On Thu, 28 Mar 2002, adwin wrote: > > Hm.. sebetulnya tetap ada keuntungan koq, hanya mungkin cara pandang > > terhadap keuntungan. > > Pak Made, Tolong dijelasin donk gimana cara pandang thpd keutungan kalau > dokumentasi mereka di openkan (terutama di Indonesia) ?
Kalau dokumentasi jelas, keuntungan mereka adalah sebagai sarana "marketing" secara tidak langsung. Semakin banyak yang membaca dokumentasi yang mereka buat, maka semakin banyak orang tahu persh yang mendanai pembuatan dokumentasi itu, atapun si penulis itu sendiri. Bayangkan kalau anda harus pasang "banner" berapa ribu (ratus ribu) atau iklan. Sedangkan kalau membuat buku yang free di download, secara tidak langsugn orang sudah membaca. Nah ini adalah salah satu justifikasi bisnis dari si persh yang memodali pembuatan dokumentasi "bebas" itu. > sedikit). Nah yg jadi pertanyaan, dr mana perusahaan ini bisa dapatin > penghasilannya ? kalo mau nungguin donasi dr pemakai, rasanya sulit yah > (terutama di donesia). Yang jelas kustomisasi. berbeapa jenis aplikasi relatif membutuhkan kustomisasi. Dan banyak persh nggak mau refot 8-). Sisi lain adalah trainning dan konsultasi. Ada juga persh yang "merilis" program bebas kecil sebagai sarana "marketing" atau menunjukkan kemampuan teknis yang dimilikinya. Tetapi dia memiliki beberapa produk atau layanan lainya. Karena orang sudah pernah mencoba dan mengetahuai bagaimana "mutu" dari si persh tersebtu (dari produk bebasnya), maka akan lebih mudah bagi persh tersebut mencari client. > 2. apakah kekuatan hukum di Indonesia sudah bisa mendukung pelaksanaan open > source (GPL) ini ? > misalnya untuk kasus seperti MySql yg dibajak oleh Nu Soft (CMIIW) beberapa > saat yg lalu. Bisa saja.. 8-) selama ada yg mendaftarkan lisensinya. Nah justru itu sebetulnya diharapkan "kerja sama" dari persh-persh yang "memanfaatkan" linux untuk beramai-ramai mendaftakarn (atau patunagan) lisensi ini.. Lisensi ala Software RI sendiri (yg dibuat ala GPL) sudah/sedang didaftarkan. > > Saya cuma "berangan-angan" seandainya banyak company yg telah memafnaatkan > > program Open Soruce (misal Linux) juga mengembalikan ke publik (entah > > melaluai pendanaan pengembangan untuk open source, ataupun melalui > > dokumentasi). > > ya itu masalahnya. Manusia sebagian besar suka ambil yg free nya aja tapi > males ngembalikannya(baca : kontribusi) ... malah di jual lagi dengan close > (dbajak istilahnya) ...^^; Kembali lagi sebetulnya "mental" kita seperti apa sih. 8-) IMW -- Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3

