Cara berpikir kita bahwa software itu adalah suatu barang yg bisa kita beli di Glodok, Blok-M, Mangga Dua, Siola, Surabaya Mall (dan bahkan toko-toko buku besar seperti Gramedia dan Gunung Agung <--- betul kan, mereka jual software bajakan, hehehehe ... udah gitu dgn tanpa malu mereka pajang dicounter mereka, hahaha ... :-D ) HARUS DIRUBAH.
SOFTWARE, apapun juga, HARUS kita perlakukan selayaknya sepatu NIKE dari USA kita atau dompet kulit mengkilat dari Aigner dari Prancis kita atau bahkan seperti IndoMie dari Indonesia. Emangnya kita mau makan IndoMie yg palsu ?? Enggak khan. Mending yg asli. Ya begitu juga seharusnya dgn SOFTWARE. Pola PIKIR kita yg menganggap bahwa software itu hanyalah 2 atau 3 keping CD harus dirubah. Seringkali kebanyakan dari kita terjebak oleh analogi seperti ini, "Lha cuma 3 CD kayak gini kok harganya Rp. 700.000,- yaa ??? Mendingan beli di Gramedia, paling-paling 3 CD cuma Rp. 50.000,-" Masih banyak dari kita yg belum tahu, bahwa dibalik 3 keping CD original tersebut terdapat ratusan SDM, manajemen rantai supply dan demand, distributror2, dealer2, para pengecer, packaging, shipping, handling dan berbagai pernik-pernik lainnya sebelum jatuh ke tangan kita. Sebagai contoh kasus, saya pernah membatalkan order saya untuk impor suatu software, hanya karena kalau dijual di Indonesia, agar harganya mencapai kisaran Rp. 100.000,- per package, saya harus impor minimal 10,000 paket. Tapi itu hanya contoh, buat yg punya dana unlimited pasti ga masalah. Kalo saya jadi buyer atau end-user, saya pengennya dapet software original dgn biaya murah. Dan yg bisa mendukung saat ini kelihatannya (atau cuma satu-satunya) cuma Linux. Nah sekarang kita bicara STRATEGI, 1. PERUBAHAN Kalau menurut saya, perubahan yg harus kita lakukan pertama kali adalah pada DIRI SENDIRI. Misalnya dengan cara TIDAK menginstal Linux bajakan di komputer kita. Lalu ngasih tau temen2 agar juga jgn pakai yg bajakan. Kemudian kalau bbrp org sudah tertarik untuk bergabung (mis. sudah ada min 3 atau 4 org pemakai Linux Original yg ngumpul jadi satu "geng"), dibuatlah sebuah komunitas. 2. KOMUNITAS Komunitas yg kecil tersebut (sekitar 3 atau 4 org tsb a/ kita sebut aja geng) mulai mengembangkan gengnya dan menularkan kepandaian yg dimiliki pada org2 baru. Kenapa perlu jadi geng? Krn kemungkinan pertama, (ini baru kemungkinan, lhoo) mereka perlu patungan untuk beli distro. Atau yg punya minat belajar tapi ga punya pc krn keterbatasan dana, sedangkan yg lain mungkin punya pc tapi takut belajar Linux, dll. Yg kedua, kalo bareng2, lebih enak komunikasi dan kontak personalnya. Lebih gampang nelpon 4 org dan dapet kabar ttg perkembangan mereka daripada nelpon 1 org trus ga ada kabar sama sekali. Kenapa ditelpon? Krn kalo ga dikontak dan sering2 kumpul, minat mereka lama2 makin turun dan akhirnya cuma jadi penggembira saja lalu kemudian mati pelan, sayang khan? Padahal minat mereka bagaikan tunas yg sedang tumbuh, kalo ga disiram ama semangat mas-mas yg sudah senior, pasti down. Yg ketiga, dgn bareng2, maka tingkat penyebaran kepandaiannya merata, yg tau akan berusaha membantu yg tertinggal dan sebaliknya, yg tertinggal akan berusaha mengejar yg sdh tau. Nah, kalau sdh tercipta suatu kelompok yg bareng2 ngerjain suatu hal, maka terciptalah semacam "api" bagi "ngengat2" alias org2 baru yg pengen tau Linux lebih detil, untuk bergabung dan mengembangkan kelompoknya itu. Nah, kalau dari yg kecil2 tsb sudah tercipta suatu komunitas yg FREE-PIRACY, kemudian health-mentally dan sudah think-positively, bisa dipastikan bahwa perubahan yg baik sudah terjadi akan akan jadi fenomena di dunia IT kita. Dan sebagai senior mereka, sebaiknya para pembimbing juga menggunakan software yg asli dari masing2 distro. 3. EXPAND Sebenarnya, expand di sini cuma berarti pelebaran dan perluasan dari segi kuantitas dan kualitas dari komunitas yg terduplikasi dengan baik. Untuk itu banyak sekali cara2 yg sudah disarankan sama mas-mas sebelumnya di forum milis ini. Expandnya kemana ? Banyak sekali, ada tempat kursus, universitas dan kampus2, lembaga2, instansi2, swasta2, bumn2, pemerintah, kerohanian2, yayasan sosial2 dll. Trus siapa yg expand ? Ya KPLI dong. Kita-kitalah pastinya, siapa lagi ? masak org2 RedHat, Debian dll dari Amrik ? Well, apalagi ? Saya rasa cukup ya, malah kebanyakan. Cuma sekali lagi, saya mengucapkan banyak terima kasih pada semua pihak atas terciptanya milis ini, sehingga ketikan ini bisa ada di sini. Last but not least, mari ini semua kita kembalikan ke diri kita masing2, sebagai cermin yang mungkin akan membuka mata hati kita masing2, demi terciptanya masa depan IT yg cerah di Indonesia, menyongsong era AFTA 2003/4. Sembah nuwun, xybertooth (seorang pemakai Windows 2000 bajakan yg lagi nabung buat beli distro original, doakan ya. :-) ) __________________________________________________ Do You Yahoo!? Yahoo! Sports - Coverage of the 2002 Olympic Games http://sports.yahoo.com -- Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3

