Tanggapan atas kolom [EMAIL PROTECTED]

Saya ingin mengajukan tanggapan atas tulisan "Pemilu dan Teknologi"

Saya setuju bahwa persoalan teknologi informasi berkaitan erat dengan
bisnis, namun patut disayangkan jika pemilihan teknologi informasi demi
kepentingan negara yang berkaitan erat dengan masa depan bangsa
semata-mata didasarkan atas kepentingan bisnis. Pendapat saya, teknologi
informasi yang dipilih haruslah yang membuka kesempatan bagi pengembang
software Indonesia untuk menjadi tuan rumah di negeri sendiri, dan bukan
sekedar kacung-kacung teknologi yang hanya pintar dalam menggunakan
teknologi informasi yang kita impor.

Saya melihat banyak opini yang timbul mengenai pemanfaatan
aplikasi-aplikasi Open Source. Sebagian mendukung dan sebagian menolak,
dengan alasan masing-masing. Saya menyadari maksud baik penulis kolom
'Pemilu dan Teknologi' yang ingin melancarkan pelaksanaan Pemilu. Menurut
pendapat saya adalah tidak baik jikalau pemilihan teknologi informasi
menjadi penghambat pelaksanaan Pemilu 2004 depan. Kita, bangsa akan merugi
jikalau perdebatan mengenai pemilihan teknologi informasi ini berlangsung
lama. Ya, siapapun pemenang tender teknologi informasi Pemilu, akan
kesulitan besar untuk mengimplementasikan teknologinya di Indonesia yang
luas ini dalam waktu singkat.

Kembali ke pokok persoalan semula, saya melihat bahwa penulis kolom
'Pemilu dan Teknologi' memiliki prasangka yang keliru mengenai 'Linux dan
bisnis'. Entah karena kekurangan informasi, ataupun hal lain, argumen yang
penulis tuliskan keliru total.

Penulis menuliskan: "Lisensi OEM sudah terintegrasi di dalam sekitar 8000
unit PC yang akan digunakan dalam Pemilu. Artinya? Perangkat komputer PC
itu sudah bisa langsung digunakan di berbagai pelosok Indonesia. Bayangkan
kalau para penyelenggara TI harus melakukan pemasangan atau instalasi satu
persatu, karena memang sekarang tidak ada aplikasi Open SOurce yang
terintegrasi dalam komputer PC".

Ya, saya memang setuju adalah pemborosan waktu dan tenaga apabila
dilakukan instalasi satu per satu di 8000 komputer. Untungnya, argumen
penulis bahwa "tidak ada aplikasi Open SOurce yang terintegrasi dalam
komputer PC" adalah argumen yang keliru. Jikalau penulis meluangkan waktu
sebentar untuk browsing ke internet atau menghubungi vendor PC besar
seperti IBM, HP, Compaq, Acer penulis akan menemukan bahwa vendor-vendor
PC itu sudah menyediakan PC yang terintegrasi dengan Linux dengan harga
yang lebih murah dibandingkan sistem operasi lain. Artinya? PC-PC Linux
itu bisa langsung digunakan di berbagai pelosok Indonesia.

Jika kita main hitung-hitungan, untuk Acer misalnya, selisih antar 2
sistem yang berbeda sistem operasi itu $100. Berarti untuk 8000 komputer,
bangsa Indonesia menghemat $800.000 yang ekivalen dengan RP.
6.000.000.000. Lumayan 'kan?  Dan bukan hanya sekedar sistem operasi saja,
di dalam PC itu sudah terinstall aplikasi Office yang bisa langsung
digunakan. Artinya penghematan yang bangsa kita lakukan bisa lebih banyak
lagi karena tidak perlu membayar lisensi terpisah untuk aplikasi Office.


Nah, saya harap informasi yang saya berikan dapat memperkaya wawasan
penulis "Pemilu dan Teknologi"

Hormat saya,


-- 
Mico Siahaan
-------------
[EMAIL PROTECTED]




-- 
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis.php

Kirim email ke