Saya coba beberapa feature yang biasa saya ajarkan dulu saat masih menjadi Microsoft Trainer (1995-an)
Saya menggunakan Mandrake 9.2 dan Fedora Core 1, tetapi setelah dipelajari, dan gara2 ada yum, saya jadi memilih FC1, karena memang lebih enak, xftnya yang di bluecurvekan bagus.
Saya merasa, wah linux sudah bisa, nih.
Apalagi saya sekarang kan kerja dengan Open Office, Writer jadi word processor utama saya, walaupun saya masih kesel sama Mr. Project, karena maklum saya pakai MS Project sejak 3.0 (sejak SMA), yang jalan di PC 286 saya yang 4MB memory.
Gara2 tuntutan M$ di Eropa yang 613Juta US$, saya jadi pelajari, Media Player lagi, padahal dulu saya sempat install RealServer di Australia, untuk sebuah project streaming dan tentus aja di Windows. :)
Saya balik ke Linux saya, masa sih WMV ngga bisa jalan di FC1, saya coba install mplayer plugins dapat dari freshrpms.net, saya coba download rpmnya, haha, ngga jalan2, terus saya coba yum update mplayer, jalan, wah bagus bagus, semua Window Media Format (ASF, WMV) jalan, walaupun hasilnya masih kotak2 seperti nonton VCD baret. :) sebuah progress bagus.
Saya coba download file .rm dan .ram , itu real media format, wah ngga jalan. :(
Saya belom coba QuickTime.
Tetapi terus terang gara2 coba-coba diatas, saya jadi yakin bahwa tuntutan EU yang 6xx .xxx.xxx.xxx US$ itu worthed.
Kalau tahun 1993 saat saya pertama kali akses Internet, saya melihat ada GIF animated yang jalan di Netscape 1.0 atau Mosaic itu udah kebanggan, sebab kita semua buat HTML dari notepad.
terus setelah IE melawan Netscape menang, dan internet broadband diman2, streaming populer banget, apalagi setelah ada napster. :) hehe, saya bisa downloa film, malah banyak film yang ngga beredar didapat. Saya malah nonton Spiderman 1 dari internet, dan formantnya ASF. Makanya saya melihat multimedia format penting sekali saat ini.
Dengan mayoritas penduduk dunia dengan Windows, yang diembed dengan Window$ Player, aja, sudah membuat QuickTime yang dulu populer di CD Interactive menjadi bergeser. Padahal MEdia Playernya masih jelek, belum support MPEG 4 encoder etc.
Tetapi ngomong2 saya sampai saat ini juga belum mendapat informasi dimana mendapatkan DivX player for Linux.
Wah saya melihat perjuangan orang Linux sangat keras yah.
Nanti setelah saya coba FreeBSD yang di darwinkan (Apple Mac OS), saya akan kasih reviewnya, maklum Apple G5 yang dipinjam ini belum konek ke Internet, ADSLnya masih belum nyala.
So team Linux LGTG, what is your plan for this?
Frans
-- Regards,
Frans Thamura Chief Technology Officer Intercitra Innovation Center, We help You Manage and Control
Are You ready to be Part of Emotional Revolution?
HP: +62 - 855 - 7888 - 699
Address: Cempaka Putih Tengah II Blok C No. 21 Jakarta Utara - Indonesia Telp: +62 21 4260933
Yahoo: fthamura Jabber: [EMAIL PROTECTED] MCP ID: 1285331 (Microsoft Certified Professional ID)
-- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis.php

