Pontianak Post, 24 Agustus 2001

Perusahaan HPH PT Rimba Ramin dan HTI PT Finantara mencatat rekor tertinggi dalam 
pengumpulan hot spots di wilayah Kalbar. Sumber ini berdasarkan data Posko Karhutlada 
Dinas Kehutanan Kalbar dari pantuan Stasiun Bumi, Satelit NOAA, dan FFPMP-PKA-JICA 
Bogor pada Rabu (22/8). Pantauan titik api dari ketiga satelit itu terdata, dari 
sekian HPH dan HTI di Kalbar, HTI PT Finantara Intiga terdata 31 hot spots di kab 
Sanggau dan Sintang. Sedangkan HPH PT Rimba Ramin terdapat 24 hot spots di kab Kapuas 
Hulu dan Sanggau, sedangkan HPH/HTI lainnya berada di bawah llima titik.

Sementara, terhitung pada hari Rabu mulai pukul 16.40 WIB di Kalbar terdata titik api 
sebanyak 164 buah. Kali ini hanya empat kabupaten yang berhasil dipantau, 
masing-masing Kab Sanggau 59 buah, Sintang 53 buah, Kapuas Hulu 37 buah, dan Ketapang 
15 buah. Sedangkan Kab Sambas, Bengkayang, Pontianak dan Landak tidak terdapat hot 
spots. Data ISPU di kota Pontianak dinyatakan tidak sehat hingga berbahaya. Di lain 
pihak, kondisi cuaca di Kab Pontianak diselimuti kabut asap, Sambas berawan rendah, 
Sintang hujan, Kapuas Hulu berasap, Ketapang berkabut, dan Nanga Pinoh berkabut tebal.

Sementara itu, berdasarkan pantauan NOAA-12 milik MSS pada Rabu (22/8) sejak pukul 
20.00 WIB terdapat 303 hot spots di Pulau Kalimantan, dan jumlah terbanyak diduduki 
Kalbar.

Sedangkan untuk memastikan keberadaan titik api di wilayah Kalbar, Jumat (24/8) pagi 
ini rombongan yang terdiri dari Kadis Kehutanan Kalbar, Kadis Perkebunan Kalbar, 
Kepala Bapeldalda Kalbar, seorang anggota DPRD Kalbar, seorang pejabat Departemen 
Kehutanan dari Jakarta dan tiga orang wartawan melakukan "fly over" ( penerbangan 
dengan ketinggian rendah di atas langit Kalbar. 



Ronny Christianto

==============
ppshk kalbar
jl. budi utomo blok A4/5 pontianak78241
[EMAIL PROTECTED]
==============

Kirim email ke