On Thu, Aug 02, 2007 at 03:03:55PM +0700, [EMAIL PROTECTED] wrote:
> > Aku sih analisanya Menkominfo misinformasi ;)
>
> Ya, makanya saya juga santai saja nge responsnya. Apalagi dengan
> "reputasi" detik.com, yang kita semua sudah tahu lah ;-) he he
semoga ini bukan karena: 'oh itu pak menteri, biarlah kalau salah
kita jadikan saja benar' dan 'oh itu detik, kalau toh itu benar,
tidak ada gunanya karena toh biasanya salah' (hai detik, kacian deh
lu :D)
kalau pak menteri mendapat informasi yang salah, kalau pemberitaan
di detik itu yang salah, ya salah satu dari itu saja yang dikoreksi.
tidak perlu menciptakan status quo (meskipun memang tidak penting
hi..hi..)
OOT,
sebenarnya gak usah jauh-jauh, di milis linux-kernel pun yang mengaku
tidak suka politik, bahkan dewanya pun mengaku kalau tidak suka politik,
toh berpolitik juga dalam kasus con kolivas.
Bukan itu yang saya soroti, tapi kok ndilalah, mayoritas subscriber
malah menganggap protes terhadap proses pengembangan linux (simpati
terhadap con kolivas) sebagai: 'sudah lah, jangan omongin itu di sini
karena tidak relevan' (di milis linux-kernel maksudnya, red). Di
permukaan, ini tampak seolah-olah: 'oh iya, benar, kan milis
linux-kernel tidak suka politik-politikan', tapi di sisi lain,
sebenarnya ini isyarat yang kuat sekali bahwa linus begot ('s' ya bukan
'x'), bener-bener deh demen berpolitik sampai ke sumsum tulang demi
menarik simpati dewa mereka sepertinya :D hal yang sama terjadi juga
terhadap sentimen para linux hacker terhadap gplv3. ini dilihat dari
bertebarannya argumen dengan dasar yang (sangat) lemah.
Di sini saya sama sekali tidak bermaksud 'menunjuk hidung' seseorang
ya. Nanti saya disindir lagi sama Pak Rus :D
Memang, seperti kata salah seorang guru saya, semakin kita belajar,
semakin kita mengerti, maka semakin kita tidak mampu mengekspresikan
diri kita sendiri :-)
Salam,
P.Y. Adi Prasaja
--
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis