----- Original Message ----- From: "adi" <[EMAIL PROTECTED]>
> On Fri, Oct 18, 2002 at 03:20:32PM +0700, Batara Surya wrote: > > Anda punya komentar gak tentang penulisan GNU/Linux? > > maaf, habis mudik 1 minggu :-) > > komentar, kalau pun ada nggak akan banyak. mestinya ditanyakan > langsung ke rms, mengapa setiap kita mengetik linux beliau > selalu mengkoreksi dengan sabar dan setia supaya mengganti dengan > GNU/Linux. > Dalam hal ini RMS sangat kekeuh dalam penggunaan GNU/Linux. Event yg akan diselenggarakan November nanti akan mengangkat tema "Indonesia GNU/Linux Conference 2002". Dalam event ini akan dibahas mengenai GNU System dari sumbernya langsung. Hal ini sudah disepakati mengangkat tema GNU/Linux dalam event kali ini. Artinya adalah dalam event ini RMS kita persilahkan membicaran GNU/Linux untuk masyarakat Indonesia. Bisa jadi event-event berikutnya kita akan mengangkat tema "Indonesia Linux Conference", atau "Indonesia Open Source Conference", bahkan "Indonesia Winbi Conference". Toh ini hanyalah sebuah event. > linus belum pernah secara formal memperkenalkan kernel yang dia > buat sebagai GNU/Linux, setidaknya 'tree' yang dia kelola sekarang > pun tidak dia sebut sebagai GNU/Linux. ada yang tahu kalau rms > juga mengelola linux kernel yang beliau namakan GNU/Linux? > Iya, sepakat Linus tidak pernah memperkenalkan kernelnya sebagai GNU/Linux. Ini saya quotes dari email saya sebelumnya dan ada beberapa tambahan: "Pada saat Linux diciptakan, GNU System yang dimulai pada tahun 1984 di bawah naungan FSF belum sempurna karena kernel yg dibangun untuk GNU System yaitu HURD belum selesai. Waktu itu kebanyakan aplikasi dalam GNU Project masih di bangun di atas Unix. Kehadiran Linux menjadikan GNU Project menjadi sempurna terlebih lagi Linux di kembangkan di bawah GNU GPL. Kernel yg seharusnya digunakan adalah HURD digantikan oleh Linux. Sehingga yang terlibat dalam pengembangan GNU Project bahkan pencetusnya pun mengunakan istilah GNU/Linux dan inilah yg dipake dalam GNU System". Saya gak tau juga apakah RMS ada mengembangkan kernel yg disebut GNU/Linux, sedangkan kernel yg dikembangkan dalam GNU System adalah HURD. > kalau semua yang berlisensi GPL harus ditulis dengan GNU/blah > baru itu namanya penyakit (j/k). note saya tdk mengimplisitkan > rms mengharuskan semua GPL harus ditulis diawali dengan GNU/... > lho :-) > Kalau aplikasi tersebut ditulis mengikuti GNU System apalagi berlisensi GNU GPL tentu seharusnya mereka memakai GNU blah itu. > walaupun tidak (tepatnya belum) ada, linux tidak harus melekat > pada sistem GNU. > > tetapi sepertinya rms memaksudkan dengan linux tidaklah hanya > sekedar kernel. dan kenyataannya benar, linux memang dikenal > tidak hanya sebagai sebuah kernel. untuk itupun saya _pribadi_ > (note: saya tidak menganjurkan orang untuk berpendirian sama > dengan saya), tidak akan membuang-buang waktu dengan menulis > GNU/Linux untuk satu paket OS+aplikasi yang lazim disebut > sebagai linux, segatal apapun rms mengingatkan saya :-))) > Saya sangat menghargai pendapat pribadi anda yang menyebut satu paket OS+aplikasi yg lazim disebut sebagai Linux, pendapat orang lain akan berbeda dengan anda. Sekitar 6 tahun lebih sebelum Linux lahir GNU System sudah memulai projectnya. Orang-orang pada masa ini mungkin belum mengenal Linux itu sendiri, yang mereka tau adalah GNU. Aplikasi yg ada di OS tersebut banyak dibangun dengan GNU System bahkan OS itu sendiripun di kembangkan dengan GNU System. > barangkali karena saya supporter linux, bukan supporter GNU > (istilah yang saya pakai tidak seluruhnya tepat). > > barangkali juga karena ini milis linux-aktivis bukan gnu-aktivis > (j/k). > Maka dari itu sudah mulai bermunculan GNU/Linux User Group seperti di Argentina, Brazil, India, Italy, Spanyol dan US, walaupun di Indonesia sendiri yang saya tau belum ada yg mendeklarasikan kelompoknya GNU/Linux User Group itu. Bisa saja terjadi misalnya setelah mendengarkan langsung dari RMS tentang GNU/Linux tiba-tiba muncul GNU/Linux User Group Makassar. Itu terserah mereka. > beberapa dari penikmat milis ini pun tentunya ada yang berkomentar: > 'kurang kerjaan, istilah saja dikomentarin'. dan sayangnya saya > termasuk dengan golongan ini :-) karena posting saya sebelumnya > tak lebih dari sekedar gurauan, sayangnya waktu itu bukan tanggal > 1 april he..he.. > Kalau menurut saya tidak ada salahnya hal ini didiskusikan, sehingga wacana ini bisa muncul ke permukaan kalangan komunitas di Indonesia, setidaknya komunitas tau dan mengerti perkembangannya. Justru yg kurang kerjaan menurut saya adalah kalau ini hanya dijadikan sekedar gurauan. Salam, -bs- -- Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3

