Temen saya persh Arsitek pakai Linux-based dan pakai Autocad 8-)

Mungkin Uni di INdonesia perlu melihat model Uni di Jerman dalam upaya
"lepas" dari ketergantungan aplikasi (bukan sekedar pada Windows)

IMW


Paradigmanya salah

AutoCAD + Windows NT 2000 = Rp. 40.000

itu masalahnya kenapa moh ke Linux,

disini orang males beli AutoCAD yang US$ 3000 untuk harga resmi dan US$ 700 untuk pendidikan

hehe, kampus nya juga pelit .



--
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis.php



Kirim email ke