iwayan wicaksana wrote:
> 
> Saya tertarik dg majalah Linux, beberapa yg menjadi
> point adalah :
> 
> 1. Siapa pemodalnya, kalau bisa tidak ada yg dominan
> sehingga idealis tetap terjaga.

Benar, Pak Wayan, saya (dan Pak Effendy) juga tidak ingin ada 
yang mayoritas.

> 
> 2. Siapa yg mengelola, apakah sukarela atau
> profesional. Kemudian bagaimana honornya, apakah
> bentuk uang atau yg lainnya.
>

Hal-hal ini yang perlu kita bicarakan bersama secara intensif.
Ada usulan dari P. Effendy, Sabtu minggu ini kita kumpul, sambil mulai 
dari sekarang kita diskusi.

Saya rasa, pengelola harus profesional. 
"Penghargaan" kepada pengelola, kemungkinan ada 2 macam, 
yaitu honor (uang) dan SAHAM (goodwill).
 
> 3. Apakah juga open content, siapa aja boleh copy asal
> sebutkan sumbernya. Seperti semangat open source ?
>

Saya pikir bagus begitu, "open content"
 
> 4. Bagaimana nama majalah ?
>

Sudah masuk beberapa usulan:
Linux Indonesia, InfoLinux, Pelor, dll.

> Bagaimana pertemuan tg 15 Jan 2000, jadi ? Apa
> hasilnya ? Aku terlambat tahunya.

Itu baru pertemuan informal untuk mempersiapkan pertemuan formal, 
yang direncanakan Sabtu, 22 Januari, jam 14.00 - 17.00, di TELKOM.
Hasil pertemuan: UNDANGAN RAPAT tersebut, yang sebenarnya baru 
akan saya posting hari ini.

> 
> Dari diskusi mailing list modal katanya Mas Rusmanto
> bisa bantu carikan investor ? Utk pengelola ini yg
> agak rumit, apakah menjadi majalah dinding atau
> majalah nasional ? Jadi mungkin perlu ketemu, mungkin
> mulai saja dari yg sederhana baru ke yg rumit.

OK. Ada saran tentang waktu dan tempat RAPAT di atas?

> 
> Masalah open content mungkin tergantung penulis/edit
> dari tiap artikel. Jadi mungkin ada yg iya dan ada yg
> tidak. Utk nama, mungkin mirip-miripin yg kelas
> Internasional biar kesan ada koneksi, jadi secara
> marketing menguntungkan. Biasa saya khan juga masi
> luar negri oriented.
> 

Contohnya apa? Linux Jounal, Linux Today atau ....
yang penting, IMHO, ada kata Linux, karena untuk lebih 
mempercepat pengenalan nama Linux itu sendiri.

> Saya tertarik majalah linux, karena bisa saya
> manfaatkan utk menampilkan tulisan para mahasiswa yg
> sedang belajar menulis. Artikel mungkin juga hanya
> terjemahan. Nah disini saya punya 'power' utk menekan
> mahasiswa menulis, dan 'kolusi' dg editor majalah utk
> memuat. Sehingga ada 'simbiosis mutualisme', majalah
> dapat artikel, mahasiswa bangga tulisannya dimuat,
> dosen nyantol nama sebagai editor tulisan ..he he he.

Ya. Itu baru sebagain kecil dari sekian banyak manfaat 
terbitnya majalah Linux di Indonesia.

> 
> Ok selamat berjuang utk Majalah Linux, saya siap bantu
> sesuai kemampuan.
> 
> I Wayan S Wicaksana

Mari kita berjuang bersama-sama, agar yang berat menjadi ringan :-)

Rusmanto

----------------------------------------------------------------------------
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3
Pengelola dapat dihubungi lewat [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke