On Sun, 2005-07-03 at 01:55 +0700, Firdaus Tjahyadi wrote:
> 
> emang software resmi dijamin nggak ditambahkan "sesuatu"
> anda & saya kalau pakai produk komersil apa tahu persis kalo  saat
> pakai  produk komersil kita nggak "diawasi" lah wong sourcenya aja
> kita nggak tahu
> 
> semuanya itu cuma bhs marketing doank biar produknya laku ku ku ku ku
> 

Kalau ada sourcenya pun, tetap kita ( sebagian besar ) tidak akan
mengeceknya. Tentu kita bisa bilang di "luar sana" sudah ada yang
mengecek source code program seperti kernel linux, db postgresql, atau
firefox apakah ada trojan atau tidak. Berarti sama saja. Kita percaya
kepada orang yang mengecek source code program opensource itu dengan
kita mempercayai program komersial prop yang tidak ada source codenya.
kita sendiri ( sebagian besar ) tidak pernah mengecek source code
sendiri. Kita hanya percaya kepada pihak ketiga yang mengaudit source
code itu.

Lagipula untuk mengecek apakah ada "sesuatu" tidak mutlak harus ada
source code. Waktu itu Real Player ketahuan memasang adware atau spyware
di programnya. Dan itu benar2 merusak citra Real Player. Well, moral
dari cerita ini pilihlah program dari vendor yang reputasinya bisa
dipercaya. Misalnya saya sih percaya saja dengan program Opera yang
prop. Reputasinya cukup bagus. Saya tidak akan ragu menggunakan Opera
untuk operasi perbankan seperti klikbca. 

Tapi saya fans Firefox.... huehuehuehue 


-- 
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

Kirim email ke