waktu itu, Tue, Oct 29, 2002 at 10:30:41AM +0700, adi menulis:
> 
> tergantung 'kemajuan' seperti apa yang hendak diraih. yang
> jelas, tanpa keterlibatan perusahaan-2 pengguna IT semuanya
> seperti mimpi di siang hari bolong. justru tolok ukurnya
> adalah kemauan perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk
> terlibat dalam pengembangan program open source.
> 
-cut-
> 
> bayangkan saja linus ditendang dari transmeta, alan ditendang
> dari redhat, rik dan marcello ditendang dari conectiva, kemudian
> mereka dikasih kerjaan ngejagain warnet. masih mau dan punya
> waktu buat mengembangkan kernel? :-) mereka mau dan yang lebih
> penting mampu mengerjakan pekerjaan mulia mereka (walaupun saya
> yakin bagi mereka ini adalah just for fun) karena sejauh ini
> mereka masih bekerja pada perusahaan yang terkait langsung
> dengan kernel (linux), bahkan kontinuitasnya bergantung di situ.
> 
> point saya, dalam konteks pengembangan IT/opensource/whatever
> di indonesia, berhentilah mendorong-dorong individu, sebaliknya
> doronglah institusi/perusahaan untuk terlibat. doronglah universitas
> untuk ikut terlibat dan berhenti merengek-rengek ke rektorat
> buat minta tambahan bandwidth misalnya :-)
> 

Atau membuat perusahaan sendiri :) jalan inilah yang saya pilih.

Btw, kata cukup di Indonesia mahal harganya. Pandangan bahwa untuk
memberi harus cukup dulu, akan seperti telor dan ayam hehehe..

Saya setuju, kalau jari ditunjukkan pada institusi, komersial atau non
komersial sebagai motornya. Perasaan diskusi ini berulang-ulang yah? gak
papa biar isu tetap hangat hehehe..

-- 
fade2bl.ac

-- 
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3

Kirim email ke