On Wed, 26 Jan 2000, Lukito Edi Nugroho wrote:
> Kelihatannya pendekatan lewat jalur mahasiswa, entah itu
> formal (melalui lembaga kemahasiswaan spt. senat dll) atau
> non-formal (individual ?) tidak akan memberikan impulse
> yang cukup kuat buat terwujudnya OSCA. Mengapa ?
>
> Mahasiswa bukan decision maker dalam lingkungan univ.
> Meski OSCA dinyatakan sbg. moral force, dalam
> pelaksanaannya masih diperlukan kekuatan birokratis.
Justru ini.. yang saya khawatirkan.. pihak kampus cenderung lebih suka
"tutup mata" (dan tidak menutup mata bahwa pengaruh faktor "K") akan
menentukan dalam pemilihan misal "Microsoft Campus Agreement" atau
lainnya...
Ini yang jadi pertimbangan utama kenapa perlunya ada "pressure" dari
mahasiswa kepada pihak sekolah..8-)
> Linux dan Windows memang interoperable, tapi belum
> sampai pada tingkat "seamless" yg memungkinkan users
> benar-benar enggak peduli dia pakai sistem apa.
> Pada akhirnya kondisi ini membuat pihak universitas
> kesulitan untuk mengaplikasikan OSCA tanpa harus
> membuat pemaksaan-pemaksaan.
Yang menjadi berbeda dg situasi di Indoensia adalah "sebagian besar"
Windows yang digunakan adalah bajakan. After 2000, kita harus MEMBELI.
Nah di sini Uni menghadapi pilihan.. you join MCA dan bayar atau lainnya.
Sehingga bisa saja kita "acuh" dengan kompatibilitas keduanya toh kita
tidak "memelihara keduanya", Memang pandangan ini agak ekstreem dan
Indonesia oriented...8-)
> Lain halnya kalau kampus terikat dengan model
> commercial licensed agreements. Paradigmanya sudah
> lain, enforcement bisa dengan mudah diberlakukan.
Justru itu.. di Indonesia saat ini yang lagi gencar didukung pemerintah
melalui Dirjen HAKI adalah PEMASYARAKATAN MCA sebagai solusi. Padahal
kita tahu tidak KECIL BIAYA untuk itu. Nah pikiran saya, yang selalu
menjadi korban dalam decision seperti ini adalah MAHASISWA. mereka yang
"kudu" bayar... sehingga lebih baik kita berikan pandangan lain
> Mungkin mas Made bisa memperjelas ide ttg. OSCA ini.
> Misalnya, apakah kalau si univ. sudah bikin service
> ftp publik untuk software OS dia sudah bisa disebut
> ikut OSCA, meski dia juga terikat dengan commercial
> agreements ?
> Saya rasa kejelasan ide ini penting untuk mengenalkan
> OSCA kepada warga univ, baik birokrat maupun mahasiswa.
Mungkin karena belum selesai artikel sya. Bisa saja suatu kampus OSCA
dalam jumlah besar, dan juga memegang MCA dalam jumlah kecil (misal 10
FTE).
Jadi seara luas untuk mahasiswa, mereka menerapakan OSCA tetapi dalam
jumlah kecil karena permasalahan kompatibilitas, mereka cukup beli 1 atau
2 licencse saja.
Memang ini lebih dari sekdear "ftp mirroring".. tetapi lebih kepada
enforcement penggunaan Open Source....
IMW
----------------------------------------------------------------------------
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3
Pengelola dapat dihubungi lewat [EMAIL PROTECTED]