Sukses buat Bona!
detikcom - Jakarta,Sejak awal pekan ini, guru-guru dari 20 sekolah di Jakarta
tengah mempelajari teknik "kloning" di SMK Negeri 46 yang terletak di
belakang LP Cipinang, Jakarta Timur.
Demikian diungkapkan aktivis Jaringan Informasi Sekolah (JIS), Bona
Simanjuntak, kepada detikcom, Selasa (20/8/2002). Bona saat ini tengah
menjadi instruktur pada program workshop yang diadakan oleh organisasinya
itu.
Tapi jangan salah sangka. Guru-guru itu tidak diajari untuk membuat janin
mahluk hidup dengan cara kloning, seperti membuat anak Domba bernama Dolly
yang terkenal itu. "Kloning" merupakan istilah yang populer di kalangan
praktisi komputer Indonesia untuk menyebut teknik Terminal Diskless.
Dengan teknik terminal diskless alias kloning tadi, guru-guru tadi
diharapkan dapat memanfaatkan komputer-komputer model lama di sekolahnya
untuk
menjalankan aplikasi-aplikasi komputer model terbaru. Soalnya, teknik ini
memungkinkan sebuah PC model lama dengan prosesor 386 atau 486 untuk memiliki
kemampuan setara dengan PC terbaru yang menggunakan prosesor Pentium 4.
Teknik kloning memanfaatkan jaringan local area network (LAN) dengan satu
server dan beberapa client. Dengan teknik ini, sekolah hanya perlu membeli
satu PC model terbaru untuk server sedangkan PC client-nya dapat memanfaatkan
PC bekas yang kebanyakan sudah tidak dipakai karena tidak dapat digunakan
untuk menjalankan aplikasi-aplikasi komputer terbaru.
"Jadi sekolah dapat menghemat biaya untuk membeli PC baru yang harganya
mahal," ujar Bona. "Kami mengajarkan teknik tersebut, bagaimana caranya
sharing resources," lanjut guru SMK Jaya Wisata ini.
Sejatinya, teknik semacam ini sudah banyak digunakan oleh kalangan pengusaha
warung internet (warnet) di Indonesia. Beberapa dari mereka memanfaatkan
sistem operasi Linux yang open source untuk melakukan kloning.
Bona sendiri mengaku lebih suka menggunakan sistem operasi Windows 2000.
Dengan cara ini, PC dengan prosesor 386 dapat menjalankan sistem Windows 2000
dan menjalankan aplikasi-aplikasi terbaru berbasis Windows, seperti Office
XP. "Linux oleh kebanyakan orang masih dirasa sulit dan yang mampu
menggunakannya masih terbatas," jelas Bona.
Namun pria lajang ini enggan menjawab saat ditanyakan soal keaslian program
Windows 2000 yang digunakannya. "Kita jangan terlalu melihat dari sudut
sempit," elaknya.
Selain diajarkan untuk melakukan kloning, guru-guru tersebut juga diajarkan
desain web sederhana. "Setidaknya mereka bisa save as html file Excel berisi
nilai siswa-siswanya dan kemudian di-upload ke internet," jelas Bona.
Pada pekan ini, JIS juga melakukan kegiatan workshop serupa di Karang Anyar,
Magelang, Yogyakarta, Klaten dan Singaraja. Dalam beberapa pekan mendatang,
kegiatan ini juga akan digelar di Cirebon, Pekalongan, Solo, Salatiga,
Sleman, Kulon Progo, Bantul, Gunung Kidul, Rangkas Bitung, Pandeglang,
Bekasi, Sukabumi, Bogor, Denpasar, Probolinggo dan Kediri.
Selain diikuti oleh kalangan SMU dan SMK, kegiatan ini juga diikuti oleh
guru tingkat SLTP dan Sekolah Anak Jalanan (SAJ).
"Paling tidak, ini bukan pelatihan yang ada di awang-awang seperti
pelatihan-pelatihan lain," ujar Bona. Setelah mengikuti workshop ini, selain
memanfaatkannya di sekolah masing-masing, guru-guru itu diharapkan akan
mengajarkannya teknik tersebut pada guru-guru yang lain.(sgt)
--
-------------------------------------------------------
--
If the American dream is for Americans only, it will remain our dream
and never be our destiny.
-- Ren'e de Visme Williamson
--
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3