waktu itu, Wed, Feb 20, 2002 at 12:18:31AM -0800, Deny P. Sambodo menulis: > MEnunut saya, > Linux perlu waktu untuk menjadi alternatif pilihan. > Dan saya melihat untuk Yogya, ada perkembangan yang > cukup bagus. Kalangan muda sangat antusias dengan > "barang baru" itu.
tentang perlu waktu, 4 tahunan Linux di Indonesia, seharusnya komunitasnya sudah dewasa. gitu kali yah :) > > Tetapi memang perlu langkah strategis untuk mendorong > linux menjadi alternatif pilihan. > Gimana teman-teman yogya? apakah kita bisa ketemu > untuk merancang desain kegiatan social marketing for > Linux? > kalau langkah, kayaknya udah sering dibicarain disini, mungkin perlu disaring dan dijadikan dokumen resmi, semacam 'panduan komporisasi linux di daerah anda', misal gini (dulu pernah baca dokumen sejenis, cuman bhs inggris kl ga sala inget): - kalau ada KPLI, gabung ke KPLI. Kalau belum, bikin. Caranya, 123 dst. - kalau anda mahasiswa, download dokumentasi OSCA, usulkan ke kampus Anda, bentuk klub linux di kampus dst. - kalau anda pengguna rumah/di kantor ngumpet-ngumpet, aktif di KPLI, ngobrol di milis, dateng kalau ada pertemuan, protes kalau gak ada pertemuan, dst. - kalau anda pebisnis linux, dukung kpli, sponsori kegiatan-kegiatan kpli. toh kalau linux berkembang, yang untung anda juga. dst juga. dst, sederhana saja, tapi butuh konsistensi. belum butuh kegiatan-kegiatan besar, atau nuntut kesadaran pemakai (nanti ketularan gaya politisi hehehe). Masalah bangga atau enggak pake suatu produk, ya itu tergantung keberhasilan membentuk 'brand' dari marketing pembuat produk ybs. Sesuatu yang dikondisikan, bukan dihimbaukan. -- fade2bl.ac -- Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3

