailing list khusus untuk diskusi dan diseminasi materi diskusi 
antara NGO/major groups di [EMAIL PROTECTED] 

Saya juga menawarkan bagi rekan-rekan yang ingin memasukkan ide-ide atau ingin 
mengikuti diskusi bisa mensubscribe ke milis di atas atau membahasnya di milis 
lingkungan.

Mudah-mudahan bermanfaat. Saya mendorong partisipasi rekan-rekan, terutama yang jauh 
dari Jakarta, karena event ini sangat penting demi kelanjutan kelestarian lingkungan 
hidup.

Salam,
Harry Surjadi
Moderator

Kirim email ke